
Davin bangun dari tidurnya, dia masih berdiam, setelah semalaman meratapi nasibnya, dia kini sadar, Tuhan tidak akan memberikan cobaan jika dia tidak sanggup melewatinya, Davin terlahir untuk menjadi wanita hebat, dia terlahir untuk menjadi wanita tangguh, dia harus bangkit, dia harus tunjukkan pada dunia, terutama pada laki laki yang menyakitinya bahwa dia mampu, dia bisa terus berjalan meski tanpa Marchel, dia bisa sukses meski tanpa Marchel, dan dia bisa hidup serta merawat anaknya sendiri tanpa Marchel, dia tidak butuh Marchel, dia tidak butuh pria pecundang seperti Marchel.
Sayang, kamu hadir tanpa daddy, kamu hanya memiliki mommy, kamu ditakdirkan hanya untuk mommy, kita akan hidup berdua, kita tak membutuhkan daddymu, kita bisa berdua tanpa daddy, suatu hari kita tunjukkan pada daddymu bahwa kita baik baik saja tanpa dia.
Davin bangkit, dia sudah merencanakan hidupnya ke depan, di kota ini, di negara ini dia akan memulai hidup baru, hanya berdua dengan bayi di kandungannya.
******
Ria sedang memasak, Syeila baru saja datang
"pagi ma"
"pagi Vin"
Deg....Syeila mematung, bahkan mertuanya memanggil dirinya Davin, Ria yang menyadari kesalahannya segera berbalik
"ah..Sye...ila, maaf....mama tidak..."
"tidak apa apa ma, aku paham" Syeila tersenyum meski hatinya sakit
__ADS_1
"masakan sudah siap, mama ke kamar dulu mau mandi" Syeila menatap sendu kepergian Ria
Kamu harus kuat Syei, harus kuat, Syeila menyemangati dirinya sendiri.
Marchel baru tiba di meja makan dengan setelan pakaian kantor.
"Chel kamu akan ke kantor?" tanya Syeila lembut
"iya, banyak pekerjaan yang harus aku selesaukan"
"kita baru menikah kemarin, tidakkah kamu ingin dirumah dulu?" harap Syeila
"baiklah tidak apa, kamu mau sarapan dengan apa?"
"terserah saja" jawab Marchel
Syeila tersenyum kecut, dia mengambilkan Marchel makanan, tanpa kata suaminya itu memakan makanan yang diambil Syeila.
"ini untukmu, belilah apapun dengan ini" Marchel memberikan cartu ATM kepada Syeila
__ADS_1
"terima kasih, berapa pin nya"
Deg...Marchel mematung, dia belum mengganti pin itu, pin tgl lahir Davin.
"emm, 140293"
"itu bukan tgl lahirmu tgl apa?"
"tgl lahir Davin, maaf aku akan mengganti secepatnya" ucap Marchel sembari berjalan keluar.
Lagi lagi Syeila tersenyum kecut, ternyata kehadiran dirinya dirumah ini belum bisa menggantikan posisi Davin, kenapa selalu Davin, Davin dan Davin, Syeila juga ingin diterima di rumah ini. Barang barang dan foto Davin masih menghiasi kamar suaminya bahkan kartu yang diberikan untuk dirinyapun masih menggunakan tgl lahir Davin sebagai pin nya, sungguh miris hidup Syeila.
Didalam kamar Ria menangis, ia teringat Davin entah kenapa dia seakan tidak rela posisi Davin di tempati oleh Syeila, Ria memang mengenal Syeila sejak Marchel SMP tapi rasanya berbeda dengan Davin, meskipun Davin manja tapi dia bisa melakukan banyak hal, jika menginap, Davin akan bangun pagi lalu memasak, dia juga terbiasa membereskan dapur sendiri, dia bisa mengerjakan pekerjaan rumah meskipun sudah pembantu, berbeda dengan Syeila, untuk memasak saja dia tidak bisa, apalagi untuk melakukan pekerjaan rumah.
*Maafkan mama Vin, maafkan Marchel, jika suatu saat kita bertemu mama berharap kamu bisa memaafkan mama dan Marchel. Ucap Ria dalam hati
******
gimana gimana? episode kali ini membosankan ga sih*?
__ADS_1