
Syeila memiliki rencana jahat pada Davin, tapi sayangnya Davin bukanlah lawan yang sepadan untuknya. Tanpa Syeila tahu, Davin selalu memata matainya, Davin tahu semua yang Syeila rencanakan.
Hari ini Syeila sengaja menemui Davin di butiknya, dia tersenyum membayangkan rencananya akan berhasil. Damar Collection, butik milik Davin, butik besar yang memiliki ciri khas sendiri, saat memasukinya maka akan terlihat kesan elegan dan mewah, pelanggannya juga banyak dari kalangan atas. Tak dipungkiri, Syeila pun merasa nyaman datang ke butik Davin,
"selamat siang, ada yang bisa dibantu?" sapa karyawan butik
"saya ingin menemui nona Davin"
"apakah sudah ada janji?"
"belum, bilang saja istri Marchel ingin bertemu" seketika wajah karyawan itu terlihat tak bersahabat.
"maaf, nona Davin tidak bisa bertemu dengan sembarang orang" ketus pegawai tersebut
"katakan saja seperti yang aku bilang tadi"
"tidak bisa"
"kau!!!, kau hanya pelayan panggilkan saja sana nonamu itu"
"ada apa ini?" Davin keluar ruangan saat mendengar keributan,
__ADS_1
"ini nona, wanita rubah ini ingin menemui anda"
"kau, kurang ajar sekali kau padaku"
"sudah kau pergilah" ucap Davin pada karyawannya, "nona Syeila ya istrinya Marchel kan? anda mau menemui saya?"
"tentu saja"
"baiklah mari ke ruangan saya"
Syeila mengekori Davin, setelah masuk ke dalam ruangan tersebut ia melihat banyak foto foto putra Davin, mirip sekali dengan suaminya
"silahkan duduk nona Syeila, mau minum apa?"
"oh, kau datang kemari untuk memperingatkanku?"
"tentu saja, aku tidak akan membiarkan pelakor sepertimu merusak rumah tanggaku"
"bukankah rumah tanggamu sudah rusak? Marchel bahkan lebih memilih tinggal di apartemen daripada serumah denganmu?" Davin tersenyum mengejek
"hahah, kau salah nona Davin, Marchel selalu pulang kerumah, dia selalu tidur denganku, aku adalah istrinya" Syeila menekankan kata istri berniat membuat Davin cemburu, sayangnya dia tak tahu jika Davin bukan lawan yang sepadan dengannya.
__ADS_1
"wah wah wah, rupanya kau wanita tukang halu nona Syeila, Marchel satu apartemen denganku dan a..nak...nya" Davin juga menekankan kata anak
"itu hanya jika dia lelah nona Davin, Marchel selalu pulang kerumah, dia selalu memelukku setiap malam, ah....dia bahkan sangat suka bermalam denganku"
Davin menyeringai, Syeila terlalu berhalusinasi
"benarkah? apa kau tahu jika Marchel memiliki tanda hitam di pinggulnya?" skak, Syeila terdiam, " kenapa kau diam? atau kau tidak pernah bermalam dengan Marchel? aku rasa Marchel tidak bisa bermalam dengan wanita lain karena dia tak bisa melupakan malamnya denganku, apa kau juga tahu jika Marchel sangat hebat dalam bercinta? ah, aku jadi merindukan malam bersamanya"
"jangan mimpi!!!!, akulah istrinya, kau hanya wanita masa lalunya, kau tidak berarti apa apa lagi bagi Marchel, dan aku tak akan membiarkan kau dekat dengan Marchel!!!"
"wah jangan ngegas nona, santai saja..aku tahu kau istrinya tapi bukankah kau istri yang tak dianggap? sedangkan aku, aku adalah wanita pertamanya, wanita yang selalu dihatinya dan wanita yang telah melahirkan putranya, jangan lupakan itu" Davin tersenyum menang
"kau memang wanita tak tahu diri, kau memang pelakor!!!"
"sebaiknya jaga mulutmu sebelum bicara, tidakkah kau berkaca pada dirimu sendiri? kau datang dan merebut Marchel dariku, bukankah 4 tahun sudah sangat cukup bagimu bersama Marchel? sekarang waktunya aku mengambilnya kembali"
"dalam mimpimu, aku Syeila Afkarina, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!!!"
"baiklah lakukan apapun untuk mencegahku karena kau sendiri yang akan terluka, kau akan merasakan bagaimana rasanya orang yang kau cintai direbut secara nyata dan mencampakkanmu begitu saja"
"kau akan tahu akibatnya karena berurusan denganku!!!"
__ADS_1
"baiklah aku tunggu dan sekarang pergilah dari sini"
Dengan kesal Syeila keluar dari butik Davin, niat hati membuat Davin cemburu malah dia sendiri yang cemburu, sial.