Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
apa ..


__ADS_3

"Nur, kenapa kamu masih minta jemput sama rizal !?." cegat kak sandra. " kan sudah kubilang kalau rizal itu hanya cocok denganku, memangnya ayahmu tidak mengatakan padamu untuk tidak lagi berhububgan dengan rizal. karena ayahku sudah menjodohkan rizal denganku. kamu harus jauh- jauh dari rizal !!". ucap kak sandra sambil menarikku dari atas motor bang rizal.


" Apaan sih kamu !!". hadang bang rizal sambil memukul tangan kak sandra yang memegang erat tanganku. Aku hampir jatuh dari motor karena ditarik kak sandra. " maaf ya, aku tidak kenal dengan kamu, dan jangan mengaku kalau kita di jodohkan. karena itu tidak akan pernah terjadi !!" jawab bang rizal.


" lihat saja , kamu tidak akan bisa menolak ku." ucap kak sandra percaya diri.


Bang Rizal tidak menanggapinya. sambil menjalankan kembali motornya.


kampung telah ramai dengan para perantau yang pulang kampung untuk berlebaran di kampung halaman.


Keluarga besar ayah dan ibu juga ada yang pulang kampung, walau tidak semua tapi tetap ramai.


..


Esoknya setelah pulang dari sholat ied kami sekeluarga berkumpul ke tempat nenek dari pihak ibu, di kampung sebelah. karena sudah menjadi tradisi untuk berkunjung pertama kerumah orang tua ibu. Ayah dan ilham pakai motor ayah, ibu aku dan putri di jemput paman dengan mobilnya, hanya 10 menit mengunakan mobil. kami hanya punya satu kendaraan, yaitu motor ayah.


Semua saudara ibu telah berkumpul di rumah nenek dan kakek, kami para sepupuku sangat dekat, ibu berenam bersaudara. dua perempuan empat laki- laki. ibu anak ke empat dan adik perempuan ibu satu lagi yang paling kecil. saudara ibu dua orang merantau di jakarta kakak nomor tiga dan yang paling bontot. kakak pertama ibu merantau di pekan baru yang nomor dua dan empat di kota padang. dan yang di kampung ibu dan adik nomor lima. karena dia bekerja dikampung dan istrinya orang kampung sekitar .


Tidak setiap lebaran saudara ibu bisa pulang kampung . dan lebaran tahun ini semua saudara ibu bisa berkumpul. Di kumpul keluarga ini semua bercerita panjang lebar. Saudara-saudara ibu sangay kompak, saling mendukung dan saling berbagi.


"Kamu kuliah saja tahun ini Din, kan sudah paman bilang ambil yang dalam kota saja kalau kamu tidak mau keluar kota". ucap paman kakak ibu yang tertua." kan ayah dan ibumu tidak keberatan kalau kamu kuliah, ayahmu bahkan pernah cerita ke paman waktu kamu baru lulus ,kalau dia ingin kamu kuliah di pekanbaru saja , kenapa kamu tidak mau?".


" Iya Bang, aku sama bang husein juga ingin dini kuliah, padahal dulu waktu dia masih smk bang husein ingin dia menyambung kuliah. tapi pas lulus sekolah malah tidak mau dia kuliah". jelas ibu pada paman


"Aku ingin kerja saja paman, mungkin saat magang di kantor tempat magang sangat asik, para pegawainya senang berbagi ilmu dan aku juga bisa mengerjakan tugas dengan baik. saat bekerja dan bergaul dengan pegawai lain aku merasa bekerja sangat menyenangkan, maka aku tertarik untuk bekerja saja. waktu aku lulus ada koperasi kantor ayah temanku buka lowongan, disana aku lebih ingin untuk bekerja. dan saat itu aku ditawarkan bu tuty untuk mengajar di paud, hanya status kader, karena hanya bantu- bantu mengajar, jadilah aku ingin cari- cari pengalaman juga". jelasku


" Sekarang kamu jualan online ya? kata ibumu pas bulan puasa ramai,sampai di bantu putri". tanya anteku


" Alhamdulillah Ante, Aku ambil di toko tempatku bekerja, dengan pembayaran ke toko setelah di transfer pembeli, bu bos ku tidak keberatan asal kerja di toko harus di utamakan" jelasku.

__ADS_1


" kalau kamu senang bekerja tidak apa-apa Din, tapi paman sarankan kamu juga kuliah lah, kan ada kelas karyawan . Jadi masih bisa bekerja". ucap paman


" Ayah setuju Din, kalau kamu bisa membagi waktu kamu bisa kuliah di kelas karyawan, teman ayah anaknya juga ada tu kuliah kelas karyawan, katanya di stie *** anaknya kuliah. kalau kamu tertarik bisa ayah tanya-tanya pada teman ayah". ucap ayah semangat.


" Aku mikir-mikir dulu yah.. ". jawabku


" Tidak usah lama mikir Dini.. kan sudah ada jalan untuk nambah ilmu, jangan sia-siakan. bekerja sambil kuliah saja". ucap paman ,ante, bahkan kakek dan nenek juga mendukung.


"


Siangnya kami kerumah nenek, ibu dari ayah. disana juga sudah berkumpul keluarga besar ayah.


Ayah empat bersaudara dua laki- laki dua perempuan. Mak sam a yang pertama, ayah nomor dua, om umar nomor tiga dan ante yasmira yang bontot panggilannya ante mira.


Kami tadi diantar dengan mobil oleh pamanku, karena mereka juga mau keliling ketempat kerabat yang lain.


Ibu membawa kue kerumah nenek, karena tradisi dikampung sebagai buah tangan pergi kerumah mertua. juga pisang hasil kebun yang ayah panen beberapa hari menjelang lebaran. kerumah nenek orang tua ibu diantar oleh ilham kemaren.


Padahal kami baru datang ketempat nenek dan kakek orang tua ayah. Baru juga salam-salaman dan belum beramah tamah dengan yang yang lain.


Ayah dan ibu hanya diam dan terus menyalami saudara-saudara dan keponakan ayah yang telah terlebih dahulu berkunjung.


"Iya Din, kamu belum pantas untuk dekat dengan laki-laki, masih dibawah umur, ngalah sama yang lebih tua" tambah mak sam . kak sandra melihatku sambil senyum miring, aku tidak menanggapinya.


"Hal apalagi punya Dini yang di ingini sandra samsul??". Tanya kakek "kok sandra selalu menganggu dini, mengiginkan segala hal menyangkut dini punya dan dini kerjakan".


" Bang Rizal bukan punya Dini kok kek!. apalagi memiliki, karena hanya aku yang akan memiliki bang rizal!". sela kak sandra .


" Dini kan hanya lulus smk,tidak pantas bersaing dengan sandra, yang sudah sarjana!". tambah mak sam

__ADS_1


" siapa Rizal?!" tanya kakek,nenek dan om umar.


" Rizal itu lagi dekat dengan Dini, dia sering antar jemput dini kalau pergi kerja ke pasar, karena dia juga kerja dekat pasar". jelas ayah


" Dia polisi kek, paman jangan bohong dia kerja di pasar!!. potong kak sandra melihat ayah dengan melotot marah.


" Dia itu satpan bank ***, bukan polisi, memang kamu tidak bisa membedakan antara security dan polisi ??!". ucap ayah kesal, karena kak sandra tidak sopan betbicara keras.


"Kamu pernah berjumpa dengannya sandra !?". tanya om umar. "kenapa kamu bisa tahu kalau dia polisi, apa dia yang bilang?!".


" Sudah tiga kali paman. Saat dia mengantar Dini !". jawab kak sandra. " dia tidak ceria apa-apa".


" kenapa kamu bilang dia lebih cocok dengan kamu dari pada dini !?". yanya om umar lagi


" Dini kan hanya lulus smk, sedangkan aku sudah sarjana, kan beda. lagian dini hanya karyawan toko sementara aku guru paud, lebih betkelas aku lah paman ! ". jelad kak sandra.


Om umar geleng-geleng kepala sambil tersenyum " Kak sam, buah tidak jauh jatuh dari pohonnya, anak menuruni sifat ayahnya... sombong dan suka menghina. sama keluarga sendiri saja tidak menghargai apalagi pada orang lain". ucap om umar sambil melihat mak sam dan om samsul.


Mak sam dan om samsul saling pandang dengan muka merah, mungkin tersinggung dan marah drngan ucapan om umar.


"Sandra... Memangnya kamu seberapa dekat kenal dengan si rizal itu ?? " tanya kakek , " sudah sampai mana saling berbicara dan mengenalnya ??.


" Belum dekat kek, kan baru bertemu tiga kali , dan belum berbicara apa-apa, ". jawab kak sandra.


"Baru bertemu tiga kali dan belum mengenalnya !??.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2