Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Mencari Kebenaran


__ADS_3

Semalaman Marchel tidak bisa tidur, dia terus memikirkan permintaan Pras. Bagaimana jika yang di ucapkan Pras benar, apakah dia harus menikahi Syeila. Marchel benar benar bimbang, bahkan dia lupa untuk menghubungi kekasihnya, Davin. Perempuan itu bahkan menelpon dan mengiriminya banyak pesan.


Hari ini Marchel memutuskan untuk menemui Panji dan Alfian, bagaimanapun dia harus tahu kebenarannya. Apalagi dia akan segera menikah dengan Davin, dia tak mau berbahagia di atas penderitaan Syeila.


********


Disinilah mereka berada sekarang, di sebuah tempat dimana mereka biasa berkumpul waktu masih bersahabat dulu.


"ada angin apa kamu meminta bertemu, bukankah kamu membenciku?" tanya Al


"Al, jangan mulai, mungkin ini saatnya kita menyelesaikan kesalahpahaman ini" tukas Panji


"salah paham apa?" tanya Marchel bingung


"kesalahpahaman yang bahkan kamu tak mau mendengar penjelasanku sedikitpun" sahut Al sinis


"baiklah maafkan aku, sekarang aku ingin tahu kebenarannya"


"kamu minta maaf? apa tidak salah? dimana Marchel yang angkuh itu sekarang?" sindir Al


"sudah Al, jangan mulai, sebaiknya kita bercerita yang sebenarnya pada Marchel" pinta Panji


"jika bukan karena kita pernah menjadi sahabat aku enggan menceritakannya padamu" ketus Al


"Al"

__ADS_1


"baiklah, kau ingat saat baru pindah ke sekolah kami waktu SMP?" tanya Al, Marchel hanya mengangguk. "Syeila bukan tipe orang yang mudah bergaul, hingga tak sengaja kami duduk bersama, dari situlah kami mulai akrab, dia gadis manja namun lembut, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri, hingga saat kau pindah, diam diam dia terus mengawasimu, sampai suatu hari kita dijadikan satu kelompok dalam tugas IPA, dia selalu memperhatikanmu, dan aku menyadari hal itu, aku menanyakan langsung padanya apa dia memang menyukaimu, niat awalku hanya menggodanya namun siapa sangka jika dia jujur dan mengatakan jika dia menyukaimu"


"jadi semuanya benar?" tanya Marchel tak percaya


"iya, dan sejak saat itu kita mulai dekat kan, apa kamu tidak sadar pada semua perhatian yang selalu dia berikan? dia selalu tahu apa yang kamu suka dan tidak suka, tapi kamu selalu cuek dan hanya menganggapnya teman. Hingga kita SMA di sekolah yang samapun perasaan Syeila padamu tetap sama, Syeila merasa memiliki banyak harapan padamu karena kamu selalu menolak gadis gadis yang mendekatimu, dia ingin mengungkap perasaannya namun dia takut jika kamu juga akan menolaknya, maka dari itu dia mendekatiku untuk meminta bantuanku agar bisa dekat denganmu" jelas Panji, Marchel semakin bimbang mendengar kenyataan ini. Dia mengusap wajahnya kasar


"kamu selalu cuek dan dingin, kamu malah menganggapku dan Syeila memiliki hubungan, padahal dia meminta bantuanku untuk dekat denganmu. Setelah kelulusan kita dari SMA kamu bilang sudah bertemu dengan wanita yang kamu cintai sejak kecil dan kamu akan menemuinya, ternyata Syeila mendengarnya, dia menghubungiku dan memintaku untuk mengatakan perasaannya padamu, kami janjian di depan gang rumahmu, sayangnya ketika aku hendak menemui Syeila aku juga mengalami kecelakaan, aku menghubungi Panji dan meminta bantuannya, tapi sebelum Panji datang ada seorang wanita yang menolongku, matanya begitu aku ingat hingga sekarang, dia adalah wanita pertama yang membuatku bergetar, aku menyukainya pada pandangan pertama. Dia mengantarku ke rumah sakit, saat itu aku mengalami retak di tangan, sebelum Panji datang gadis itu pergi, dia bilang akan menemui kekasihnya, hingga akhirnya kami mendengar berita kecelakaan Syeila"


DEG,,,, jantung Marchel berdetak cepat, bukan karena kecelakaan Syeila namun karena cerita Al yang di tolong seorang gadis. Hal itu mengingatkannya pada Davin yang kala itu terlambat karena menolong seseorang yang mengalami kecelakaan. Marchel membuka ponselnya


"apa gadis ini yang menolongmu?" tanya Marchel sambil menunjukkan foto Davin saat pertama mereka bertemu


Al langsung tegang melihat foto yang ditunjukkan Marchel


"be.. benar, dia orangnya, siapa dia?"


Deg.....Alfian merasa seperti orang bodoh yang telah mengakui perasaan pada sang pemilik hati wanita itu.


"Pantas saja mata itu mengingatkanku pada Gita" ya Davina Brigita, wanita yang mencuri hatiku hingga kini, bathin Al


Ketiga pria ini terdiam dengan pikiran masing masing, apalagi Marchel dia begitu bimbang, apa yang harus dilakukannya sekarang.


"kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal ini Chel?"


Marchel tak langsung menjawab,

__ADS_1


"Chel?"


"kemarin paman Pras menemuiku dan mengatakan semuanya"


Alfian dan Panji nampak terkejut


"mereka sudah kembali?" tanya Al


"iya, tapi aku hanya bertemu dengan paman Pras karena dia datang ke kantorku, dia menceritakan keadaan Syeila"


"bagaimana kabar anak itu?"


"tidak baik, dia harus kehilangan rahimnya karena kejadian itu"


Panji dan Al saling tatap, mereka shock namun dari mereka semua Marchel lah yang tampak paling merasa bersalah. Ketiganya kembali diam.


"aku pulang, terima kasih atas semua ceritanya" Marchel pergi dari tempat itu meninggalkan Panji dan Al yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"apa yang kau pikirkan Al?"


"entahlah, Marchel bahkan tidak mengatakan apa yang dikatakan paman Pras" dulu mereka berempat adalah sahabat yang dekat, bahkan keluarga mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Syeila bagai seorang putri yang dikelilingi tiga pangeran tampan. Mereka bersahabat selama 4 tahun, dan berpisah setelah kelulusan SMA itupun dengan kesalahpahaman.


******


gimana gimana?

__ADS_1


komen ya


__ADS_2