
Pulang kerja hari ini aku dikejutkan dengan adanya mak sam di rumah, sudah lebih sebulan beliau tidak mampir semenjak dia marah- marah karena tidak mendapatkan alamat orang tua bang Rizal.
Bukan ayah tidak mau memberikan alamatnya, tapi memang tidak tahu.
" Makin lengket saja kamu dengan Rizal, mentang- mentang Sandra tidak di rumah kamu makin dekati terus rizal. Kamu tahu kan, ayah sandra sedang berusaha mencari alamat orang tuanya rizal, kamu akan tersingkir dengan sendirinnya jika mereka menikah nanti..!". cerocos mak Sam saat aku masuk kedalam rumah.
" Kamu tidak akan bisa melawan kelebihan yang sandra miliki, karena itu kamu mundur saja untuk mendekati Rizal, karena usahamu akan sia- sia saja mengemis ke rizal ".
Padahal aku belum mengucapkan salam saat akan masuk kerumah, sudah di berondong kalimat yang menyakitkan.
"Besok kan hari minggu, kami akan ke kota provinsi kerumah orang tua rizal untuk menyampaikan kalau Sandra sudah siap di lamar oleh ....".
"Memangnya Sandra kemana kak ". potong ayah .
" Dia ikut persiapan acara reunian dengan teman kuliahnya di pulau *****, sudah seminggu lebih disana, dan hampir sebulan ini dia sibuk dengan persiapan reuniannya itu". jelas mak sam.
Pantas saja aku tidak pernah bertemu kak sandra akhir- akhir ini, sibuk reunian rupanya dia.
"Makanya ayah sandra sibuk sendiri untuk pergi mencari alamat rumah orang tua rizal, aku kesini maunya kamu berikan alamat mereka, sudah bolak -balik nanya ke rizal dia tidak mau memberikan alamat nya, makanya hanya kamu yang bisa memberi tahu kannya ".
" Aku tidak tahu alamatnya kak, lagian untuk apa kak sam mendatangi orang tua rizal lagi, rizal itu sudah tunangan dengan Dini ".ucap ayah agar mereka mengurungkan niat mereka ke rumah orang tua bang rizal dari pada bikin malu nantinya.
" Sudah tunangan dengan dini?!.. jangan mengada -ngada kamu Sein!!. aku tidak percaya, sandra sudah bilang sama kami kalau rizal itu adalah pacarnya, dan mereka akan menikah segera..." .
"Sein, kamu bilang tidak tahu alamat orang tua rizal, kenapa bisa dini tunangan dengan rizal, jangan- jangan kamu bohong kalau dini itu tunangan dengan rizal, karena tidak direstui orang tuanya rizal.karena aku tahu hanya sandra yang akan jadi istrinya rizal " sinis mak sam pada adiknya itu.
" Dini memang sudah tunangan dengan Rizal, kedua orang tuanya langsung datang kemari untuk melamar dini, hanya aku dan nur yang menerima kedatangan mereka hari itu ".jelas ayah.
"Bohong kamu hesein..... Dini... kamu jangan kegatelan menganggu pacar kakakmu, kamu harusnya sadar diri lah, bocah ingusan yang cuma lulusan smk dan hanya pelayan toko tidak pantas mengharapkan seorang rizal, hanya sandra yang akan menjadi istrinya rizal,... aku tidak terima, Sandra harus pulang untuk menyelesaikan ini.. tunggu saja kalian....". ucap mak sam emosi sambil berlalu dari rumah.
Ibu dan putri yang sedang ada di dapur berlari kearah ruang tamu karena kaget mendengar ribut- ribut di depan. Ilham pun buru- buru masuk dari pintu samping karena dia ada di samping rumah.
" Ada apa bang... Dini...". tanya ibu ngos- ngosan , mungkin tadi berlari dari belakang.
" Kak Sam... dia tidak terima kalau dini dan rizal sudah tunangan". jelas ayah sambil duduk kembali. tadi saat mak sam pergi ayah juga ikut berdiri.
__ADS_1
" Kak Sam kemari?!. kok ibu tidak tahu?". tanya ibu
" Dia baru datang hampir bersamaan dengan dini pulang tadi, makanya dia marah karena dini masih diantar oleh Rizal. Mereka berniat untuk pergi mememui orang tua rizal, dan masih minta alamat haji faisal sama abang.
Abang bilang kalau Rizal itu sudah tunangan dengan Dini, dan dia tidak terima, makanya ribut dan langsung pergi sambil ngamuk...". jelas ayah.
" Sudah sebaiknya mereka tahu ya bang, agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi. Supaya Sandra jangan menganggu Dini lagi ". jawab ibu.
" iya Nur, kita juga harus membicarakan ini dengan keluarga besar, biar tahu semua ". ucap ayah. " Nanti siap magrib dari mesjid ayah akan ke tempat kakek dan nenek untuk memberi tahukan mereka. kamu siap- siap Nur. kita kerumah ayah dulu baru kerumah abah". jelas ayah.
" Bauk bang ". jawab ibu..
" Ayah... Ibu... tadi bang rizal mengatakan kalau orang tuanya akan datang munggu depan". potongku sebelum ayah berdiri dari duduknya.
" Baik din.. bisa ayah minta nomor telfon ayahnya rizal, biar ayah bisa membicarakan segala hal sebelum bertemu minggu depan, istilahnya meeting online sama calon besan untuk rencana kedepan ". jawab ayah semangat.
" Baik yah.. nanti aku minta sama bang rizal ". jawabku.
Ibu dan ayah buru- buru bersiap- siap untuk pergi kerumah kedua kakekku, karena sudah hampir magrib. Ayah magrib ke mesjid terlebih dahulu dan ibu menunggu di rumah saja.
Ibu mengambil Pisang yang dibawa ayah dari kebun beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah matang siap untuk di makan.
kulihat ibu juga mengeluarkan kue bolu, bolu motif ikan, kue jajanan yang biasa di hidangkan sambil minum kopi. Dan juga ada kerupuk singkong pakai cabe, mungkin kerupuk ini baru ibu buat. karena kemaren ayah juga ada membawa singkong dari kebun.
Selepas magrib Ayah dan ibu pergi berboncengan dengan motor, katanya kerumah orang tua ayah terlebih dahulu, karena paling dekat. lebih kurang lima menit kalau pakai motor.
Dan kerumah orang tua ibu juga tidak terlalu jauh lima belas menit pakai motor, karena rumah orang tua ibu berada di kampung sebelah..
Kami bertiga dirumah, ilham belajar di ruang menonton tv, karena aku dan putri sedang mengemas jualan onlineku di kamarku, tidak banyak hari ini hanya sekitar tujuh paket.
Dan putri setelah membantu menulis nama- nama pembeli online disibukan dengan memilah- milah kosmetik pesanan temannya, dimasukan ke plastik bening dan di kasih nama. karena besok di bawa kesekolah dan di berikan langsung pada teman yang memesan.
Tiba- tiba kami dikagetkan dengan gedoran pintu masuk oleh seseorang.
kami saling pandang, dan segera keluar dari kamarku ,kulihat ilham juga sudah berjalan menuju pintu masuk dan membukakan pintu, aku dan putri juga berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Kulihat kedua orang tuanya kak sandra telah berdiri di depan pintu rumah dengan penampakan wajah marah . Mak sam dan suaminya sama- sama memandang kearahku .
" Dini... kamu berani sekali sudah tunangan dengan Rizal, kamu tahukan kalau rizal itu pacar sandra !!" ucap ayah kak sandra emosi.
" Yah... bang rizal itu pacar aku yah, sebelum kak sandra kenal dengan bang rizal aku sudah jadi pacarnya bang rizal. malah kak sandra itu kenal dengan bang rizal karena bertemu disini saat mengantarku ". jawabku menjelaskan pada ayah kak sandra.
" Tidak ada yang bisa menghalangi sandra untuk mendapatkan semua keinginannya, termasuk menjadikan rizal suaminya sandra, kamu bukanlah tandingan untuk menyaigi sandra, tidak level ".
"Kami sudah tunangan yah, orang tuanya yang datang melamarku, dan ibunya sendiri yang memasangkan cincin tunangan padaku ". ucapku sambil mengangkat tangan kiriku yang memakai cincin pemberian dari bang rizal dan orang tuanya.
" Tidak akan lama kamu memakainya, karena ini pantasnya untuk sandra..!!" ucap ayah kak sandra sambil memegang tanganku, aku respek menarik tanganku keras dan menaruhnya di bekakang pungungku.
Mak sam juga berusaha mendekatiku untuk mengambil cincin di jariku, tapi dihalangi oleh putri. " Kamu harus lapaskan dini.. berikan pada sandra, sandra besok pulang... lepaskan cincin itu...!"teriaknya masih sambil menarik- narik bajuku.
Aku mundur selangkah untuk menghindari tarikan mak sam.
putri pun mundur dan berdiri di sampingku. dia juga terlihat emosi .
" kamu harus lepaskan cincin itu, aku tidak terima, kamu telah merampas hak anakku, kamu sama saja dengan ayahmu, suka mengambil hak orang , suka menikung orang". ucapnya sambil berusaha mendekat. tapi dihalangi ilham.
"Apa yang telah ayahku ambil dari hak nya ayah ?!!" .tanyaku emosi sambil menantang ayahnya kak sandra. Keberanian yang tiba- tiba muncul karena telah berani menghina ayahku.
" Ayahmu telah mengambil Nur dariku, nur itu dulu adalah wanita incaranku, tapi dia berani menikahinya..!!". ucapnya menatapku marah.
Mak sam yang berdiri di samping suaminya melotot melihat suaminya. marah... ya pasti marah lah.
" Itu karena ibuku lebih menyukai ayahku, tidak ada yang mengambil ataupun merampas nya ". ucapku lantang " Mengenai aku dan bang rizal yang sudah tunangan karena kami memang sudah dekat, dan direstui orang tua kami, tidak ada yang bisa melarang ku untuk menikah dengan bang rizal. apalagi kak sandra, karena kak sandra lah yang datang menganggu hubungan kami, datang- datang mengatakan kalau dia pacarnya bang rizal ".
Plaakk...
.
.
.
__ADS_1
like & coment ya temans
🙏🙏