
Syeila terus tersenyum karena merasa menang, dia sempat mengabadikan saat Mega melabrak Davin dan Al. Dengan lihai jarinya mengupload video tersebut dan benar saja kejadian beberapa tahun lalu kembali viral, apalagi saat ini Al dan Mega dalam proses perceraian. Tentu warganet yang maha benar langsung memberikan komentar. Syeila tersenyum membaca tulisan tulisan komen tersebut.
*********
Davin berada dirumah orang tuanya, setelah kejadian tadi, dia memutuskan kerumah Evan, selain merindukan Marvin dia juga merasa lebih aman jika dirumah orang tuanya.
"Vin, kamu viral lagi" heboh Citra sambil menunjukkan video yang sedang menampilkan putrinya itu.
"hah, sial..siapa lagi ini yang berulah"
"Vin, kamu punya musuh?" tanya Citra serius
"tidak ada ma, ini pasti kerjaan orang iseng, tenang saja aku akan segera membereskannya"
"tentu saja, jangan sampai masalah ini berlatut larut nanti mereka mengira berita ini benar apalagi sekarang Al dan Mega dalam proses cerai dan riwayat kehidupanmu yang pernah memiliki anak tanpa menikah, tentu orang akan berfikiran buruk"
"aku tahu ma, aku segera mengurusnya"
"ya sudah mama mau lihat Marvin dulu, takut dia sudah bangun"
"baiklah, sebentar lagi aku menyusul"
Davin segera menelpon orang suruhannya, kemudian dia tersenyum.
Rupanya kau mau bermain main denganku Syeila, baiklah tunggu kejutan menyenangkan dariku, Davin menyeringai.
*******
Al berada dirumah sakit menunggu dokter yang menangani Mega.
Bugh......
"apa yang kau lakukan pada putriku?" bentak Dewa sambil memukul Al
"aku tidak melakukan apa apa pa"
__ADS_1
"lalu kenapa dia bisa kecelakaan? kau sudah menyakitinya dengan menceraikannya, masih kurang puaskah kau hingga membuat Mega kecelakaan?"
"maafkan aku pa, tapi ini bukan karena aku" bantah Al
"lalu apa karena perempuan ini?" tanya Uli yang memberikan video kejadian di cafe. "Mega mencarimu seperti orang gila, dan kamu malah bermain gila dengan wanita ini, ternyata berita selama ini benar jika kalian memiliki hubungan khusus dibelakang Mega"
"itu tidak benar ma, aku dan Davin tidak memiliki hubungan apa apa!!"
"kamu ja..." ucapan Dewa terpotong karena dokter keluar dari ruangan setelah memeriksa Mega
"keluarga pasien?" tanya dokter
"dokter Hendri?" Dewa sedikit terkejut melihat sang dokter, pasalnya dia adalah dokter yang menangani Mega 8 tahun lalu. "bagaimana keadaan anak saya dokter?" sambung Dewa
"mari ikut saya" pinta dokter, Dewa dan Uli segera mengikuti dokter Hendri sedangkan Al masih menunggu didepan ruang ICU
Mereka sudah berada agak jauh dari ruang ICU
"dok, sebenarnya apa yang terjadi dengan putri saya, kenapa dokter yang menangani Mega?" tanya Dewa
"tadi pihak rumah sakit menghubungi saya karena pasien sempat sadar dan berteriak, kebetulan juga suster yang menanganinya tadi pernah membatu saya merawat Mega dulu, jadi saya langsung datang kemari" jelas dokter Hendri
"kita harus memindahkan Mega ke rumah saya, semua demi kesembuhannya"
"apa kondisinya separah dulu dok?" tanya Uli khawatir
"sebaiknya kita bawa Mega dulu nanti kita bisa bicara lagi"
Dewa segera memindahkan Mega ke rumah sakit Dr Hendri bekerja, tentu saja hal itu menimbulkan tanda tanya di benak Al. Pria yang masih berstatus suami Mega ini heran, kenapa Mega dibawa ke rumah sakit jiwa, yang ia tahu selama 7 tahun mereka berumah tangga Mega sama sekali tak menunjukkan gejala kejiwaan, dia hanya arogan dan posesif.
Setelah berada di RSJ Bina Medika, Mega segera di bawa ke kamar rawat. Dewa dan Uli menemui Dr Hendri sementara Al masih setia menunggui istrinya.
"dok, apa Mega akan kembali seperti dulu?" tanya Dewa
"saya tidak bisa memastikan pak Dewa, tapi saya akan melakukan yang terbaik"
__ADS_1
"sebenarnya bagaimana keadaan Mega sekarang dok?"
"traumanya kambuh, mungkin kecelakaan tadi yang membuatnya mengingat kenangan buruk 8 tahun lalu, tadi dia sempat sadar dan berteriak memanggil nama Firman"
Deg....
Dewa dan Uli saling pandang, wajah mereka mendadak pucat,
"kondisi Mega masih stabil, hanya saja jika dia tak bisa menghilangkan memori masa lalunya dia akan kembali seperti dulu, berteriak teriak, menangis dan melamun, yang perlahan lahan akan membuatnya depresi bahkan stres jika dia sendiri tak mau tak bisa mengendalikan diri"
"dok apa yang harus kami lakukan?"
"hibur dia, jangan biarkan dia sendiri, selalu beri dia semangat, ditemani orang orang yang dia sayangi bisa sedikit mengurangi beban pikirannya"
"baiklah dok, kami akan melakukan saran dokter, kalau begitu kami permisi"
Dewa dan Uli berjalan keluar dari ruangan Dr Hendri, mereka menuju ruangan Mega dirawat. Saat akan masuk mereka melihat Al duduk disamping Mega. Mereka mengurungkan niat untuk masuk dan menunggu didepan kamar
"pa, bagaimana jika Mega seperti dulu?" Uli terlihat sangat khawatir
"semoga saja tidak ma, kita hanya perlu melakukan saran dari dokter" sahut Dewa
"mama tidak mau kehilangan Mega, dia anak kita satu satunya" Uli menangis, Dewa segera memeluknya
"jangan khawatir, Mega anak yang kuat dia pasti bisa melewati semua ini"
"mama menyesal melakukan hal itu dulu, seandainya kita biarkan Mega dengan Firman dia tidak akan mengalami semua ini, hidupnya tidak bahagia, kita sebagai orang tua sudah egois"
"papa tahu ma, tapi Firman mungkin sudah mati, sampai saat ini dia belum ditemukan"
"pa, selama ini kita salah, kita egois, kita sudah tua, mama ingin hidup damai tanpa bayang bayang masa lalu, kita selalu melakukan hal jahat terhadap orang lain, pada Firman, bahkan pada Al juga, mama lelah pa, mama lelah" tangis Uli semakin menjadi
Dewa sadar selama ini dia sudah banyak berbuat salah, dia arogan dan kejam bahkan tanpa ampun sering menjatuhkan rekan bisnisnya dengan cara kotor. Masa lalu yang dia lakukan pada Firman dulu adalah hal yang paling jahat juga kepada keluarga Al dan juga Al. Semua yang ia lakukan hanya membuat putrinya semakin hancur, dia kehilangan cinta pertamanya lalu dengan hidup dengan suami yang tidak mencintainya. Tanpa sadar Dewa meneteskan air mata, penyesalan memang selalu belakangan. Seandainya dia bisa memutar waktu, tentu dia lebih memilih kebahagiaan putri semata wayangnya.
"tidak!!!!!, Firman...jangan tinggalkan aku ahhhgggggg" teriak Mega yang membuat Dewa dan Uli segera masuk ke dalam ruangan Mega.
__ADS_1
*******
Guys cerita Mega nanti bakal happy ending, jadi Mega akan log out dari cerita ya. terus baca novel amatir unfaedah ini ya, terimakasih