Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kalah Licik


__ADS_3

Davin masih bergelung dengan selimutnya, dia masih mengantuk lantaran Marchel tak memberinya kesempatan untuk tidur, setelah Marchel terlelap, Davin segera kembali ke apartemennya.


Marchel bangun dengan bahagia, bagaimana tidak, dia yakin setelah ini Davin akan kembali padanya. Apalagi setelah kejadian semalam, Marchel ingat betul bagaimana malam panas mereka terjadi. Rasa rindu yang membuncah, disertai suasana yang mendukung membuat keduanya sama sama menikmatinya.


Hari ini Marchel akan mengunjungi Davin, dia akan memberikan kejutan pada wanita itu. Setelah rapi dengan pakaian kantornya, Marchel keluar apartemen dan menuju ke kamar Davin.


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Ceklek, Davin muncul di depan pintu dengan baju tidur yang masih dikenakannya.


"kenapa mengganggu sekali sih"


"pagi istriku?" sapa Marchel membuat Davin yang mengantuk langsung membulatkan mata.


"Chel, apa apaan kau ini, aku bukan istrimu, apa kau terkena amnesia hingga memanggilku istrimu?"


Marchel menerobos masuk ke apartemen Davin, pria itu langsung duduk di sofa ruang tamu.


"pergilah Chel, aku masih mengantuk" usir Davin,


"apa karena semalam aku membuatmu begadang hingga kau masih mengantuk di jam segini?"


"pergilah, aku malas berdebat pagi pagi" Davin berjalan hendak memasuki kamarnya


"kau mengusir suamimu sendiri?"


Davin berbalik dan menatap Marchel tajam


"berhenti menganggap kita suami istri Chel, tidak lucu!!"


"siapa yang sedang bercanda, aku serius, ini" Marchel mengeluarkan buku nikah, Davin yang penasaran langsung mengambilnya dan duar....matanya melotot sempurna melihat foto dirinya dan Marchel terpampang disana,


"kau memalsukan buku ini, jadi ini tidak ada artinya" Davin melemparkan buku nikah tersebut

__ADS_1


"ini asli"


"aku tidak percaya padamu, lagipula sangat mudah bagimu untuk membuat duplikat buku ini, jika kau hanya ingin menipuku sayangnya kau salah orang"


"aku tidak sedang menipumu, tidakkah kau ingat tadi malam kau menandatanginya?" Marchel menyeringai membuat Davin terdiam, ia berusaha mengingat ucapan Marchel semalam


Flash Back On


Marchel dan Davin sama sama terkulai lemas akibat kegiatan mereka. Davin memejamkan mata, dirinya begitu lelah.


"Vin, bangun"


"hm"


"bangunlah sebentar" pinta Marchel


"aku capek Chel" ucap Davin sebal


Marchel duduk disamping Davin, dia memegang sebuah berkas, lebih tepatnya berkas pernikahan mereka


"ck, mana?" ucap Davin tanpa sadar, Marchel tersenyum, dia memberikan berkas itu, Davin menanda tanganinya lalu tidur lagi.


Marchel tersenyum puas, akhirnya dia dan Davin menikah, walaupun belum ada akad setidaknya mereka sudah memiliki buku nikah. Marchel sengaja memanfaatkan kelemahan Davin, ia sangat hafal sifat Davin. Wanita itu akan hilang akal ketika kelelahan dan hampir tertidur, maka dengan ini Marchel sengaja memanfaatkan keadaan tersebut.


Flash Back Off


Davin mengingat semuanya


"kau licik Marchel, aku bukan istrimu, kau licik karena menipu orang yang sedang tak berdaya"


"ya, kau benar aku memang licik, tapi apa kau tidak sadar jika kau juga licik, aku tahu semua yang kau lakukan termasuk semalam kau membuat Syeila melihat kita bercinta"


Marchel tersenyum membuat Davin pias


Sialan kau Marchel, aku terjebak dengan rencanaku sendiri, arrgghhhh....Marchel kurang ajar, bisa bisanya dia melakukan hal ini, sekarang apa yang harus aku lakukan? aku sudah menjadi istrinya, bathin Davin


"jadi kapan kita akan melaksanakan akad?"

__ADS_1


"dalam mimpimu, sampai kapanpun aku tidak mau menikah denganmu!!!!"


"hahaha, tapi kau tak bisa menyangkal jika kita sekarang suami istri"


"kau licik Marchel kau licik!!!!"


"ya, aku licik, kau juga licik sayangnya kau kalah licik dariku" Marchel tertawa lalu pergi ke luar apartemen meninggalkan Davin yang masih tak percaya akan hal ini.


"arrrrggggghhhh, sialan....." teriak Davin


*******


Hari ini sidang putusan perceraian Mega dan Al. Al datang bersama orang tuanya sementara Mega ditemani Firman. Setelah beberapa saat sidang digelar hakim memutuskan mereka akhirnya bercerai. Nampak kelegaan diwajah Al maupun Mega. Al juga sudah mendengar cerita tentang Firman.


Mega dan Firman menghampiri Al dan orang tuanya


"Al, aku ingin mengucapkan maaf dan terimakasih karena selama 7 tahun kau sudah mendampingi aku, kau menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab, maaf jika selama kita menikah aku tidak menjadi istri yang baik untukmu"


"tidak apa apa Meg, aku mengerti, dari awal kita memang tidak saling mencintai"


"terimakasih karena sudah mengerti aku Al, aku juga meminta maaf pada kalian om Rudi dan tante Silvia, maafkan aku jika selama ini aku tidak menjadi menantu yang baik"


"kami sudah memaafkanmu nak, kita masih bisa menjadi saudara setelah ini"


"terimakasih, aku sebenarnya juga ingin pamit, kami akan pergi ke Thailand dan menetap disana"


"terima kasih sudah menjaga Mega selama ini" ucap Firman tulus


"sama sama, aku doakan semoga kalian bahagia"


"terima kasih, kalau begitu kami pergi dulu"


"baiklah hati hati, dan semoga kita bertemu lagi suati hari nanti"


"tentu, aku doakan kau juga akan menemukan kebahagiaanmu segera"


Mega dan Firman meninggalkan Al, Al tersenyum dia lega karena akhirnya baik dirinya maupun Mega sama sama menerima keputusan ini.

__ADS_1


__ADS_2