Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kita Bertemu Lagi


__ADS_3

"honey....." Davin dan Al menoleh ke sumber suara, mereka melihat Marchel berjalan ke arahnya.


"sayang kau datang?" Davin menyambut tunangannya, tanpa malu Marchel menyaut bibir Davin, membuat wanita itu membulatkan mata.


"ehemm" Al berdehem melihat adegan romantis itu, entah kenapa hatinya sedikit tidak rela


"oh, ada orang rupanya" ucap Marchel seolah tak melihat Al


"honey, dia adalah suami dari Mega, rekan bisnisku namanya Alfian"


"senang bertemu denganmu" Al menjulurkan tangannya namun di abaikan oleh Marchel, Davin hanya diam, dia hafal betul sifat Marchel, siapapun yang berbuat salah padanya tidak akan dia maafkan.


"kau masih mau bekerja sama dengan mereka setelah kejadian itu, oh ayolah kau bukan desainer abal abal yang bisa seenaknya di permainkan"


"sudahlah sayang, aku bisa mengatasi ini, jangan khawatir"


"sebaiknya kita pulang, aku rindu sentuhanmu" Marchel seperti sengaja memperlihatkan kemesraannya dihadapan Al, Davin yang merasa tidak enak hati pada Al akhirnya mengajak Marchel pergi.


"maaf tuan Alfian, urusan kita sudah selesai kan, kalau begitu kami permisi, aku akan mengirim desainku jika semua sudah selesai"


"baiklah, terimakasih sudah memberi kami kesempatan"

__ADS_1


"sudah, jangan terlalu basa basi pada orang asing" Marchel menarik Davin dan segera pergi dari hadapan Al.


Al hanya menghela nafas, Marchel bersikap seolah mereka orang asing, padahal dulu mereka adalah sahabat yang sangat dekat. Kesalahpahamanlah yang membuat mereka bermusuhan seperti saat ini.


Al segera pergi dan kembali ke kantor.


*****


Sepanjang perjalanan Marchel hanya diam, Davin paham apa yang membuat tunangannya ini diam. Sekarang dia pasrah Marchel akan membawanya kemana. Davin menatap ke kluar jendela, hingga mereka sampai di rumah besar milik Marchel.


"honey, kau marah padaku?"


Marchel tak bergeming, dia masuk tanpa menghiraukan Davin, perempuan itu masih mengekorinya


"iya ma" Davin mencium pipi Ria, dia memang sudah akrab dengan mamanya Marchel bahkan sejak mereka masih kecil


"ada apa dengannya?" tanya Ria yang melihat putranya berlalu tanpa kata


"biasa ma, bayi besar mama sedang cemburu" Ria hanya tersenyum, Marchel selalu seperti itu jika Davin bertemu dengan klien laki laki


"kali ini siapa yang dia cemburui?"

__ADS_1


"suami dari perempuan yang ada di video itu mam, aku juga tidak mengerti kenapa Marchel begitu melarangku berhubungan dengan mereka, aneh kan ma?"


Ria sedikit terkejut, dia paham siapa yang di maksud calon menantunya ini, pantas saja Marchel ngambek.


"sebaiknya kamu bujuk bayi besarmu supaya dia tidak tambah merajuk" pinta Ria


"baiklah mam"


Davin berjalan menuju kamar Marchel, dia memang sudah terbiasa kesini, bahkan jika dia menginap, Davin akan tidur bersama Marchel dan Ria sama sekali tidak melarangnya karena dia percaya anak dan calon menantunya pasti tahu batasan yang harus mereka jaga.


"sayang" panggil Davin, namun ia tak melihat Marchel di kamar, ah pasti laki laki itu sedang mandi pikirnya. Dan benar saja, Marchel baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit, ah itu pemandangan biasa yang seribg Davin lihat, Marchel tampak cuek pada Davin.


"hei, kenapa kau begitu marah, dia datang hanya untuk membahas kerja sama" jelas Davin, dia merasa kali ini Marchel agak berlebihan.


"aku sudah katakan, jangan berurusan dengan mereka, aku bisa mengganti keuntungan yang mereka berikan padamu tanpa kamu harus kembali bekerja sama dengan perusahaan itu, lagipula Mega Jaya Grup dalam keadaan tidak stabil, kalau bukan karena suntikan dana dariku maka perusahaan itu akan kolaps"


"sayang, aku harus profesional, dibalik semua yang terjadi, aku tidak boleh melibatkan urusan pribadi dalam hal pekerjaan"


"tapi aku keberatan Vin"


Davin mendekat dan memeluk pria itu dari belakang, sedikit meraba dada six pack nya yang segera ditahan oleh tangan Marchel.

__ADS_1


"kenapa? kita sudah lama tidak bermesraan" benar, sejak keduanya sibuk mereka jarang ada waktu, Davin pandai dalam segala hal termasuk meluluhkan hati seorang Marchel, entah apa yang merasuki mereka malam itu, hingga keduanya lupa akan batasan yang biasa mereka jaga. Keduanya larut dalam cinta dan saling merasakan indahnya surga dunia.


__ADS_2