
Al berlari keluar dari mobil ketika sudah sampai didepan rumah Marchel. Ia segera pergi ke rumah Marchel ketika Panji mengatakan jika Marchel sudah mengetahui semuanya, bahkan dia merelakan Davin bersama dirinya. Dengan tak sabar dia mengetuk pintu rumah Marchel
"oh den Al, kalau mau cari tuan Marchel maaf tuan Marchel dan nyonya sudah pergi"
"kemana bi?"
"kalau itu, mereka tidak mengatakannya, hanya menitipkan untuk jaga rumah, mereka juga tidak bilang mau pulang kapan" jelas ART rumah Marchel
Seketika Al lemas, ia sadar telah mengkhianati sahabatnya. Tentu Marchel kecewa dan sakit hati, buktinya dia pergi tanpa berpamitan. Wajar jika Marchel marah, jika Al dalam posisi Marchel pun dia akan melakukan hal yang sama.
"ya sudah bi, terima kasih" Al berjalan dengan langkah gontai, ia kembali ke dalam mobil. Sejenak berfikir kemana Marchel pergi. Sudah jelas kepergian Marchel karena dirinya. Entah kenapa, hati Al merasa nyeri, jika selama ini dia bisa menyembunyikan hubungannya dengan Davin dibelakang Marchel, tak tahu kenapa ketika Marchel telah mengetahuinya, Al malah gundah. Dari awal dia meyakinkan dirinya sendiri jika semua akan baik baik saja, dan benar dugaannya. Marchel menerima semuanya dengan lapang dada, kenapa sekarang justru dia merasa tak tenang.
Sedangkan saat ini Marchel berada didalam mobil. Ia dan mamanya sedang dalam perjalanan menuju ke kota J, kota dimana papanya di lahirkan. Kota dimana dia juga dilahirkan sebelum pindah dan bertemu Davin kecil. Menikmati jalanan, sesekali menarik nafas panjang, Marchel berusaha menahan sesak di dadanya.
********
*Kadang hati berharapku terbangun
dari sebuah mimpi ini bukan kenyataan
namun adanya tak ada disini
kau meninggalkanku karena kesalahan ku
mungkin..... ingin bertemu masih ada
ingin memeluk masih ada....
__ADS_1
sayang kini tak bisa, kau telah memilihnya o ho
mungkin saat hatiku masih sayang
dan kini ku menyesal rindu hanya didalam hati
andaikan aku.. tak tergesa memutuskanmu karena egoku
hati ini..... tak akan begini
setiap ingat dirimu rasanya ingin kembali
mungkin.... ingin bertemu masih ada
ingin memeluk masih ada...
sayang kini tak bisa kau telah memilihnya o ho
mungkin saat hatiku masih sayang
dan kini ku menyesal rindu hanya didalam hati
ingin mengulang waktu
ingin mengulang lagi
aku tak bisa berpaling lagi
__ADS_1
begitu juga aku
jauh direlung hati
sungguh tak mampu berpindah cinta hoo*
Mungkin ingin bertemu masih ada
ingin memeluk masih ada
sayang kini tak bisa kau telah memilihnya o ho
mungkin saat hatiku masih sayang
dulu ku memutus cinta
dan kini ku menyesal, rindu hanya didalam hati
**********
Ria mengelus bahu putranya, dia tahu jika Marchel menangis,
"semua akan baik baik saja setelah ini"
"tentu ma, aku harap keputusanku sudah tepat"
"tentu nak, semua yang kamu lakukan sudah benar, bukankah kamu sudah lega setelah menerima maaf dari Davin?"
__ADS_1
"mama benar, aku merasa lebih tenang dari sebelumnya, ini sakit yang melegakan ma"
Ria tersenyum, dia paham betul maksud putranya. Tak mudah melupakan seseorang yang kita cintai, apalagi dia akan bersanding dengan sahabat kita sendiri. Ria hanya meratapi nasib putranya, pernikahan yang seharusnya membawa kabahagiaan nyatanya tak pernah Marchel rasakan, impian itu lenyap begitu saja karena kehadiran mantan menantunya yang licik. Saat berharap kembali pada cinta sejatinya, lagi lagi Marchel harus gigit jari. Harapan tinggal harapan, entah kenapa rasanya takdir begitu mempermainkan putranya. Tapi dibalik semua itu, Ria yakin sang Illahi sudah menyiapkan kebahagiaan sejati untuk Marchel.