Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Ancaman Syeila


__ADS_3

Syeila merasa butuh bantuan untuk melawan Davin, dia tidak mau kalah ataupun mengalah, dia teringat perkataan Mega dulu, jika wanita itu mau membantunya karena dia juga tak menyukai Davin.


Pagi ini dia tidak ke butik melainkan ke kantor Mega.


********


Setelah melewati jalanan selama 30 menit, Syeila sampai di kantor Mega, dengan mudah dia bisa masuk karena Syeila memang bekerja sama dengan perusahaan ini.


"permisi, apa nona Mega ada didalam?" tanya Syeila pada sekertaris Mega


"oh, nona Syeila, kebetulan ibu Mega masih ada metting, anda bisa menunggunya didalam"


"baiklah, saya akan menunggu didalam"


Syeila menunggu didalam ruangan Mega, dia duduk dan memikirkan apa yang akan dia katakan pada wanita itu, jelas saja dia akan mendapat sindiran mengingat Mega adalah wanita bermulut pedas. Tak berapa lama Megapun datang.


"wah wah ada apa gerangan apa hingga kamu datang kemari? bukankah urusan bisnis kita sudah selesai?" benar kan, Mega pasti mencibirnya sebentar lagi


"em, aku ada urusan pribadi"


"baiklah silahkan katakan saja"


"aku ingin meminta bantuanmu untuk menghadapi Davin" Mega tertawa, menyebalkan sekali


"kau tidak salah? kau meminta bantuanku menghadapi pelakor itu? apa hubungannya denganku?"

__ADS_1


"bukankah kau pernah bilang jika kau juga tak menyukainya, dan kau mau membantuku jika aku butuh pertolongan, sekarang aku membutuhkannya" ucap Syeila jujur


"apa Davin menggoda Marchel?"


"lebih dari itu, bahkan Marchel berencana berpisah denganku"


"wah wah, benar benar tak terduga, hebat juga si Davin"


"jangan memujinya, aku muak semua orang mengagung agungkan dia, memang apa hebatnya Davin, aku bahkan jauh lebih baik"


"tentu saja kau lebih baik, kau berhasil merebut Marchel darinya, seminggu sebelum mereka menikah" cibir Mega


"jangan menghakimiku, itu bukan urusanmu, sekarang kau mau membantuku atau tidak?"


"wah kau meminta bantuan dengan cara tidak sopan nona"


"kau belum kenal siapa lawanmu, kau sudah melakukan kesalahan berurusan dengan Davin"


"sebenarnya kau mau membantuku atau tidak?" geram Syeila


"santai saja nona, tentu aku akan membantumu tapi kau harus memberiku 5% saham di Madav Grup"


"kau gila!!!!" itu perusahaan Marchel bukan perusahaanku"


"bukankah kau istrinya? Davin bahkan memiliki 20% saham disana" Syeila terkejut mendengar penuturan Mega, " aku yakin kau tidak tahu jika Davin memiliki saham diperusahaan suaminu?" cibir Mega

__ADS_1


"bukan urusanmu, aku akan mengurusnya nanti"


"kau juga mau meminta saham pada Marchel? dia tak akan memberikannya"


"sudah aku bilang itu bukan urusanmu, satu satunya hal yang harus kau lakukan adalah membantuku melawan Davin, kalau tidak aku akan mengatakan pada Al jika kau memakai kontrasepsi yang membuatmu tidak juga hamil" ancam Syeila


"kau berani mengancamku?!!!!!"


"tentu saja, Al akan lebih percaya padaku karena aku sahabatnya" Syeila tersenyum sinis


"sekarang aku benar benar yakin jika kau memang manusia licik"


"terserah apa katamu, yang penting kau harus membantuku, aku tidak mau kehilangan Marchel, dia hanya milikku dan selamanya hanya milikku"


"kau egois nona Syeila, aku rasa kau hanya terobsesi pada Marchel kau tidak mencintainya"


"tahu apa kau soal cintaku pada Marchel, berkacalah dulu sebelum menghinaku, Al juga tidak mencintaimu"


"setidaknya aku tak diabaikan sepertimu, aku lebih beruntung karena Al memberiku nafkah lahir dan bathin"


"kau...!!!"


"sudahlah, apa yang harus aku lakukan untukmu?"


"tentu saja menyingkirkan Davin, memangnya apalagi?"

__ADS_1


"menyingkirkan yang seperti apa? menculik, atau melenyapkannya?"


"kita akan memberinya pelajaran" Syeila menyeringai, Mega mau tak mau harus mengikuti wanita licik ini, dia tak mau jika Syeila membongkar rahasianya pada Al.


__ADS_2