
Marchel sengaja meminta Al bertemu ditempat biasa mereka berkumpul.
"kau sudah lama menunggu?" tanya Al yang baru datang
"lumayan" jawab Marchel datar
"ada apa? tumben kau mengajak bertemu"
"ini tentang Davin, kenapa bisa kau jalan dengannya, bahkan bersama Marvin juga"
"aku tidak sengaja bertemu dengannya"
"kau kira aku percaya padamu? sebenarnya apa tujuanmu mendekati Davin? kau tahu kan Mega tak menyukainya"
"bukankah dulu aku pernah bilang jika aku menyukai gadis yang menolongku waktu kecelakaan dan ternyata gadis itu adalah Davin"
"ayolah Al, jangan berbelit belit, kau bukan orang seperti itu"
"aku menggugat cerai Mega, dan aku pernah berkata padamu jika aku dan Mega berpisah, aku akan mengejar cinta Davin"
Marchel begitu terkejut mendengar penuturan Al, akan semakin sulit baginya kembali pada Davin jika Al yang menjadi saingannya.
__ADS_1
"kau menggugat cerai istrimu? kenapa?"
"karena Mega tak mau memiliki anak dariku, aku sudah lelah dan lebih baik aku memiliki anak dari wanita lain"
"maksudmu Davin? jangan berkhayal Al, Davin adalah wanitaku" Al tertawa
"kau sadar tidak dengan ucapanmu? Davin bahkan membencimu, tidakkah kau ingat perilakumu kepada Davin? kau mencampakkannya Chel, tentu luka Davin tidak akan mudah disembuhkan"
"tapi kau juga tahu jika aku hanya mencintai Davin"
"terlepas kau masih mencintai Davin, jangan lupa kau memiliki istri, sementara aku? sebentar lagi aku akan bercerai, aku dan Davin sama sama single jadi kami bisa menjalin hubungan bukan?"
Marchel kebakaran jenggot, benar kata Al, dia masih berstatus suami Syeila.
"Chel, jika Davin masih mencintaimu maka aku akan mundur, tapi jika dia memberiku kesempatan maka aku akan berusaha merebut hatinya, mari bersaing sehat"
"apa kau yakin akan mendekati Davin? bukankah Mega tak menyukainya, kau yakin Mega tak akan membuat ulah jika dia tahu hal ini?"
"aku tahu Chel, selama 7 tahun aku menahan perasaanku, kau tahu betul aku seperti apa, aku akan menjaga apapun yang aku sayangi"
"Al kenapa harus seperti ini?"
__ADS_1
"kau takut bersaing denganku?"
"bukan, hanya saja diantara kita akan ada yang terluka, kita baru saja memulai persahabatan kembali, apa kita akan kembali bermusuhan hanya karena wanita?"
"tentu aku tak ingin hal itu terjadi Chel, jika Davin memilih salah satu dari kita maka baik kau ataupun aku harus menerimanya dengan lapang dada"
"jujur aku berat jika bersaing denganmu Al, aku masih sangat mencintai Davin, aku tak sanggup jika harus kehilangannya lagi apalagi jika akhirnya dia bersanding denganmu" ucap Marchel sendu, Al paham apa yang Marchel rasakan hanya saja dia juga berhak bahagia bukan, masalah siapa yang akan dipilih Davin nantinya, ia akan menerima dengan hati yang lapang.
"Chel, bolehkan aku bertanya sesuatu?"
"tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan?"
"kenapa tiba tiba kau memutuskan menikahi Syeila? sebenarnya aku ingin menanyakan ini sejak lama hanya saja aku pikir itu bukan urusanku"
"kau tahu kan Syeila kecelakaan karena aku, saat itu paman Pras datang dan mengatakan jika Syeila harus kehilangan rahimnya karena kejadian itu, tentu aku merasa bersalah, siapa yang mau menikah dengan wanita yang tak bisa memiliki keturunan"
"kau percaya begitu saja?"
"iya, karena aku yakin paman Pras tak akan membohongiku"
"lalu bagimana kau akan bersaing denganku, Syeila tak akan membiarkanmu kembali pada Davin?"
__ADS_1
"aku akan mengurusnya, kau tahu kan nasib kita sama, aku juga tak mencintai istriku"
"kau benar, tapi setidaknya aku masih menganggap Mega istriku, aku memberinya nafkah lahir dan bathin" seketika Marchel bungkam, ia tahu jika Al sedang menyindirnya.