
Hari ini Davin mengajak Marvin jalan jalan, mereka mendatangi sebuah taman bermain. tentu saja pria kecil itu terlihat begitu antusias, memakai kaos lengan 3/4 dan celana jins Marvin terlihat tampan dan menggemaskan.
"mom, kita mau ke taman beimain?" tanyanya tersenyum
"tentu boy, apa kau senang?"
"cenang cekayi mommy, ada apa caja dicana?"
"ada komedi putar, bianglala, kereta thomas dan masih banyak lagi yang lain"
"acu mau main cemuanya"
"tentu saja boy, kau boleh bermain semuanya"
Mereka sama sama tersenyum, Davin begitu bahagia melihat senyuman Marvin, anak itu selalu ceria, dia pintar sama seperti Marchel. Sayang, dia harus memiliki daddy seperti Marchel yang tidak bertanggung jawab.
Hampir satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai, Davin menggandeng tangan putranya, mereka memasuki arena dimana banyak permainan yang memang untuk anak anak juga orang dewasa, banyak pasang keluarga yang membuat Davin dalam hati merasa iri, tapi sudahlah, dia dan Marvin kan berbiasa berdua. Untuk apa memikirkan pria pecundang itu, tidak ada gunanya
"boy, mau main apa dulu?"
"icu.." tunjuk Marvin pada komedi putar
"baiklah ayo" Marvin tampak bahagia bisa menaiki kuda kudaan, anak itu duduk dengan tenang sesekali dia melambaikan tanganya pada Davin.
"Vin......" suara Al mengangetkan Davin yang berdiri menunggu Marvin bermain
"Al..., kau disini?"
__ADS_1
"iya" jawab Al tersenyum, "bolehkan aku bergabung denganmu?"
Davin gugup, ia tidak tahu kenapa bisa seperti ini, padahal ini bukan pertama kalinya mereka bertemu.
"ii..iya..tentu"
"terima kasih" lagi lagi Al tersenyum menawan, membuat Davin salah tingkah sendiri
"mommy...." teriak Marvin melambaikan tangan
Davinpun melambaikan tangannya pada sang putra.
"itu...Marvin?" tanya Al ragu..
"ya...."
"dia mirip sekali dengan Marchel"
"tentu saja, Marchel ayahnya, jangan lupakan itu"
"dan jangan lupakan pecundang itu hanya menanam benihnya lalu pergi tanpa tanggung jawab" sinis Davin membuat Al terdiam
"mommy" Marvin berlari menghampiri Davin dan Al. "ini ciapa? teman mommy?". Al berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Marvin
"hallo tampan, kenalkan nama om Al, om teman mommy dan.." belum selesai bicara Davin memotong perkataan Al
" Marvin ayo main lagi" Davin segera memotong perkataan Al, ia takut Al akan mengatakan tentang Marchel pada putranya. Mereka memutari taman dan sesekali bermain permainan. Tanpa mereka sadari Marchel mengepalkan tangan melihat kebersamaan mereka
__ADS_1
********
Mega datang ke butik Syeila, tanpa permisi dia masuk ke ruangan Syeila, untung saja tidak sedang ada klien
"kau tidak punya sopan san...."
Plak....
"tidak tahu diri, beraninya kau memberitahu Al rahasiaku!!!!" bentak Mega kepada Syeila yang masih memegang pipinya akibat ditampar oleh Mega
"apa maksudmu?? jangan asal menuduh!!!"
"Al baru saja mentalakku, siapa lagi yang memberitahunya selain dirimu, hanya kamu yang tahu hal ini!!!, kau puas sekarang? kau benar benar tidak tahu diri Syeila, aku bersedia membantumu tapi kau menghianati aku!!!"
"apa!!!!, Al menceraikanmu? aku sama sekali tidak tahu hal ini Meg, sungguh aku tak mengatakan apapun pada Al"
"kau memintaku percaya padamu, kau bahkan menggunakan cara licik untuk mendapatkan Marchel, kau tak bisa dipercaya!!"
"aku bersumpah, aku tidak mengatakan hal itu pada Al"
"Al menceraikanku dan akan kubuat Marchel juga menceraikanmu!!!" Mega pergi dengan amarah yang memuncak
"Meg, tunggu Mega....arrrggggghhhhhh, sial...siapa yang sudah memfitnahku!!"
Syeila semakin pusing, belum masalahnya dengan Marchel ditambah masalah fitnah yang entah dari siapa.
*Bagaimana kalau Mega benar benar membuat Marchel menceraikanku, tidak aku tidak mau itu terjadi, aku harus mencari tahu siapa biang onar ini.
__ADS_1
******
yuhu!!!! gimana bab kali ini?? maaf maaf saja jika ga menarik ya guys, karena ide itu kan muncul tiba tiba jadi ga bisa ketebak ceritanya, aku sendiri menulis mengikuti ide yang muncul seperti air yang mengalir, love*