
Sebagai sahabat, Marchel, Al dan Panji selalu bertukar kabar, mereka memang jarang bertemu karena kesibukan masing masing. Marchel dan Al masih berada di Jakarta, sementara Panji sudah kembali ke Belanda.
Marchel maupun Al sama sama menjadi suami siaga, apalagi menuruti semua ngidam para istri mereka yang terkadang tak masuk di akal. Tapi baik Marchel atau Al sama sekali tak pernah mengeluh, jika Marchel melakukannya dengan senang hati untuk menebus semua kesalahannya dimasa lalu, maka Al melakukannya dengan sukarela karena dia bahagia akan menjadi seorang ayah setelah menanti kehadiran anak bertahun tahun lamanya.
Saat Marchel dan Al bertemu untuk urusan kerjasama, mereka akan saling bercerita tentang istri masing masing, seperti saat ini
"jadi kali ini istrimu minta apa?" tanya Al, sebab dia ingat jika minggu lalu Davin meminta Marchel membuat tenda diteras rumah dan menyuruhnya tidur disana selama dua hari
"dia minta makan tomyum"
"sederhana sekali permintaan anak kalian" jawab Al
"tapi langsung di Thailand" Al menganga mendengarnya, lalu dia tertawa
"hahahah, sepertinya anakmu balas dendam karena dulu kau menyakiti mommynya" ledek Al, "lalu kalian pergi ke Thailand?" tebak Al
"hm"
"hebat!!"
"ck, kau tahu apa yang Davin minta setelah makan semangkuk tomyum?"
"apa?" tanya Al penasaran
"dia meminta pulang lalu meminta singgah ke Yogya untuk makan gudeg"
Al tak bisa menyembunyikan tawanya, pria yang juga akan menjadi ayah ini tertawa terbahak bahak hingga sudut matanya berair
"hahahahaha, aku rasa, anakmu memiliki cita cita sebagai chef" lagi lagi Al meledek sahabatnya
"huh, kau terus meledekku padahal aku yakin kau juga sama sepertiku, Davin dan Sekar itu duplikat, mereka memiliki selera yang sama"
"kau benar" jawab Al
"jadi, apa ngidam istrimu?" tanya Marchel penasaran
"makan sate"
"dimana?"
"Madura"
__ADS_1
Hahahahahaa, giliran Marchel yang terbahak bahak, ia memegangi perutnya yang sakit karena tertawa
"lalu apa lagi?"
"Sekar memintaku membeli mangga"
"sudah biasa jika wanita hamil menginginkan mangga, istrimu tak terlalu merepotkan" jawab Marchel enteng
"tapi sekaligus dengan pohonnya dan dia juga memintanya ditanam disamping rumah kami" jawab Al, dia justru terkekeh kala mengingat hal itu, dua hari yang lalu istrinya meminta mangga, dengan semangat empat lima Al segera bersiap membelinya, namun bukan mangga supermarket yang Sekar minta, tapi mangga sekaligus dengan pohonnya dan wanita itu juga meminta Al menanamnya disamping rumah mereka, memang konyol, tapi Al tak keberatan menuruti kemauan sang anak, meski dia harus berkeliling mencari pohon mangga tersebut.
Dua pria ini sama sama tertawa,
"ya hallo" jawab Al, dia menerima telepon dari istrinya
"baiklah sayang, sebentar lagi aku akan pulang, baiklah, dah, i love you too"
Al kembali menaruh ponselnya di saku
"kali ini apa lagi?" tanya Marchel
"istri bar barku meminta makan martabak"
"ish, hanya itu saja?"
"haha, benar benar hebat istrimu Al"
"terima kasih pujiannya Chel, dan aku yakin sebentar lagi kau juga sama, kalau begitu aku pulang dulu"
Al meninggalkan kantor Marchel, dan benar saja, Marchel menerima telepon dari istrinya
"ya hon, kenapa hm?"
"sayang, aku ingin makan soto"
Marchel memiliki firasat aneh akan permintaan istrinya, tapi apapun itu, Marchel selalu mengabulkan permintaan jabang bayi yang ada di perut sang istri
"dimana kau ingin memakan sotonya hon?" tebak Marchel
"kau memang suami pengertian, aku ingin makan soto Lamongan" jawab Davin dibalik telepon
"langsung ke Lamongan?" tebak Marchel lagi
__ADS_1
"sayangnya tidak sayang, aku mau kau membawa kokinya ke rumah kita"
Davin dan Sekar memang 11 12, ucap Marchel dalam hati
"baiklah sayangku, aku akan segera pulang dan membawa koki ke rumah kita"
"tapi aku mau koki dari Restoran Nikmat"
"baiklah, dimana alamat restoran Nikmat hon?"
"Jl Melati No 45 Lamongan" jawab Davin singkat
Marchel menganga, benar kan feelingnya.
"baiklah honey, aku akan segera mencari tahu tentang restoran itu dan meminta kokinya kerumah kita"
"Chel, anakmu mau kau langsung menjemput koki itu"
"aku harus ke Lamongan langsung untuk membawa koki itu ke rumah kita begitu?"
"kau memang hebat" Davin memutus teleponnya
Astaga, jadi aku harus langsung ke Lamongan untuk menjemput kokinya?, ok baiklah, demi anakku aku akan kesana, semangat Marchel semua demi anak dan istrimu.
Marchel segera meminta asistennya untuk memesan tiket ke Lamongan, dia rela pergi jauh ke Jawa Timur demi menuruti ngidam sang istri. Cinta memang bisa membuat seseorang melakukan apapun demi orang yang mereka cintai
.
.
.
.
.
.
Semoga suka bab ini ya readers, sebenarnya udah pengen aku tamatin cerita ini, sayangnya feel nya kurang dapet, jadi aku tambahin beberapa bab sebelum benar benar ending.
Makasih buat semua yang masih setia membaca novel ini,
__ADS_1
Jangan lupa mampir di.
I Love You Dr Nina ya, ma'acih