Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kedatangan Alfian


__ADS_3

Hari ini Panji menjemput Al di bandara. Tepat pukul 10 waktu setempat, Al dan Panji sudah tiba di kediaman Davin


"kalian sudah sampai?" tanya Cris


"iya, maaf tidak bisa hadir di pernikahan kalian, dan ini hadiah untuk keponakan cantikku" ucap Al sambil memberikan paper bag kepada Cris


"terima kasih, dan tidak apa, kami memang tidak mengundang teman teman kak Panji, oh ya ayo masuk" Cris berjalan didepan Panji dan Al mereka masuk ke ruang tamu.


"dimana Mikha?" tanya Panji


"biasa, dia dengan Davin dan Marvin" jawab Cris yang melenggang ke arah dapur, rumah ini memang rumah Davin tapi Davin meminta Panji dan Cris tinggal dengannya, rumah besar dengan 8 kamar tidur dan 3 kamar pembantu.


Panji berjalan menuju kamar Davin, dia mengetuk pintu


tok tok tok


"Vin, kamu didalam?" sapa Panji dari luar pintu


"ya" terdengar sahutan dari dalam dan ceklek, muncul Davin yang menggendong Mikha ditambah Marvin yang mengekor dibelakang mommynya.


"Al sudah sampai" goda Panji


"lalu?" tanya Davin pura pura


"temuilah dia, dia juga ingin melihat Mikha"


"kalau begitu bawa Mikha bersamamu" Davin akan menyerahkan Mikha namun Panji menolak


"jangan..., sebaiknya kita ke bawah saja" Panji berlari meninggalkan Davin, dengan terpaksa Davin turun menemui Al sambil menggendong Mikha


Al memperhatikan Davin yang baru turun dari tangga,


"kedip kali Al" goda Panji membuat Al salah tingkah


"kau sudah datang?" tanya Davin canggung

__ADS_1


"iya" jawab Al tersenyum


Cris mengambil Mikha dari gendongan Davin


"hai jagoan?" sapa Al pada Marvin


"halo uncle" sapa Al tersenyum


"kamu masih ingat dengan uncle?"


"iya, uncle temannya mommy kan?"


"kamu benar, sini main sama uncle" Marvin mendekat ke arah Al, mereka bermain bersama, biasanya Marvin tidak cepat akrab dengan orang baru, tapi dengan Al dia langsung akrab


"kamu lihat kan, Marvin langsung akrab dengan Al, sekarang tugasmu hanya membuka hati untuk Al demi Marvin"


"Ji, jangan mulai" ucap Davin malas


"heh, dasar keras kepala"


Davin berjalan ke arah Marvin dan Al


"yah, padahal baru main" ucap Marvin kecewa


"kamu masih mau main?" tanya Al dan Marvinpun mengangguk, "baiklah ayo main lagi" Marvin bersorak kegirangan


"Al, kamu pasti lelah istirahatlah dulu, nanti bisa main lagi"


"tidak apa, aku suka bermain dengan Marvin"


"mommy dengar kan, uncle suka bermain sama aku, mommy mau ikut main juga?"


"ah, tidak tidak, mommy mau ke dapur saja ya untuk masak makan siang"


Davin segera ke dapur, dia akan masak untuk makan siang mereka. untuk urusan makanan dia memang menyiapkannya sendiri, pembantu hanya bertugas membersihkan rumah.

__ADS_1


di ruang bermain Al dan Marvin masih asyik bermain


"uncle, apa uncle kenal daddy Marvin?" Al terperanjat saat bocah kecil itu menanyakan ayahnya


"em, kenapa memangnya sayang?" tanya Al dengan lembut, ia memang menyukai anak anak


"aku pernah bertemu daddy, tapi sudah lama tidak bertemu lagi, mommy pernah bilang dulu daddy di surga tapi nyatanya daddy ada dan sekarang daddy pergi lagi" ada kesedihan yang Al lihat dari ucapan Marvin


"daddy Marvin ga pergi kok sayang, daddy hanya kerja cari uang buat kasih semua yang Marvin mau, apa Marvin rindu daddy?"


"iya" jawab Marvin jujur


"kalau begitu nanti uncle sampaikan pada daddy Marvin kalau kamu rindu padanya"


"benarkah uncle?" tanya Marvin bahagia


"tentu"


"terima kasih uncle"


Marvin kembali bermain pesawat pesawatan


Chel, kamu bodoh karena meninggalkan calon istri dan anakmu, putramu sangat pintar dia bahkan masih merindukanmu meski kamu mencampakkannya saat dalam kandungan, bathin Al.


******


Di ibukota Marchel memarahi semua karyawannya


"kalian bisa kerja tidak sih,? kenapa pekerjaan seperti ini saja kalian tidak becus!!!!, kerjakan ulang dalam 1 jam" Marchel melempar laporan yang baru dibawa oleh karyawannya


Kepergian Davin membawa dampak negatif bagi Marchel, dia menjadi sosok yang tempramen dan arogan.


"hallo, apa sudah ada kabar?" tanya Marchel pada anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari Davin


"maaf bos, hingga kini kami belum bisa mengakses dimana keberadaan nona Davin dan putranya"

__ADS_1


" dasar bodoh, percuma aku membayar kalian jika kalian tidak becus kerja, aku tidak mau tahu cepat temukan mereka dalam waktu seminggu!!!!" dimatikannya ponselnya


Marchel membanting semua barang di atas meja, dia marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa mengetahui dimana Davin dan putranya berada, benar kata orang penyesalan memang datang belakangan


__ADS_2