Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Mencemaskan Marchel


__ADS_3

Bab sebelumnya sudah aku revisi ya, biar kalian ga bingung baca bab ini maka bacalah ulang bab sebelumnya. Maacih


********


Al membeku, setelah menunggu dengan cemas kenapa Davin malah menanyakan Marchel, ada apa sebenarnya? tanya Al dalam hati


"Vin, kamu baik baik saja?" tanya Al memastikan


"aku baik baik saja Al, dimana Marchel?" Al menoleh pada Citra, sayangnya wanita itu hanya diam


"kenapa kamu menanyakan Marchel?" tanya Al penasaran


"karena dialah yang menolongku, dia terkena tembakan di lengannya apa dia baik baik saja?" Al dapat melihat kecemasan di mata Davin, jadi Marchel yang telah menyelamatkan Davin, jadi pria penolong yang polisi katakan adalah Marchel, tapi dimana Marchel, Al dan yang lainnya tak melihat Marchel waktu di rumah sakit puncak


"mungkin kamu salah Vin, kami bahkan tidak melihat Marchel di rumah sakit puncak" jelas Al


"tidak mungkin Al, aku sadar waktu itu, dia benar benar Marchel, dia terluka" ucap Davin dengan mata berkaca kaca


"tapi disana tidak ada Marchel Vin, kami tak melihat keberadaannya" jelas Al

__ADS_1


"dimana ponselku, aku harus menghubunginya" Davin mencari ponselnya namun tidak ada, Al yang melihat Davin mencemaskan Marchel merasa hatinya nyeri,


"Vin, ponselmu ada dirumah, mama lupa membawanya, kemarin ponsel kamu ditemukan didalam mobil"


"aku pinjam ponsel mama saja" pinta Davin, Citra melirik Al, dia hanya tidak enak hati kepada calon menantunya


Davin ini kenapa tidak peka sekali sih, disini ada Al, dia malah memikirkan Marchel. gerutu Citra dalam hati


"kebetulan ponsel mama lowbat Vin, sebaiknya kamu istirahat dulu, nanti mama bawakan ponselmu"


"tapi ma..."


Davin menekan tombol calling, menelpon nomor Marchel sayangnya meski berkali kali, tetap tak mendapat jawaban


"Vin, sebaiknya kamu istirahat saja biar cepat pulih, nanti kamu hubungi Marchel lagi, mungkin saat ini dia sedang sibuk" ucap Al, dengan berat hati Davin melakukannya. Dia memilih istirahat dan akan menghubungi Marchel nanti.


.


.

__ADS_1


Marchel tengah duduk di teras rumahnya, dia tak bisa memulai rencana untuk membuka pabrik teh karena luka di lengannya, dengan terpaksa scedul yang telah dia susun rapi harus ia tunda beberapa hari hingga tanganya sembuh. Ponselnya berbunyi, Marchel melihat nama Al disana, diabaikannya panggilan tersebut, namun Al masih terus menghubunginya berkali kali


"kenapa Al memaksa menelponku, apa terjadi sesuatu kepada Davin?" tanya Marchel dalam hati, ingin dia mengangkatnya tapi Marchel urungkan


*****


"maaf bos, kami gagal" lapor seseorang kepada bos nya


"dasar bodoh, bagaimana mungkin kalian bisa kalah, bukankah kalian memiliki ilmu bela diri yang tinggi!!!"


"tiba tiba ada pria yang menolongnya bos, dia melawan kami"


"kalian itu bertiga, hanya melawan satu pria dan satu wanita kalian tidak becus!!"


"kami sudah berusaha bos, bos saja tidak bisa melenyapkannya, kenapa sekarang menyalahkan kami, kalau bos bisa, lakukan saja sendiri!!", tut, penculik itu memutuskan panggilan teleponnya dengan Syeila


"kurang ajar, berani sekali kalian padaku, aku sudah membayar mahal hanya untuk sebuah kegagalan, arrrgggghhhhh" Syeila membanting semua barang barang yang ada dikamarnya, lagi lagi dia gagal, kenapa Davin selalu beruntung, siapa pria yang menyelamatkan, sial...


Jika kali ini kau semalat, maka tidak dengan esok Davina, kau harus membayar semua penderitaanku!!!

__ADS_1


__ADS_2