Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kau Hanya Masa Lalu


__ADS_3

"kau masih mencintaiku Davin" ucap Marchel setelah mereka berciuman, Davin mundur beberapa langkah.


Sial, bisa bisanya aku terbuai perlakuannya, kalau seperti ini terus aku akan kalah dan dendamku tidak akan terbalaskan, bathin Davin.


"kenapa kau diam? kau baru sadar jika perasaanmu padaku masih sama seperti dulu" imbuh Marchel


"hahaha, jangan bercanda Marchel, kau hanya masa lalu bagiku, jadi jangan jadikan hal tadi suatu hal yang serius"


"tapi kau membalas ciumanku, artinya kau masih memiliki rasa itu kan?"


"rasa cinta maksudmu? oh come on ini 2021 Chel, ciuman bukan lagi hal tabu, hanya karena aku membalasnya kau mengira aku masih mencintaimu? itu tidak benar, jangan baperan jadi orang"


"jadi apa arti ciuman tadi bagimu??"


"just a fun"


Deg.......

__ADS_1


Apa aku memang sudah tak berarti di hati Davin? dia bukan Davin yang ku kenal dulu, gumam Marchel dalam hati


"sebaiknya kau pulang, istri pilihanmu itu pasti tengah menunggumu, bukankah kau selalu memeluknya sepanjang malam? pergilah"


"aku tak pernah tidur bersama dengan Syeila"


"bukan urusanku"


"Vin, tak bisakah kita kembali seperti dulu, aku benar benar ingin memelainya dari awal"


********


Disisi lain, Dewa tengah marah besar


"sudah aku katakan dulu, Alfian itu tidak pantas untukmu, lihat apa yang dia lakukan sekarang, kau dicampakkan Meg, dasar bodoh, seharusnya kau mengikuti perkataanku!!!"


"aku tak mau menjadi boneka papa, sudah cukup aku kehilangan satu cintaku aku tidak mau kehilangan Al juga!!"

__ADS_1


"heh, kau memang wanita yang payah, dulu kau menjalin kasih dengan si miskin Firman, lalu dengan Alfian yang sama miskinnya, kalau bukan karena bantuanku perusahaannya pasti sudah bangkrut, jika saja kau menuruti aku untuk menikah dengan Marchel tentu hidupmu tidak akan seperti ini!!"


"hahaha, apa papa tidak melihat Syeila, Marchel bahkan tak menganggapnya sebagai istri, dia hanya mencintai Davin hingga saat ini, jika aku menikah dengan Marchel nasibku sama saja dengan Syeila, istri di mata hukum dan agama saja" Syeila tertawa sinis


"setidaknya kau menjadi istri pengusaha kaya"


"oh ayolah pa, aku juga sudah kaya, bukankah Al sudah membuat perusahaan kita semakin maju bahkan menjadi nomor 4 di negara ini, itu karena Al memang cerdas, dia tak kalah dengan Marchel"


"tapi tetap dibawah Marchel"


"terserah papa saja, yang jelas aku tak akan membiarkan Al menceraikanku, jika papa memaksa maka aku akan pergi untuk selama lamanya"


"kau mengancamku!!!, itu tidak akan memepengaruhi apapun, setelah kau bercerai kau harus menuruti semua perkataanku"


Mega keluar lalu menaiki mobil, dia butuh ketenangan, dia butuh sendiri, mobilnya tanpa sadar melaju ke sebuah rumah kecil yang ia beli 8 tahun lalu, tepatnya setahun sebelum ia menikah dengan Al. Mega membuka pintu rumah tersebut, rumah mini dengan dua kamar, ruang tamu kecil, satu dapur dan kamar mandi. Di dindingnya masih terpajang foto foto dirinya bersama Firman, pria yang menjadi cinta pertamanya, pria miskin yang Dewa tolak mentah mentah, rumah ini menjadi saksi cinta mereka, bagaimana mereka bahagia, bagaimana mereka menangis, kenangan kenangan itu kembali menghiasai kepala Mega.


Aku merindukanmu, maafkan aku tak bisa memperjuangkan cinta kita, aku sudah mencintai orang lain, maaf jika aku egois, aku harap kamu bahagia di surga, Mega menitikkan air mata.

__ADS_1


__ADS_2