
Marchel dan Syeila sama sama diam, mereka masih dengan pikiran masing masing.
*Panji pasti mengetahui sesuatu, dia tidak akan semarah ini dan memutuskan persahabatan kami jika tidak ada masalah yang besar, aku harus bertemu dengan Panji, apa mungkin Panji bertemu dengan Davin?, ucap Marchel dalam hati
Kenapa Panji tiba tiba membahas Davin denganku dan Marchel, aku memang tak mengenal Davin tapi melihat sikap Panji aku yakin pasti terjadi sesuatu pada Davin, ya Tuhan aku takut, bagaimana jika benar telah terjadi sesuatu, bagaimana jika dia tiba tiba datang dan merebut semuanya, bathin Syeila*.
Mereka sudah sampai di depan rumah
"kau masuklah dulu, aku akan pergi sebentar"
"kau akan pergi kemana?" tanya Syeila was was
"aku ada sedikit urusan"
"baiklah" Syeila akhirnya pasrah dan membiarkan Marchel pergi. Syeila masuk didalam rumah
"kamu sudah pulang, dimana Marchel?" tanya Ria
"Marchel ada sedikit urusan ma, dia pergi setelah mengantarku pulang"
"oh, emm Syei bisakah kita bicara sebentar?"
"tentu ma, ada apa?"
__ADS_1
"emmm, sebelumnya mama minta maaf, mama tahu bagaimana kondisi kamu, tapi mama juga manusia biasa, mama menginginkan cucu" Deg....inilah yang Syeila takutkan
"ma, maafkan aku, aku tidak bisa mengabulkan keinginan mama" Syeila menunduk
"mama tahu, mama sangat mengerti perasaan dan kondisi kamu, tapi kamu juga harus memikirkan keadaan Marchel, bagaimanapun dia butuh keturunan untuk meneruskan perusahaannya, maka dari itu mama minta kelapangan hati kamu, ijinkan Marchel menikah lagi"
Syeila diam, ia begitu hancur mendengar ucapan mertuanya, dia mencintai Marchel begitu besar, sebagai wanita dia tak mau jika harus berbagi suami, tapi ia juga tidak mungkin mengabulkan keinginan mertuanya, jika dia melakukan itu, Marchel pasti langsung menceraikannya.
"ma,,maafkan aku yang tidak sempurna ini, tapi sebagai wanita aku tidak sanggup jika harus berbagi suami"
"mama tahu ini berat buat kamu Syei, tolong jangan egois, Marchel juga pasti menginginkan anak"
Syeila menangis, ia dilema. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
"ma, beri aku waktu, aku akan memikirkannya"
Ya Tuhan aku bahkan tidak memikirkan jika hal ini akan terjadi, apa yang harus aku lakukan sekarang? jerit hati Syeila
******
Marchel sudah berada di rumah Panji, dia segera mengetuk pintu
ceklek....
__ADS_1
"oh, Marchel silahkan masuk" ucap Dani ayah Panji
Mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu
"om, saya kesini mencari Panji, apa Panji ada dirumah?"
"maaf sekali Chel, kamu terlambat, Panji sudah berangkat ke luar negeri 30 menit yang lalu"
Marchel nampak shock, hadapannya pupus untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Panji pasti tahu sesuatu tentang Davin.
"Panji pergi kemana om?"
"sekali lagi maaf, kami tidak bisa memberi tahumu kemana Panji pergi, dia tak mengijinkannya, sebenarnya apa yang terjadi?"
"entahlah om, saya juga tidak mengerti tiba tiba Panji memutuskan persahabatan kami" Marchel menunduk
"om sangat mengenal Panji, pasti telah terjadi sesuatu yang besar atau mungkin kamu telah berbuat salah tanpa kamu sadari"
"saya rasa begitu om, saya juga masih bingung, kalau begitu saya pamit om"
Marchel pergi dari rumah Panji dengan perasaan kecewa, dia kembali teringat ucapan Panji yang tiba tiba membahas Davin.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu honey? hatiku begitu sesak memikirkanmu, dimana kamu sekarang? aku begitu merindukanmu" Marchel menitikkan air mata, sungguh ini juga menyiksa dirinya.
__ADS_1
****
Yuhu, gimana bab kali ini**???