
"Aku akan membuat efek jera padanya. aku tidak terima dengan perlakuannya pada menantuku dan besanku". ucap papi.
Bang jek dan bang yan mendengar ucapan papi yang ingin memberi pelajaran pada si samsul.
Hanya efek jera, agar kedepannya tidak lagi semena-mena pada menantu dan besannya.
"Bagaimana dengan anaknya pi? apa juga perlu di beri sedikit efek jera?". tanya bang jek.
"Tidak perlu. kalau mendengar cerita dari kakek menantuku. Semua kemauannya akan di kabulkan dan diikuti oleh ayahnya.
jika ayahnya sudah di beri pelajaran, tentu dia tidak akan lagi menyetujui dan mengikuti kemauan putrinya itu.
Tapi kalau putrinya itu yang bertindak diluar batas pada menantuku, maka baru kita beri sedikit efek jera". jawab papi.
"Pi, kenapa ya Dini dan keluarganya selalu mengalah dan menghindar saat dizolimi mereka?. dan tidak mau membalas sedikitpun. memberi pelajaran lah sedikit". tanya bang jek geram.
"Menurut kakek menantuku, dia masih menghargai kekerabatan yang sangat dekat.
Istri si samsul itu kan adik Ayahnya. dan keluarga samsul itu sepertinya sangat berambisi dengan segala sesyatu. bukan hanya pada dini, tapi pada yang lain.
Dini dan keluarganya tidak mau bertengkar, lebih baik menghindar. Mereka akan malu jika permasalahan mereka akan jadi bahan gunjingan di kampung.
Dengan menghindar itu hanya keluarga samsul yang dinilai tidak beretika antar saudara, dinilai keluarga yang jelek dan menjadi gunjingan tetangga". jelas papi pada bang jek.
"Benar itu, seperti kejadian kemaren, kan si samsul dan anaknya yang dihujat orang di tempat kejadian.
Kan tempat kejadian tidak jauh dari kampung mereka, pasti adalah yang kenal atau sekedar tahu dengan keluarganya". tambah bang yan.
"Aku paham, dini bukan hanya menghindari permasalahan, tapi juga menjaga nama baik keluarganya. Coba kalau dini dan ayahnya membalas seperti yang di kerjakan samsul. tentu keluarganya juga akan ikut digunjingkan". ucap bang jek menganggukkan kepalanya.
"Iya. itulah menantuku dan besanku. tidak suka untuk memperpanjang masalah, dan sangat menghargai persaudaraan dan kerabat dekat.
Besok, mulailah cari tahu. agar kita cepat menamuinya. agar keluarga besanku aman, dan menantuku tidak ada yang menganggu lagi". perintah papi, setelah mereka berbincang.
Semua paham dengan ucapan papi, dan mereka akan mulai besok untuk mencari tahu. kalau benar di kampung itu samsul berada, mereka akan kesana secepatnya.
Memberi pelajaran agar tidak lagi menganggu Dini dan keluarganya.
.
Sementara Aldi yang sudah sembuh bisa bekerja kembali, bahkan Aldi akan berangkat ke bandung. tempat kantor pusat kontraktor yang didirikan aldi bersama teman-temannya.
__ADS_1
Disana Aldi akan melihat proyek mana yang akan ditangani aldi. Sebab ada tiga proyek yang sedang mereka ikuti tendernya.
"Sayang, kita kebandung tiga hari lagi ya". ucap aldi siang itu setelah mereka makan siang.
Mereka bermain-main dengan si kembar di karpet kamar.
"Hmm.. harus ya bang, apa nanti aku dan si kembar tidak akan merepotkan abang". ucap Dini melihat Aldi.
"Tidak repot kok, aku malah senang. kalian akan ikut aku kemanapun aku bekerja". jawab aldi memegang Si kembar yang sedang gigih untuk berdiri.
Berusaha mengapai badan aldi untuk menambah kepandaian bayi.
"Aku ikut saja bang, selagi abang tidak terganggu saat bekerja". jawab dini.
"Kan kamu sudah melihat pekerjaanku, tidak akan seharian di proyek dan tidak juga penuh seminggu bekerja.
Aku hanya perlu ada saat dibutuhkan, dan selalu mencek tiap hari hasil pekerjaan semua pekerja". jelas aldi.
"Baik bang". jawab Dini yang juga sedang menolong salah satu anak kembarnya yang juga gigih mengapai tubuhnya untuk berdiri.
"Aku tidak akan bisa jauh dari kalian". ucap Aldi merebahkan tubuhnya.
Meletakan kepalanya di paha Dini, dan menolong anak kembarnya berdiri berpegang di perutnya yang sedang rebahan.
Dini pun menuntun anak kembar satunya lagi untuk berdiri berpegangan di dada Aldi, yang tiduran telentang, berbantalan paha dini.
"Abang Ahsan juga mau berjalan ikut adek Ihsan". ucap dini.
Hingga kedua anak kembarnya sama berdiri di sisi aldi yang tiduran telentang.
Beberapa kali kedua anak kembar nya berdiri dan melangkah dan bergeser.
Si kembar memang sedang belajar melangkah dan sudah mulai melepaskan tangan.
Aldi dan Dini tertawa melihat sikembar yang kadang terjatuh saat berusaha melangkah melepaskan tangan.
Mereka bermain sampai si kembar kelelahan, dan merengek karena haus. Dan berebut untuk mendapat kan asi dari dini. Kalau di dalam kamar Dini sudah biasa menyusui sikembar sekali dua.
Bebas membuka baju, memberikan asi pada kedua anaknya. Bahkan Aldi juga sering membantu dini memengang salah satu anaknya saat menyesap asi pada dini.
Melihat si kembar yang terlihat mengantuk, karena kecapek an main. maka Aldi berinisiatif membantu membuatkan susu botol, untuk salah satu anak kembarnya.
__ADS_1
Aldi meletakan dan menyusun beberapa bantal di samping dini.
"Abang Ahsan sama ayah ya". ucap aldi mengambil salah satu anak kembarnya dari pangkuan dini.
Dan menidurkan anaknya pada bantal yang terletak di dekat dini. Juga merebahkan badannya miring sambil memegang botol susu anaknya.
"Sayang tiduran saja menyusui adek ihsan". ucap aldi pada dini.
Dinipun merebahkan tubuhnya, dan menyusui anaknya sambil miring menghadap kekedua anaknya, dan juga menghadap Aldi yang juga miring menghadap kearah dua anak kembarnya.
Mereka saling berhadapan, dengan sikembar di tengah.
"Setelah sikembar tidur, abang juga mau di su*** ya!". ucap aldi mengusap sumber asi anaknya yang terpampang di depannya.
"Abang, jangan aneh-aneh bang, masih siang juga". ucap dini menepis tangan aldi yang nakal.
"Hehe....". Aldi cuma nyengir saja menanggapi Dini.
Setelah abang Ahsan tidur, aldi melepaskan botol susu dari mulut anaknya. dan mengambil selimut di atas kasur, juga guling.
Adi meletakan guling besar di dekat anaknya, tempat dia rebahan tadi. dan meletakan guling kecil diantara anak kembarnya.Dan menyelimutinya.
Aldi menyelimuti hingga tubuh dini dengan selimut besar. Lalu aldi tidur dan rebahan di belakang dini. Dia memeluk dini yang masih menyusui adek Ihsan.
"Abang, jangan ganggu. Geli nih bang". ucap dini mencubit pada tangan aldi yang usil.
"Aku mau tidur sayang, sambil memegangnya. Adek Ihsan saja tidur sambil minum asi tidak apa- apa kan?!". ucap Aldi memeluk erat dini.
Dini tidak bisa apa-apa, selain membiarkan saja tangan usil suaminya.
Dini melepaskan isapan anaknya yangbsudah tertidur secara perlahan. Bergerak pelan agar anaknya tidak bangun.
Dan Dinijuga mendengar dengkuran halus suaminya, ternyata dia sudah tertidur sambil neneluk Dini dan memegang dada Dini.
Dini pun hanya bergerak pelan untuk memperbaiki selimut, agar anak dan suaminya tidak terjaga.
Entah berapa lama, akhirnya dinipun tertidur dalam dekapan suaminya.
.
.
__ADS_1
.