Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Dimana Marchel?


__ADS_3

Davin telah dipindahkan ke rumah sakit di ibukota. Evan meminta pelayanan dan dokter terbaik bagi putrinya, mengingat tiga hari lagi Davin akan menikah. Jangan sampai Davin batal menikah untuk kedua kalinya, pikir Evan.


Dokter yang memeriksa Davin mengatakan jika Davin mengalami benturan di kepalanya, keluarga sempat shock namun mereka lega ternyata Davin baik baik saja. Benturan itu tidak berbahaya, dan kemungkinan beberapa jam lagi Davin akan sadar.


Kekhawatiran jelas terlihat di wajah keluarga Davin, terutama Al, dia begitu takut ketika mendengar Davin masuk rumah sakit. Jantungnya berdetak kencang, entah kenapa ia merasa akan kehilangan Davin, hatinya begitu gundah, sejak Marchel menemui Davin kala itu, Al merasa Davin sedikit berubah, Davin seperti menyimpin sesuatu, bahkan sebelum dia mengalami penculikan ini, Al sempat menanyakan kemana Davin akan pergi, wanita itu hanya mengatakan akan ke suatu tempat. Apa mungkin Davin masih mencintai Marchel, apa selama ini hanya dia yang mencintai disini? bagaimana jika Davin menerimanya hanya karena rasa kasihan. Begitu banyak kekhawatiran yang Al pikirkan. Tapi sebisa mungkin dia menepis semuanya, dia harus positif thingking.


Polisi terus melakukan penyelidikan, mereka telah mengecek CCTV di area rumah Davin. Disana terlihat ada dua mobil yang seperti memantau pergerakan rumah Davin. Polisi segera memeriksa plat mobil tersebut, mobil pertama telah ditemukan terbakar di area puncak. Sedangkan mobil kedua di ketahui adalah mobil sewaan. Saat ditelusuri, ternyata sang penyewa mobil tidak memberikan detail identitasnya, ren car tersebut memberikan mobilnya karena sang penyewa membayar dua kali lipat. Polisi masih mendalami kasus ini.


Marchel telah kembali ke kota J, Ria sangat terkejut melihat Marchel yang mendapat luka tembak di lengannya. Marchel menceritakan semuanya. Ria sekali lagi menghela nafas, Marchel begitu mencintai Davin, tapi takdir tak menyatukan mereka. Sebagai orang tua, Ria hanya berharap semoga suatu hari Marchel akan menemukan kebahagiaannya.


.


.


Davin mengerjabkan matanya, ia melihat sekeliling. Rumah sakit, pikir Davin. Hanya ada Citra disana. Dia tak melihat siapa siapa lagi


"ma..." panggil Davin, Citra yang tengah duduk melamun akhirnya tersadar


"Vin, kamu sudah sadar?" Citra segera menghubungi dokter, dokterpun memeriksa kondisi Davin dan mengatakan semuanya baik baik saja

__ADS_1


"ma, dimana Marchel?" Deg...Citra begitu terkejut mendengar pertanyaan Davin, kenapa dia menanyakan Marchel bukan menanyakan Al.


"ke..kenapa kamu menanyakan Marchel?"


"Marchel yang sudah menyelamatkan aku" ucap Davin


Citra membeku, kenapa bisa Marchel menyelamatkan Davin. Bukankah setelah menemui Davin kala itu Marchel menghilang tanpa jejak. Kenapa tiba tiba dia bisa menolong Davin


"Vin sebenarnya apa yang terjadi?"


"aku sendiri tidak tahu ma, ada mobil yang menghadangku, mereka memaksaku untuk ikut, awalnya aku menolak dan melawan, tapi ternyata mereka memiliki bela diri yang tinggi dan aku dipaksa masuk kedalam mobil, mereka membawaku ke daerah puncak dan menurunkan aku ditepi jalan terjal" jelas Davin


"aku tidak tahu darimana Marchel datang, yang jelas dia ikut melawan penculik itu, kami berdua berusaha melawan hingga satu dari mereka mendorongku ke jurang untungnya aku sempat memegang akar pohon, dan tak sampai terjatuh"


Citra shock me dengar cerita Davin,


"Marchel dimana ma? apa dia masih dirumah sakit puncak, aku ingat jika dia terkena tembakan dilengannya" ucap Davin cemas


Citra membeku, dia bahkan tak tahu jika Marchel yang menolong Davin, suaminya juga tak mengatakan jika ada Marchel disana

__ADS_1


Ceklek...pintu terbuka dan terlihat Al memasuki kamar


"Vin, kamu sudah sadar?" tanya Al girang, dia berjalan mendekat


"dimana Marchel?" tanya Davin membuat Al menghentikan langkahnya


.


.


.


.


.


.


menurut kalian cerita ini gimana?

__ADS_1


__ADS_2