
Davin melupakan sakit hatinya sejenak, ia berubah haluan. Awalnya dia akan bermain main dengan Marchel dan istrinya, membuat mereka menderita dan membayar semuanya. Tapi setelah kejadian di klinik Vita, Davin bertekad akan merebut Marchel kembali. Jika bertanya apakah Davin akan hidup bersama Marchel maka jawabannya tidak, dia hanya akan menghancurkan rumah tangga mereka.
Davin sudah siap dengan semua rencananya apalagi dia memiliki kartu As Syeila. Dia sudah memerintahkan beberapa orang untuk mengawasi Marchel dimanapun pria itu berada, Davin akan membuat mereka seolah olah tak sengaja bertemu.
Baiklah kita mulai rencananya, bathin Davin
********
Marchel baru saja selesai metting dengan beberapa klien, dia harus berusaha meyakinkan mereka untuk tetap bekerja sama setelah skandalnya dengan Davin mencuat ke publik. Beruntung Marchel orang yang cerdas hingga beberapa klien memutuskan menjalin kerja sama kembali.
Davin yang sudah tahu keberadaan Marchel sengaja membuat keduanya bertemu.
Bruk....
"ah, maafkan aku" ucap Davin, dia sengaja menabrak Marchel
"tidak apa apa" Davin berdiri
"kau!!!!!"
"Davin"
"aku cabut kembali kata maafku" Davin segera pergi namun di cegah oleh Marchel
"apa maumu?!!!"
"Vin, bisakah kita bicara sebentar?" pinta Marchel
__ADS_1
"jika kau hanya ingin meminta bertemu Marvin maaf saja Chel, itu hanya mimpimu"
"tidak, aku ingin berbicara tentang kita"
Davin berdiam sejenak, dia tersenyum dalam hati karena rencananya berhasil
"baiklah, tapi hanya 15 menit"
"tentu"
Mereka masuk ke dalam restoran, dan duduk di pojok ruangan agar tak banyak yang mengetahui keberadaan mereka.
"jadi, apa yang ingin kau katakan?"
"Vin, aku sungguh minta maaf, bisakah kau memaafkanku?"
"aku sungguh menyesal Vin, jika saja aku tahu kau sedang hamil saat itu, aku pasti tidak akan melakukan hal itu"
"sudahlah, terlepas dari semua yang terjadi nyatanya kau tak tulus mencintaiku" pancing Davin
"aku tulus mencintaimu Vin, kau tahu itu"
"jika kau tulus, kau tidak akan melakukan hal ini Chel, tulus seperti apa yang kau maksud? tulus mencampakkan dan membuangku bak sampah menjijikkan setelah kau pakai?"
Marchel menunduk, kemudian mendongak dan memberanikan diri memegang tangan Davin
"Vin, aku tak punya pilihan waktu itu, aku tidak bisa berfikir jernih"
__ADS_1
"dengan mengorbankan aku dan anakku?"
"maaf"
"Chel, kau tahu betapa bahagianya aku saat tahu aku hamil? aku membayangkan semua janji janjimu, hidup bersama anak anak kita dan bahagia selamanya, tapi tak ada angin tak ada hujan semua sirna begitu saja, kau menikahi wanita lain, tahukah kau betapa hancurnya aku?" Davin menangis, inilah sakit yang selama ini ia pendam, Marchel menghapus air mata di pipi Davin
"katakan apa yang bisa mengganti rasa sakitmu?"
"tidak ada"
"Vin, tak bisakah kita kembali seperti dulu?"
"dengan menjadi simpananmu? oh ayolah Chel diluar sana masih banyak pria yang lebih kaya darimu yang mau denganku, kau tahu kan apa prinsipku, aku tidak mau berbagi suami, jadi maaf permintaanmu di tolak"
Marchel kembali diam, dia dilema
"jika aku berpisah dengan Syeila apa kau mau kembali padaku?"
Akhirnya kau mengatakannya Chel, Davin menyeringai dalam hati
"entahlah Chel, mungkin aku akan mempertimbangkannya dan soal rumah itu, aku minta maaf"
"benarkah kau yang memerintahkan orang untuk menghancurkan rumah kita?"
"ya"
"kenapa? bukankah rumah itu impianmu? banyak kenangan kita disana"
__ADS_1
"aku sakit hati, aku ingin melupakan semua kenangan kita termasuk malam panas yang kita lalui hingga hadirnya Marvin" Marchel kembali diam, tanpa dia sadari Davin merekam semua pembicaraan mereka dan mengirimnya kepada Syeila.