Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Sekar?


__ADS_3

Esok harinya, Al terbangun, dia tak mendapati Sekar di kamarnya. Al hanya mengedikkan bahu, untuk apa dia peduli. Al masuk ke dalam kamar mandi lalu setelah berpakaian dia turun untuk sarapan. Namun siapa sangka dia melihat pemandangan tak biasa. Mamanya dan Sekar sedang didapur, mereka tertawa bersama. Mereka kelihatan akrab dan Al melihat mamanya tertawa bahagia, tawa yang sudah lama tak ia lihat apalagi saat dia menikah dengan Mega dulu.


"Al kamu sudah bangun?"


"hm"


"ayo sarapan, kami sudah masak" ucap Silvia, Al hanya diam dan melirik Sekar, gadis itu memakai kaos dan celananya, bahkan dia tak meminta ijin, bathin Al.


"Al setelah ini kita harus kerumah Davin dan menjelaskan semuanya, ajak juga Sekar, kita harus minta maaf" ucap Yudi


Deg...sekar diam, Davin. Nama itu seperti tidak asing ditelinganya. Ah tapi nama Davin kan banyak, tidak mungkin Davin keteknya kan? pikir Sekar


"baik pa" jawab Al


Mereka makan dengan tenang, setelah selesai makan, Silvia memberikan baju yang dia pesan kepada asisten suaminya untuk Sekar.


Mereka saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah Evan, tujuan mereka ingin meminta maaf dan juga mengenalkan Sekar sebagai istri Al. Al sendiri sudah pasrah, apapun yang terjadi nanti ia akan menerimanya.


Setelah sampai dirumah Evan, Al menghela nafas lalu mereka turun. Davin tengah bermain dengan Vin diruang tamu,


"daddy" teriak Vin, dia langsung berlari ke arah Al dan Al langsung menyambut pelukan pria kecil yang gagal menjadi putranya itu.


"ketek"


"bulu"


Davin dan Sekar sama sama membeku setelah mengatakan ketek dan bulu ,lalu berpelukan. Mereka membuat Al dan orang tuanya bingung, hingga kedatangan Citra dan Evan membuyarkan semuanya


"Sekar??, ini beneran kamu???" teriak Citra


"mami!!" Sekar langsung memeluk Citra lalu bergantian memeluk Evan


"papi!!" Evan membalas pelukan Sekar, gadis yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.


"silahkan duduk" ucap Evan, akhirnya mereka semua duduk


"sepertinya ada hal yang penting" lanjut Evan, Al menghela nafas, Sekar menjadi tidak enak hati, rupanya Al calon suami Davin


"sebelumnya saya mau minta maaf pa, saya tidak bisa menikahi Davin," Al kembali menghela nafas, "saya sudah menikah dengan Sekar" Citra dan Evan nampak terkejut, tapi tidak dengan Davin, wanita itu biasa saja. Sekar menunduk, dia benar benar tidak enak hati


"heh...." Evan menghela nafas, "sudahlah mungkin kamu dan Davin memang bukan jodoh" jawaban Evan membuat semuanya tercengang, diluar dugaan, Al menatap calon mertuanya bingung, pasalnya Evan adalah tipe orang yang tegas dan pemarah, tapi kenapa sekarang dia seperti pasrah. Bukan tanpa alasan Evan pasrah, tetapi dia mengingat ucapan Davin beberapa hari yang lalu saat dirumah sakit, doa putrinya dikabulkan Tuhan.


Flash Back On


"Vin, apa kamu masih mencintai Marchel?" tanya Evan, ia sangat paham putrinya, Evan tahu jika Davin tengah dilema


"pa, apa salah jika aku masih mencintainya, aku sudah dikhianati dan di kecewakan, aku membencinya dan bahkan aku sudah membalaskan dendamku, tapi kenapa rasanya sakit saat mendengar dia merelakanku dengan pria lain" Davin menangis, Evan segera memeluk putrinya, Evan tahu bagaimana Davin sangat mencintai Marchel begitupun sebaliknya. Sayang takdir harus menguji cinta mereka dulu


"lalu bagaimana pernikahanmu dengan Al, kau ingin membatalkannya?"

__ADS_1


"aku tidak tega pa, Al pria baik, seharusnya dari awal aku tak memberinya harapan"


"jika kamu tetap menikah dengan Al justru kamu akan melukainya"


"lalu aku harus apa pa?, aku tak tega melukai hatinya"


"berdoalah, semoga Tuhan memberikan jalan untuk kebahagiaanmu"


Flash Back Off


"Sekar" panggil Citra, namun sepertinya Sekar merasa tidak enak hati, lalu Citra berdiri dan duduk disampingnya


"tidak apa, jangan merasa bersalah, kamu sudah seperti anak mami, mami mengenalmu, mami yakin kamu tidak berniat melakukan hal ini"


"mami" Sekar memeluk Citra lalu menangis, Al dan orang tuanya kembali dibingungkan, sebenarnya siapa Sekar, kenapa keluarga Davin mengenalnya, apa dia saudara Davin? tapi kenapa Al tak pernah melihatnya, tanya Al dalam hati


"Vin, bawa Sekar ke kamarmu"


"ayo bul" ajak Davin, dia juga membawa Vin, Sekar hanya pasrah dan mengikuti bulunya.


Suasana kembali hening,


"maafkan saya tuan Evan, saya tidak bermaksud membuat Anda malu, tapi semua terjadi diluar dugaan kami" dengan menyesal Rudi menceritakan semuanya kepada Evan dan Citra. Al hanya bisa menunduk


Di Kamar Davin


"apa arti istilah yang baru kau ucapkan itu?"


"perebut calon suami orang"


"haha, sudahlah bul semua adalah takdir dan jawaban Tuhan atas doaku"


Davin menceritakan semuanya kepada Sekar, tentang kehidupannya sampai saat ini. Bahkan perasaannya yang masih mencintai Marchel.


"jangan menangis bul, ini bukan dirimu, kemana sifat bar barmu dulu?" sindir Davin


"mom, kenapa aunty menangis?" tanya Vin


"dia hanya akting son, lebay" cibir Davin


"Tek, maafkan aku yang tidak menjadi sahabat yang baik untukmu, aku tidak ada saat kamu kesulitan"


"ya, kau bahkan menghilang dan bersembunyi di pusar bumi"


hu hu hu hu hu, bukannya tenang, Sekar semakin menangis


"mom, aunty memang lebay" cibir Vin, Davin tertawa mendengar ucapan putranya


"berhenti tertawa Tek"

__ADS_1


"hahah, kau bukan bulu yang dulu, kau sekarang cengeng"


"diamlah" Sekar merajuk


Bukan tanpa alasan mereka memanggil bulu - ketek, dulu mereka sama sama kuliah ditempat yang sama. Saat mengikuti ospek, kakak senior meminta menyebutkan anggota tubuh secara bergiliran dan menyahuti ucapan teman sebelahnya, entah kenapa Sekar mengucap kata bulu, Davin yang bingung spontan mengucap kata ketek. Dan hal itu membuat mereka dikenal sebagai bulu ketek. hihihi, sejak saat itu keduanya bersahabat bahkan orang tua mereka saling mengenal dengan baik, sayang setahun berikutnya Sekar menghilang saat akan kembali dijodohkan.


"sekarang ceritakan tentang hidupmu selama menghilang beberapa tahun ini" pinta Davin


"aku dulu kabur karena tak mau menikah"


"huh, aku tahu, om War selalu menjodohkanmu dengan banyak pria"


"kau benar"


"lalu?"


"aku kabur setelah menikah"


"hah, kau janda yang lari atau masih istri orang? oh astaga, apa Al jadi pebinor sekarang, kalau om War tahu dia pasti akan memenggal kepala Al"


"ck, kau ini"


"kenapa kau kabur?"


"aku melihatnya selingkuh sebelum kami menikah, tapi papa tidak percaya padaku dan tetap memaksaku menikah, kami memang menikah tapi aku kabur pada saat malam pertama" Sekar terkekeh


"kau gila!!"


"ya, daripada aku hidup dengannya dan segera menjadi janda kembang lebih baik aku kabur dan menjadi janda ting ting"


"hahahah, kau memang luar biasa bul"


"kau benar, lagipula aku tak mau menikmati pisang bekas" kekeh Sekar


"astaga lama tak bertemu kau semakin vulgar, lagipula punya Al juga pisang bekas" cibir Davin


"bekasmu?"


"enak saja, aku hanya melakukannya dengan Marchel" Davin menoyor kepala Sekar, mereka sama sama tertawa


Di Ruang Tamu


Evan menceritakan siapa Sekar sebenarnya, karena Rudi bertanya apakah dia dan keluarganya mengenal Sekar


Sekar adalah sahabat Davin saat kuliah, namun setahun mereka bersahabat, Sekar menghilang dan tak diketahui kabarnya, Davin sempat mencarinya, sayang tidak berhasil.


Dia anak tunggal pasangan Wardhana dan Imel Wardhana, sebagai orang tua yang memiliki usaha batu bara, Dhana selalu menjodohkan putrinya dengan anak koleganya, sayang Sekar selalu menolak karena dia ingin mengejar mimpinya dulu. Sudah banyak pria yang dijodohkan untuknya, namun berakhir dengan kabur dan kabur yang selalu Sekar lakukan.


Al dan orang tuanya terkejut ternyata Sekar bukan orang biasa, dan sekarang wanita itu adalah istrinya. Tugasnya saat ini adalah menemui orang tua Sekar dan meminta restu, begitulah saran Evan. Dan pernikahan dengan Davin telah resmi dibatalkan

__ADS_1


__ADS_2