
"Davin..." Davin menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat Panji sahabat Marchel. Panji pun tak kalah terkejut melihat Davin apalagi dengan perutnya yang besar.
"kalian saling kenal?" tanya Cris, keduanya sama sama mematung, Davin segera berdiri dan hendak pergi
"arrggghhh" rintih Davin
"Vin" Cris mendekati Davin yang terlihat kesakitan, Panji pun mendekat, ia sebenarnya bingung, Davin menghilang bak di telan bumi dan sekarang dia bertemu Davin dengan keadaan hamil.
"aarrrhhhhgg sakit Cris"
"kak Ji, jangan bengong, bantu aku bawa Davin ke rumah sakit" Panji segera sadar dari lamunannya, dia dan Cris menuntun Davin ke mobil lalu membawanya ke rumah sakit. Tak lupa juga membawa peralatan bayi yang memang sudah Davin siapkan jauh jauh hari.
Perjalanan terasa begitu lama saat kondisi panik begini
"kak bisa lebih cepat" pinta Cris
"ini sudah ngebut Cris, kalau lebih ngebut lagi kita bisa kena tilang"
Davin meremas tangan Cris, wanita itu mengeluarkan keringat dingin. Sepertinya putranya sudah tak sabar untuk segera melihat dunia.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit, Davin segera dibawa ke ruang bersalin, Cris dan Panji mengekor di belakangnya. Mereka menunggu dengan cemas.
"Cris hubungi suami Davin"
"siapa?"
__ADS_1
"suaminya Cris, suami Davin" Panji mengira Cris tidak mendengar ucapannya
"Davin tidak punya suami"
Panji terkejut mendengar penuturan Cris
"hah,,,apa maksudmu?"
"ck, kakak itu ga dengar apa, aku ini lagi panik, hah hah hah hah aja, Davin itu ga punya suami"
"lalu kenapa dia bisa hamil?" tanya Panji seperti orang bodoh
"kakak ga pernah dapat pelajaran IPA ya dulu? wanita hamil ya karena pembuahan kak, gimana sih" kesal Cris
"maksudku bukan itu Cris, siapa yang membuatnya hamil?" geram Panji, mereka malah asyik berdebat saat Davin mempertaruhkan nyawa demi melahirkan bayinya.
Deg......jantung Panji berdetak cepat, ia seakan tidak percaya akan hal ini, jika benar berarti anak yang dikandung Davin adalah anak Marchel
"bre....sek" Panji meninju tembok dengan keras, tangannya terluka, hal itu membuat Cris semakin bingung
"kak ada apa? kenapa kamu marah? ah ya, sepertinya kamu mengenal Davin ya?"
"aku sahabat tunangannya Davin"
Cris terdiam, dia menutup mulut tak percaya, kenapa dunia ini sempit sekali. Padahal kata orang, dunia tak sesempit daun kelor.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara tangisan bayi, Cris dan Panji begitu lega. 30 menit kemudian Davin dan bayinya di bawa ke ruang rawat biasa. Setelah memberi bayinya Asi, Cris dan Panji masuk ke kamar rawat Davin.
Davin terdiam, dia tak tahu harus berkata apa pada Panji,
"Vin..." Panji menatap Davin iba, dia ikut merasa bersalah melihat kondisi Davin. Cris sudah menceritakan semua tentang Davin, bahkan orang tua Davin tak mengetahui hal ini. Miris bukan, saat Marchel menikah dengan Syeila justru Davin menderita dan menanggung semua sendiri.
Hubungan Panji dan Marchel agak renggang sejak Marchel memutuskan menikahi Syeila, Panji merasa sedikit curiga dengan kondisi Syeila, tapi Marchel tak mendengar ucapannya untuk menyelidiki hal ini terlebih dahulu, dia lebih percaya dengan omongan ayah Syeila yang belum tentu benar.
"Ji, aku mohon jangan beritahu siapapun tentang hal ini, apalagi pada Marchel" Davin mengatupkan kedua tanganya, matanya berkaca kaca. Panji semakin iba melihatnya.
"Vin, kenapa kamu tidak mengatakan hal ini pada Marchel?"
"buat apa? dia bahkan tak menjelaskan alasannya membatalkan pernikahan kami dan menikahi wanita lain" Davin menangis kala mengingat sakit hatinya, Panji memeluk Davin, dia sudah menganggap Davin seperti adiknya sendiri, Cris pun iba melihat Davin, dia juga ikut menangis. "dia pasti bahagia kan Ji, dia pasti bahagia" tangis Davin kembali pecah,
"aku tidak tahu Vin, hubungan kami merenggang sejak Marchel menikah, Vin...jika saja kamu berterus terang, aku yakin Marchel tidak akan menikahi Syeila"
"awalnya aku datang untuk memberi tahukan hal ini, nyatanya aku mendengar Marchel akan menikahi wanita lain, aku sakit hati Ji, aku sakit, kenapa Marchel begitu kejam padaku? apa salahku?"
"sudahlah jangan menangis, ada aku dan Cris disini, kami adalah keluargamu sekarang" Davin sedikit tenang, awalnya Davin takut jika Panji akan memberitahukan kelahiran anaknya pada Marchel.
Panji melihat bayi laki laki yang sedang terlelap di box nya, dia mirip sekali dengan Marchel.
Ya Tuhan, kenapa semua ini terjadi pada Davin, Marchel brengsek, aku akan membuat perhitungan denganmu, bathin Panji.
"Siapa nama jagoan aunty ini?"
__ADS_1
"Marvin Elvano"
Bahkan kamu masih menyematkan nama laki laki pecundang itu untuk nama bayimu Vin, semoga kamu segera menemukan kebahagiaanmu