Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Hasutan Mega


__ADS_3

Marchel baru pulang jam 5 pagi, dia berjalan ke kamar, dilihatnya Syeila berdiri didepan jendela.


"kamu sudah pulang?" tanya Syeila seakan tidak terjadi apa apa


"hm" Marchel segera ke kamar mandi


Syeila masih menunggu Marchel, tak lama Marchel keluar dari kamar mandi


"Chel kamu dari mana saja?"


"menenangkan diri"


"apa sebegitu tertekannya kamu menjadi suamiku?"


Marchel menghela nafas


"Syei, aku minta maaf atas perlakuan kasarku padamu, mari kita memulainya dari awal sebagai sabahat"


"sahabat?"


"ya, kita bersahabat seperti dulu"


"omong kosong apa yang kamu katakan, bersahabat? aku tidak mau, aku istrimu bukan sahabatmu, aku ingin menjadi istri sesungguhnya bukan hanya sahabat, dan aku adalah pemilik dirimu, jadi akan kubuat kau melupakan kenangan yang seharusnya kau hapus dalam rumah tangga kita"


Marchel terperanjat, dia tidak menyangka Syeila akan berbicara seperti itu. Wanita ini buian sahabatnya dulu, dia telah berubah menjadi wanita yang penuh ambisi


"kau bukan Syeila yang ku kenal dulu"


"ya kau benar, 9 tahun kita tidak bertemu dan aku tidak mau berbagi atau melepaskan apapun yang sudah menjadi milikku termasuk dirimu"


Syeila masih berdiri dengan angkuhnya


"kamu menjadi egois Syei, awalnya aku ingin memulai hubungan yang baik seperti dulu, sayangnya kamu angkuh, jika itu maumu aku tidak peduli, kau memang istriku tapi hati dan jiwaku hanya milik Davin" Marchel pergi meninggalkan Syeila yang masih mematung. Setelah Marchel pergi, Syeila luruh, dia menangis, sesakit inikah yang harus ia terima atas keegoisannya untuk bersama Marchel.


*******


"maaf aku terlambat" ucap Mega

__ADS_1


"tak apa, aku juga baru datang" jawab Syeila


"baiklah seperti yang aku katakan, aku ingin bekerja sama denganmu, perusahaanku akan meluncurkan pakaian khusus Hari Raya, aku minta kau mendesain beberapa baju yang tentunya fashionable dan limited edition"


"kenapa kau ingin memakai jasaku, bukankah perusahaanmu bekerja sama dengan Miss Gi"


"hahah, kau benar benar tidak tahu siapa Miss Gi, sudah berapa lama kau berkecimpung di dunia desain?"


"apa maksudmu?"


"Miss Gi adalah Davin"


Syeila cukup terkejut mendengar jika Miss Gi adalah Davin, ternyata Davin adalah salah satu desainer yang sudah terkenal di negeri ini.


"aku baru memulai karierku di dunia fashion, wajar jika aku tak mengetahui jika Miss Gi adalah Davin, lantas mengapa kau meminta kerja sama denganku, bukan dengan Miss Gi?"


"kau minder nona?" Mega tersenyum mengejek


"tentu saja tidak nona Mega, karyaku juga tak kalah bagus darinya"


"kau tahu kan dia menghilang bagai di telan bumi sejak pernikahannya dengan suamimu batal, aku tidak menyangka kau mampu menggeser posisi Davin"


Syeila tersenyum


"aku, Marchel dan suamimu adalah sahabat, kami mengenal sudah lama, Marchel mencintaiku jelas saja dia memilih menikahi aku daripada Davin"


"hahahah, kau yakin Marchel mencintaimu?"


"apa maksud ucapanmu?"


"kau tidak tahu bagaimana Marchel membela Davin saat beragumen denganku beberapa waktu lalu, aku lihat Marchel sangat mencintai Davin, aku jadi curiga jangan jangan kau melakukan hal licik untuk merebut Marchel"


Wajah Syeila mendadak pucat, dia berkeringat. Mega yang melihat hal itu sudah yakin jika ada sesuatu yang tidak beres, dia sendiri juga tak percaya tiba tiba Marchel memilih menikahi wanita lain, jelas jelas Davin adalah mencintainya.


"a...aku tidak mengerti maksudmu?" ucap Syeila berusaha tenang


"kau gugup nona, aku tahu ada sesuatu"

__ADS_1


"itu bukan urusanmu, lagipula sekarang Davin bukan siapa siapa Marchel dan aku adalah istrinya Marchel"


"baiklah terserah saja lagipula juga bukan urusanku, oh ya apa kau tahu wanita seperti apa Davin itu?" Mega berusaha menghasut Syeila


"memangnya Davin wanita seperti apa?"


"haha, ku peringatkan dirimu untuk berhati hati, dia bukan tipe wanita lemah yang akan mengalah begitu saja, jika dia menghilang saat ini maka dia pasti datang suatu hari nanti dengan kejutan yang tak akan kau duga, bisa saja dia merebut Marchel kembali suatu saat nanti"


Benar juga kata wanita ini, bahkan di hari pernikahan kami aku mendapat paket teror misterius, mungkin saja itu kiriman dari Davin, aku tidak akan membiarkan dia merebut Marchel dariku, bathin Syeila


"sepertinya kau mengenal Davin dengan baik, apa karena dia pelakormu?" pancing Syeila


"hahaha, aku tidak mengenalnya, kami hanya bekerja sama dalam urusan bisnis, dia orang yang profesional, kerjanya juga sangat bagus, semua karyanya laris manis di pasaran, sayangnya nasibnya tak sebagus kariernya atau lebih tepatnya belum beruntung dan masalah pelakor itu, bukankah kau sahabat suamiku? kurasa kau tahu jika Al tak mungkin melakukannya, aku hanya berjaga jaga jika sewaktu waktu milikku terusik"


"apa tujuanmu berbicara hal ini denganku?"


"bukankah aku mengajakmu bekerja sama dengan perusahaanku?"


"baiklah aku terima tawaranmu, tapi aku yakin kau punya tujuan lain"


"tidak ada nona Syeila, jangan berburuk sangka padaku, aku rasa kita bisa jadi teman baik"


"aku tidak butuh teman"


"nona, aku sarankan jangan jadi penyediri, berbaurlah, kau masih muda bukan, kau butuh banyak saran dari orang lain"


"aku sudah nyaman seperti ini nona Mega, dan aku tak butuh saran dari siapapun"


"kau takut rahasiamu terbongkar?"


"sudah aku katakan aku tak punya rahasia, jika anda memiliki niat lain maka cepat katakan, saya tidak suka orang yang berbelit belit"


"baiklah, jangan marah, maksudku aku juga tidak menyukai Davin, jadi jika suatu hari kau butuh bantuanku aku akan senang hati membantumu dan masalah kerja sama kita, kita bisa bertemu lagi lain waktu untuk penandatanganan kontrak"


"tentu saja dan kau jangan khawatir padaku, aku tidak selemah yang kau duga"


"baiklah aku percaya, kalau begitu aku pamit"

__ADS_1


__ADS_2