Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kembali Bersahabat


__ADS_3

"Chel, kamu kemari?" tanya Al, Marchel sedikit terkejut, pasalnya sekarang jam 11 malam


"kamu juga disini?" tanya Marchel canggung


"tidak usah canggung begitu, bukankah dulu kita sangat akrab?"


"emm...ya..."


"ada masalah dengan istrimu??" tebak Al


"kenapa kau tahu?"


"karena aku juga" Marchel tersenyum lalu duduk disamping Al, dia tahu Al tidak bersalah atas kecelakaan Syeila dan ini saatnya Marchel meminta maaf


"Al, aku minta maaf" Al menoleh ke Marchel


"sudahlah, yang penting kamu sudah tahu kebenarannya, bagaimana hubunganmu dengan Syeila?"


Marchel menghela nafas,


"tidak baik, aku menyakitinya?"


"maksudmu?"


"aku berbuat kasar padanya?"


"jangan ambigu Chel, kasar itu banyak artiannya, memukul, menampar atau yang lainnya"


"ck, kau memang menyebalkan Al"


"hahaha, akhirnya aku melihat Marchel sahabatku lagi"


Marchel menoleh pada Al


"kau bilang sahabat?"


"ya, sahabat, kenapa? kau tak mau lagi bersahabat denganku??"


"ah, bukan begitu, tapi setelah kejadian itu aku selalu memusuhimu, kamu masih mau bersahabat denganku??"


"hahaha, tentu saja, dulu kau hanya salah paham, tapi semua sudah berlalu, mari kita bersahabat kembali" Al mengulurkan tangannya, Marchel tersenyum menyambut uluran tangan Al


"bersahabat kembali" mereka berdua sama sama tersenyum


"sekarang ceritakan, apa maksudmu dengan kasar?"


"aku melakukan itu dengan Syeila"


"kau dan Syeila ML dengan kasar, begitu maksudmu?"


"hm"

__ADS_1


"kenapa begitu?"


"huh, Syeila memancing amarahku, dia membuang semua foto dan pakaian Davin yang ada di kamarku"


"apa!!?"


"jangan berteriak Al"


"ah, maaf aku hanya kaget saja, kenapa bisa begitu?"


"aku memang tidak mengijinkan Syeila tidur di kamarku, karena disana aku masih menyimpan foto dan kenangan tentang Davin"


"lalu?"


Marchel menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan Syeila.


"apakah ini pertama kalinya kalian berhubungan?"


"em"


"apakah ini juga yang pertama kalinya untuk Syeila, jika ia kau sungguh menyakitinya Chel"


"aku rasa iya, entahlah, aku tidak merasakannya, tapi baru saja melakukannya, aku mengingat Davin, aku segera meninggalkannya dan pergi kemari"


"kau benar benar gila Chel"


"ya, aku memang gila, gila karena Davin, aku bahkan mengingat dia saat aku melakukan hal itu dengan istriku, untung saja aku baru menyentuhkan, pikiranku buyar dan aku kembali mengingat malamku dengan Davin"


Al begitu terkejut


"ya, dua kali"


"kau benar benar gila Chel, dimana perasaanmu, kau meninggalkan Davin setelah menidurinya??"


"aku tidak punya pilihan Al"


"apa maksudmu?" Marchel kembali menghela nafas


"waktu itu, tiga minggu sebelum hari pernikahanku dengan Davin, paman Pras menemuiku, dia menceritakan tentang kecelakaan Syeila, dia bilang Syeila harus kehilangan rahimnya, hal itu membuatnya terpuruk, dia juga bilang jika Syeila kecelakaan karena mengejarku, aku merasa bersalah, aku bimbang, apalagi paman Pras memintaku menikahi Syeila"


Lagi lagi Al terkejut


"lalu kau memilih Syeila dan meninggalkan Davin??"


"Syeila lebih membutuhkan aku Al, siapa pria yang mau menikahi wanita yang tidak bisa memberikan keturunan, sedangkan Davin aku yakin pasti ada pria yang akan menerimanya dengan tulus, apalagi dia wanita sempurna"


"kau tidak butuh keturunan?"


"tentu saja aku membutuhkannya, tapi aku sendiri bingung harus bagaimana"


"berbicara keturunan aku jadi sedih, kami menikah selama 3 tahun tapi belum juga memiliki anak padahal hasil pemeriksaan mengatakan kami sehat" lirih Al

__ADS_1


"jangan sedih, mungkin Tuhan belum memberinya saja"


"kau benar Chel, mungkin aku harus lebih bersabar" mereka diam sejenak, " Chel bukankah kau sudah berlaku tidak adil pada Davin"


"ya, dia bahkan tidak bertanya alasanku melakukan ini, dia terlihat pasrah pada keadaan dan itu yang membuatku dan mama terjerumus dalam penyesalan yang teramat dalam"


"dia pergi begitu saja??"


"tidak, dia memberikan sumpahnya sebelum pergi"


"apa itu?"


"dia berkata aku tidak akan memiliki keturunan dari wanita manapun selain Davin dan suatu hari aku dan mama akan datang mengemis padanya, dia juga berkata aku akan selalu hidup dalam bayang bayang masa lalunya", Marchel tertawa getir, "dan benar, sekarang aku memang hidup dalam bayang bayang masa lalunya, aku yakin dia akan balas dendam padaku suatu hari nanti"


"sumpahnya terdengar sangat mengerikan, apa kau begitu mencintai Davin?" Marchel menoleh


"sangat, dia adalah alasanku bisa seperti sekarang, dia separuh nyawaku, ketika dia datang nanti aku akan menerima apapun hukuman darinya"


"Chel, saat aku kecelakaan ternyata Davin yang menolongku, aku hafal betul mata indahnya, setelah video dia dan Mega viral aku bertemu dengannya, saat itu aku tak mengenalinya, dia terlihat jauh lebih dewasa dan cantik"


"dia memang cantik"


"Chel, seandainya suatu hari aku memiliki kesempatan bertemu dengannya, aku akan berusaha mengejar cintanya" Marchel terperanjat


"apa maksudmu? bukankah kamu sudah memiliki istri, kenapa kamu berkata begitu?"


"aku memang memiliki istri, tapi kamu tahu sendiri kan bagaimana Mega, bagaimana pernikahan kami bisa terjadi, jika Tuhan memisahkan aku dan Mega suatu hari nanti, aku akan mengejar Davin, karena aku menyukai dia sejak kecelakaan itu" aku Al


"Al, jujur aku tak rela mendengarnya, aku masih sangat mencintai Davin, namun aku juga sudah mengecewakannya, aku menyerahkan semuanya pada takdir"


"aku benar benar yakin jika kamu mencintainya"


"ya kau benar, 9 tahun bukanlah waktu yang mudah untuk melupakan semuanya"


"lalu bagaimana dengan Syeila"


"aku tidak bisa mencintainya, aku akan meminta maaf padanya, hidup seatap sebagai sahabat mungkin tidak buruk"


"tapi sepertinya dia menginginkan lebih Chel, dia menyukaimu sejak SMP"


"aku tak bisa memberikan yang dia inginkan, jika suatu hari dia sudah tidak sanggup bersamaku, biarlah dia pergi dengan sendirinya"


"kau benar benar kejam Chel"


"memang, tapi kita tidak bisa memaksakan cinta kan?"


"kau benar, tapi bagaimana untuk membuka hati?"


"kau sendiri, kenapa tidak membuka hati untuk Mega?"


"sudah, tapi tidak berhasil, Mega selalu berada di atasku, dia melupakan aku sebagai kepala keluarga, aku perlahan mundur dan menutup hatiku"

__ADS_1


"huh, nasib kita sama, sama sama menikah dengan wanita yang tidak kita cintai"


"dan mencintai wanita yang sama"


__ADS_2