Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 81


__ADS_3

Kalau kalian sering pergi bersama kan mami cepat dapat cucu cepat". ucap mami sambil menyendok nasi.


Aldi dan Dini saling pandang. Bagaimana mau punya anak? sudah seminggu menikah belum masih belum malam pertama.


Mereka makan bertiga, papi masih di toko. mami akan kembali ke toko selesai sholat zuhur. Selesai makan, mereka berbicara sebentar, karena azan zuhur sebentar lagi.


" Pesta pernikahan Kalian minggu depan, segera undang teman- teman kalian, jangan sampai ada yang terlupakan. Ingat dan catat, paling tidak undang di wa , tapi jangan di grup, tidak sopan.


Masih ada waktu untuk membagikannya, undangan kalian sudah selesai, nanti sore di antar oleh percetakan ke sini". ucap mami menjekaskan.


" Acaranya di rumah saja kan mi?!" Tanya Aldi.


" Tidak, ayah ingin sekali acara di gedung. kata ayah dia ingin di gedung kampus ****. Ayah banyak mengundang teman dan relasi, Biar meriah, buat anak bungsu, penutup bermenantu". jelas ibu.


Dini memandang Aldi yang sedang berbicara dengan mami. Dia hanya mendengarkan saja, dini tidak tahu kalau akan diadakan pesta besar, bahkan sampai menyewa gedung.


Memang Aldi anak bungsu mami, makanya mami dan papi ingin pestanya meriah. Sedangkan dia?. bagaimana dengan ayah dan ibunya. Apakah mereka sudah tahu dengan rencana ini.


" Ayah dan ibu dini juga sudah tahu, mereka juga mengundang beberapa kerabat yang akan mereka undang. Pakaian seragam keluarga juga sudah mami pesan. Baju biat Dini juga sudah di pesan ". jelas mami .


Selesai makan dan sholat Zuhur Aldi melanjutkan pekerjaanya kembali. Mami balik lagi ke pasar.


Dini yang tidak punya kegiatan apa- apa masih tetap berada di kamar, tidak punya kegiatan apa- apa. Dia sekarang tiduran di tempat tidur sambil mendengar musik.


Lama mendengar musik membuat dini bosan, dan akhirnya tertidur. Entah berapa lama dia tertidur, dia terbangun karena merasa sesak.


Dini terbangun dengan sudah diselimuti dan di peluk oleh Aldi. Pantas saja Dini merasa sesak, ternyata Aldi memeluk erat Dini, bahkan kaki Aldi melingkar di kedua kaki Dini, tangannyapun memeluk badan dini.


Dini kaget, mengapa Aldi memeluknya tidur, selama seminggu ini mereka tidur seranjang, tapi tidak pernah memeluknya. Mereka bersentuhan cuma saat selesai sholat, Saat salaman, Dini mencium tangan Aldi mencium keningnya.


Dini deg deg an, baru kali ini Aldi memeluknya, sampai erat begini.


" Abang... ". Dini berusaha bergerak untuk keluar dari pelukan Aldi. " Abang....".

__ADS_1


" Hmm...". Ucap Aldi.


" Berat nih ". ucap Dini.


Aldi merengangka palukannya, tapi tidak melepaskan dini dari pelukannya. Masih memeluk Dini.


" Abang...".


"Tidur saja sebentar lagi, aku masih mengantuk". ucap Aldi masih terus memeluk.


Dini hanya diam melihat kesamping kepalanya. Dini yang tidur telentang memiringkan badannya menghadap aldi. Aldi pun bergerak menyamankan posisinya saat dini bergerak menghadapinya, tanpa terbangun dari tidurnya.


Kepalanya persis didada Aldi, jadi pas melihat kesamping wajahnya melihat dada aldi yang bergerak bernafas pelan. Dan nafas dari hidung Aldi tepat di atas kepala Dini. Hangat...


Mungkin karena kelelahan atau mengantuk Aldi sangat nyenyak tidurnya.


Dini memperhatikan wajah suaminya yang berada dekat dengan wajahnya, Kulit agak coklat tapi bersih terawat, alis tabal rapi, hidung mancung dan tidak terlalu besar, bibir agak tebal tapi tidak hitam seperti pada umumnya. sangat ganteng, pikir Dini dalam hati.


Dia tidak berani menyentuh wajah aldi, takut akan menganggu tidur nyenyak aldi yang terlihat lelah. Wajahnya seperti anak kuliahan, mungkin berumur dua satu atau dua tiga. Memang Aldi baru dua tahun lulus kuliah perkiraan Dini Suaminya itu berumur dua puluh tiga an, mungkin beda kurang tiga tahun dengannya yang baru berumur dua puluh tahun lebih.


Lama Dini memperhatikan wajah suaminya itu, Dini yang tadinya tidak mau tidur malah kembali tertidur, karena dia makin menikmati pelukan hangat dari suaminya itu. Bahkan Dini membalas pelukan Aldi juga dengan melingkarkan tangannya di pinggang aldi.


Mereka kembali tidur saling berpelukan, nyaman tidur mereka berdua.lama mereka tertidur, hingga....


Dini merasa geli di wajahnya, ada sesuatu yang menjalar di wajahnya itu. hidung, pipi, dagu, Dini berusaha menyapu mukanya dengan telapak tangannya. Tidak ada lagi.


Tiba- tiba ada yang menjalar di tepi bibirnya siti yang merasa ternganga tidur menutup bibirnya cepat sambil mengusap pinggiran bibirnya dengan selimut, merasa seperti ileran.


"Hahahaahh.....".


Dini yang sedang mengusap bibirnya terkejut. dan membuka matanya, ternyata Aldi sedang tertawa. Tangannya menupang kepalanya yang masih miring dan kakinya memeluk dini kedua paha dini. Sedangkan tangan sebelahnya memainkan rambut Dini.


"Abang, abang yang menganggu dini tidur". ucap dini cemberut.

__ADS_1


"Hahahahhaa... kamu lucu kalau tiddur hahahh". jawab Aldi memcium kepala Dini.


"Kalau begitu aku tidur saja lagi". ucap dini melingkarkan kembali tangannya memeluk Aldi kembali.


"Tidurlah tapi sebentar saja, sebentar lagi azan Ashar". ucap Aldi juga memeluk Dini kembali dan mengusap punggung dini.


Mereka terdiam beberapa saat saling memeluk, dan saling menghangatkan.


"Enak ya kalau dipeluk dan memeluk, hangat". ucap aldi memeluk dini erat, sangat erat. lalu "Yuk, kita sholat ashar". ucap aldi melepas pelukannya sambil mencium kening Dini sekilas.


Mereka bangkit dari tiduran dan duduk di tepi ranjang.


"Kamu duluan sana berwudhunya". ucap Aldi pada Dini.


"Baik bang". ucapnya berjalan kekamar mandi.


Selesai mereka sholat berjamaah di kamar aldi, setelah sholat aldi mengajak dini duduk di meja kerjanya.


" Kamu bantu aku, duduk disini". ucap Aldi.


Lalu aldi mengambil sebuah buku, dan memberikan pada dini.


" Kamu membaca saja di sini".ucap Aldi pada dini.


Ternyata buku tentang rumah tangga, tentang keluarga islami.


.


.


.


Like dan komen nya ottor tunggu

__ADS_1


terima kasih sudah mampir 🙏🙏


__ADS_2