
Mega sudah tidak berteriak lagi, tapi dia melamun dengan pandangan kosong. Air mata terus mengalir dipipinya. Dewa dan Uli menjadi semakin bersalah pada Mega, merekalah penyebab Mega seperti saat ini.
"sayang, ayo makan dulu, mama suapi ya?" tawar Uli namun Mega hanya diam membuat Uli menghela nafas berat.
"pa, bagaimana ini, dari tadi Mega tidak mau makan"
"papa juga cemas ma, tapi Mega tak mau dibujuk, biar papa yang bicara"
"Meg, ayo makan, atau kamu mau sesuatu?" tanya Dewa
"Firman" jawab Mega singkat
Dewa dan Uli menjadi bingung, mereka tak tahu harus berbuat apa. Uli menangis, dia mengingat bagaimana putrinya dulu, dulu Mega begitu lemah lembut, penyayang dan ramah. Tapi sejak kehilangan Firman, Mega berubah jadi arogan dan posesif.
Ceklek....
"Firman......" ucap Dewa dan Uli bersamaan, wajah mereka pucat seketika, Mega menoleh dia menatap pria yang berdiri di depan sana, tanpa sadar Mega turun dari ranjang, dia berjalan menghampiri pria itu hingga berdiri tepat dihadapannya. Mega membelai wajah pria itu, pria yang ia cintai dulu dan mungkin hingga kini.
"Fir...." panggil Mega dengan lembut, pria itu tersenyum
"kau terlihat kurus, apa hidupmu tidak baik sejak aku tidak ada?"
Mega memeluk Firman, dia menangis semakin keras, menumpahkan segala kerinduan pada pria dihadapannya.
"kau masih hidup?" tanya Mega dengan sendu
"iya, bukankah Tuhan begitu baik padaku hingga kita bisa bertemu lagi"
"a...aku....maafkan aku" Mega kembali memeluk Firman, Dewa dan Uli mematung, mereka tak menyangka jika Firman masih hidup, pria yang mereka lenyapkan dulu nyatanya masih sehat dan berdiri dihadapan mereka. Firman mengurai pelukan Mega, dia menggandeng tangan Mega berjalan menghampiri orang tua Mega
"apa kabar calon mertua?" tanya Firman membuat Dewa dan Uli memucat
__ADS_1
"k...kau masih hidup?" tanya Dewa gugup
"tentu saja, kalian tidak senang aku masih hidup?"
"bu...bukan..ha..nya, kami hanya terkejut dengan kehadiranmu" jawab Dewa gelagapan
"sayangnya Tuhan lebih menyayangi aku hingga dengan pertolongannya aku bisa selamat dari maut, dan aku datang untuk membawa Mega pergi bersamaku" ucap Firmna mantap
"Fir" ucap Mega, Firman menoleh, dia tersenyum pada Mega
"kau..mau membawa putri kami?"
"ya, aku akan membawanya bersamaku, sudah cukup Mega menjadi boneka kalian selama ini, kakian hanya mementingkan diri kalian sendiri, kalian tak pernah memikirkan Mega, jadi aku akan membawanya dan kami akan menikah"
Dewa dan Uli diam, mereka sadar jika sudah keterlaluan kepada Mega. Tiba tiba Dewa berlutut didepan Firman membuat pria itu terkejut
"Fir, mungkin dosaku dimasa lalu tidak bisa dimaafkan, aku sungguh menyesal, jika saja waktu bisa diputar maka aku akan merestui kalian, aku menyesal telah membuat Mega menderita selama ini, tolong maafkan aku"
"ti..dak, aku benar benar minta maaf, aku tahu aku salah, maka dari itu aku merestui kalian" Firman terperangah dan sedikit terkejut, namun dia tak mempercayai Dewa begitu saja mengingat betapa kejamnya pria itu dulu padanya.
"aku memaafkan kalian, tapi aku juga tidak bisa percaya begitu saja pada kalian, aku sudah berkonsultasi dengan dokter dan mereka bilang aku bisa membawa Mega pulang"
Dewa dan Uli terkejut, namun mereka tak bisa berbuat apa apa, rasa bersalahnya kepada Mega dan Firman membuat mereka mau tak mau membiarkan Firman membawa putri mereka.
"baiklah, kamu bisa membawa Mega bersamamu, tapi Mega masih belum selesai dengan perceraiannya, jadi kami harap kalian akan pergi setelah Mega benar benar resmi bercerai" pinta Dewa
"aku tahu, kami akan pergi setelah Mega bercerai dengan suaminya"
Raut wajah Mega terlihat bahagia, dia tak menyangka akan bertemu lagi dengan Firman setelah beberapa tahun mengira Firman sudah tiada. Uli membantu membereskan barang barang Mega, setelah beres Mega dan Firman pergi dari rumah sakit.
"Fir?" panggil Mega, dia menatap pria itu dengan sendu
__ADS_1
"kenapa?" tanya Firman sambil mengelus kepala Mega
"apa aku bermimpi?"
"tidak, semua ini nyata"
"aku...., aku bahkan menghianatimu, kenapa kamu masih mau kembali padaku?" Mega menangis
"aku tahu kau menderita selama menikah dengan Al, kau hanya terobsesi padanya bukan mencintainya" jawab Firman lembut
"kau tau tentang Al?"
"bukan hanya tentang Al, tapi semua yang kamu lakukan aku tahu, kamu belum mau memiliki anak bukan karena belum siap, tapi karena kamu selalu mengingatku, kamu selalu datang ke rumah kontrakan kita dan menangis disana, kamu hanya pura pura kasar dan tegar untuk menutupi kerapuhanmu, aku tahu semua tentangmu"
"jika kamu tahu semua yang aku lakukan, kenapa baru sekarang kamu datang?, kenapa kamu baru datang sekarang?" ucapnya kembali menangis
"karena aku belum mapan seperti sekarang, aku selalu memantaumu dari jauh dan berjanji akan datang padamu jika aku sudah sukses"
"Fir, aku pernah menikah, walaupun kami tidak saling mencintai tapi kami.. .."
"sstt, aku sudah bilang, aku tahu semuanya, jadi kamu tidak perlu khawatir, aku tulus menerimamu apa adanya"
"terima kasih Fir, aku mencintaimu"
"aku jauh lebih mencintaimu, aku tak akan membiarkan kita berpisah lagi, dan setelah kau bercerai dan selesai masa idah kita akan menikah, kau mau ikut denganku kan?"
"tentu, aku mau, aku akan ikut kemanapun kamu pergi"
"terima kasih Meg, aku mencintaimu"
"aku juga"
__ADS_1