Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Hukuman Tak Kasat Mata


__ADS_3

Marchel memilih tidur di apartemennya, semalam ia enggan berdebat dengan Syeila. Pagi ini dia harus mengadakan metting karena beberapa rekan bisnis memintanya memberikan klarifikasi atas skandal yang sedang bomming itu.


Bertepatan saat Marchel keluar dari lift dia melihat Marvin, Marchel tahu rupa putranya dari majalah DM Magazine yang ia beli semalam, bahkan Marchel tidur sambil memeluk majalah tersebut.


Kenapa dia sendiri? kemana Davin? ah mungkin ini keberuntunganku bisa bertemu putraku, ya Tuhan dia mirip sekali denganku, bathin Marchel


Marchel berjalan mendekati Marvin, ia menoleh ke kanan dan ke kiri karena takut Davin muncul tiba tiba


"hai nak, kamu sedang apa disini? dimana orang tuamu?" tanya Marchel, hatinya menghangat melihat Marvin secara langsung, anak itu begitu tampan, semua mirip dirinya, wajahnya, hidungnya, mulutnya, hanya matanya yang menuruni Davin.


"acu menunggu mommy, dia sedang ke toilet"


Marchel menatap senyum putranya, senyum selama ini tak pernah ia tahu, betapa berdosanya dia selama ini.


"kamu sendirian? dimana daddymu? apa daddymu bersama mommy?" Marchel sengaja menanyakan hal itu, ia ingin tahu apa yang Davin katakan tentangnya kepada Marvin.


"tidak, mommy biyang acu tidak punya daddy kalena daddy cudah di culga " Deg....jantung Marchel berdetak cepat, Davin benar benar mengatakan jika daddynya sudah mati kepada Marvin.


"Marvin......" panggil Davin, Marchel segera pergi takut Davin melihatnya, padahal Davin sengaja meninggalkan Marvin dan bersembunyi di balik tembok, semalam ia melihat Marchel juga berada di apartemen ini, Davin sengaja menghancurkan hati Marchel, karena Davin yakin jika Marchel akan menanyakan hal ini kepada putranya.


"cudah mom?"


"sudah, okey ayo ke rumah grandpa"

__ADS_1


Davin melihat Marchel menaiki mobilnya, wajahnya terlihat mendung, ia yakin jika Marchel sakit mendengar jawaban Marvin.


Inilah hukuman tak kasat mata yang akan terus kau dapatkan Chel, bathin Davin.


********


Davin kembali mengelola butiknya yang di Indonesia, hari ini banyak sekali pesanan, kebanyakan dari mereka adalah client Syeila yang membatalkan pesanan akibat skandal yang saat ini sedang viral tersebut.


tok tok tok


"masuk"


"maaf nona, ada tamu yang ingin bertemu" ucap Lisa, asisten Davin


"namanya ibu Rianti"


Davin diam sejenak


"baiklah suruh dia masuk"


Setelah Lisa keluar, Ria masuk ke ruangan Davin


"wah wah, aku mendapat tamu tak terduga rupanya" Davin tersenyum sinis membuat Ria menunduk "silahkan duduk tante, bukankah dulu kau langsung duduk tanpa aku suruh" lagi lagi Ria menunduk, dia duduk di sofa yang dulu biasa ia duduki ketika mengunjungi Davin.

__ADS_1


"Vin, mama kesini mau minta maaf"


"tolong ralat panggilan anda tante, mama saya hanya satu yaitu Citra, saya tidak punya mama yang lain"


Ria berkaca kaca, dia tak menyangka Davin akan berubah seperti ini


"maafkan tante..."


"sudahlah, ada perlu apa tante kesini?"


"Vin,...tan..te...emh...apa boleh tante menemui Marvin?" gumam Ria takut takut


"tidak" jawab Davin tegas, Ria langsung memandang Davin


"Vin, tante tahu tante salah, maafkan tante, tapi bagaimanapun juga Marvin cucu tante, anak Marchel" Dia mengiba


"maksud tante anak yang tak diinginkan?"


"Vin jika saja saat itu kamu mengatakan jika kamu hamil Marchel pasti tidak akan menikahi Syeila"


"hahaha, apa tante amnesia? bukankah Marchel tak menjelaskan apa apa padaku malam itu, aku bukanlah pengemis yang harus memohon mohon untuk di kasihani, aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan putramu itu, apa tante lupa bahwa tante bahkan mendukungnya untuk menikahi wanita lain, jangan ganggu putraku, minta saja cucu pada menantu kesayanganmu"


"Davin, tolong maafkan tante, apa yang harus tante lakukan supaya kamu mau memaafkan tante"

__ADS_1


"pulanglah, aku sibuk" Davin kembali ke kursi kerjanya. Ria menghela nafas, akhirnya dia pulang dengan perasaan kecewa


__ADS_2