Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Pertunangan


__ADS_3

Surat cerai sudah berada di tangan Davin, karena masih harus menjalani masa iddah, Davin memutuskan tak memberikannya dulu pada Marchel, dia akan memberikan akta cerai itu saat dirinya dan Al menikah. Davin hanya tidak mau jika dia menyerahkan akta cerai itu sekarang, Marchel akan semakin gencar mencarinya dan menggagalkan pernikahannya.


Hari ini Al dan keluarganya sudah tiba di Amsterdam, begitupun orang tua Davin. Besok malam Davin dan Al akan bertunangan. Raut bahagia tak hanya terpancar dari wajah para orang tua, tapi yang paling jelas adalah wajah calon mempelai.


"mama bahagia akhirnya kamu menemukan pria yang menyayangi dan menerimamu apa adanya" Citra memeluk Davin, ia terharu, bagaimanapun ia ingat betapa terpuruknya Davin saat Marchel membatalkan pernikahan mereka, meski kelihatan tegar dan tak menunjukkannya, Citra bisa merasakan hal itu, sebagai ibu Citra merasa gagal karena tak tahu jika Davin saat itu tengah mengandung.


"doakan aku bahagia ma"


"tentu nak, mama mendoakan yang terbaik untukmu"


"kita berangkat sekarang?" tanya Al, hari ini mereka akan mengambil gaun pertunangan Al dan Davin, Davin sengaja tak memakai baju rancangannya, dia memesan baju kepada salah satu desainer kesukaannya. Sesekali memakai baju rancangan orang lain untuk hari spesial kan tidak ada salahnya, pikir Davin.


"oke, ma kami berangkat dulu"


"baiklah, kalian hati hati"


Al dan Davin memasuki mobil dan membelah jalanan, mereka saling melemparkan senyum.


"jangan tersenyum terus Al"


"kenapa? bukankah aku terlihat semakin tampan saat tersenyum?" goda Al


"heh, baiklah tuan narsis, terserah anda saja" Al masih tersenyum kepada Davin, dia mengambil satu tangan Davin dan mengecupnya


"aku masih merasa seperti mimpi, aku bahagia karena kau mau menerimaku"

__ADS_1


"kau sudah mengatakannya berkali kali sejak hari itu"


"apa kau bosan mendengarnya?"


"bukan bosan, hanya saja kau terlalu berlebihan" ucap Davin manyun


"hahaha, kau sungguh menggemaskan nona" Al mengacak rambut Davin


"aku bukan nona, aku sudah janda, apa kau lupa?"


"ah benar, tapi aku rasa kau janda limited edition, stokmu satu banding 1M"


"hahah, kau memang pandai membual"


"kalian sudah tiba?" tanya Giena pemilik butik yang kebetulan mengenal Davin


"ya"


"baiklah ayo ikut aku" Davin dan Al mengikuti Gie, tanpa mereka sadari sepasang mata tak sengaja melihat keduanya, dia tersenyum menyeringai.


.


.


Hari pertunangan telah tiba, semua keluarga diliputi rasa bahagia. Acara berlangsung lancar dan haru, mereka sepakat pernikahan akan di gelar dua bulan lagi.

__ADS_1


Cincin sudah tersemat di jari Al dan Davin, itu artinya mereka sudah resmi bertunangan, selangkah lagi mereka akan menjadi pasangan yang sesungguhnya.


"nak, terima kasih telah menerima putraku, mama harap kalian bahagia" ucap Silvia mama Al


"terima kasih ma, terimakasih telah melahirkan pria baik seperti Al, pria yang mau menerima aku dan putraku apa adanya, terima kasih juga kalian mau menerima masa laluku" lirih Davin


"semua orang punya masa lalu, kau dan Al sama sama pernah mengalami pahitnya kehidupan, mama harap setelah ini kalian hidup bahagia"


Davin memeluk Silvia, dia senang karena orang tua Al menerima dia dan Marvin dengan tangan terbuka.


"mommy"


"sayang, sini peluk mommy" Vin memeluk mommynya, dia juga bahagia akhirnya akan mendapatkan daddy. Walau sudah menganggap Al daddynya tapi kan mereka hanya bertemu 3 hari dalam sebulan.


"apa anak daddy bahagia?" tanya Al yang duduk di sebelah Davin


"tentu daddy, aku bahagia, apalagi kata uncle Ji tidak lama lagi mommy dan daddy akan memberikan aku adik" ucap Vin polos, Panji yang merasa namanya disebut hanya menyengir menampilkan gigi putihnya.


"peace Vin" ucap Panji sambil mengangkat dua jarinya saat Davin meliriknya tajam


"Vin mau punya adik?" tanya Al menggoda Davin, ia tahu wanita itu tengah malu


"tentu saja dad, aku mau segini" jawab Vin sambil mengangkat sepuluh jarinya dan sontak saja Davin mendelik


"hahahaha, hebat Vin" Panji mengangkat jempolnya dan hal itu membuat semua orang tertawa.

__ADS_1


__ADS_2