Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 116


__ADS_3

Selama penerbangan sikembar nyenyak tidur, karena kecapek an di perjalanan mobil dan bermain di ruang tunggu tadi.


Aldi dan Dini yang memangku anaknya, juga istirahat tiduran. hanya memejamkan mata.


Selama satu jam setengah perjalanan udara, pesawat sampai di jakarta. karena aldi dan dini ke bandung, maka penumpang ke bandung hanya keluar untuk istirahat saja. karena pesawat hanya berhenti selama dua puluh menit. untuk menurunkan penumpang yang turun di jakarta dan menaikan penumpang ke bandung.


Ada beberapa penumpang yang ke bandung, beristirahat di ruang tunggu transit. begitu juga dengan dini dan aldi.


Tanpa terlihat dinipun ternyata rizal juga ke bandung. Rizal berusaha untuk menjaga jarak dari Dini berada. Karena dia tidak ingin bertatapan muka dengan Dini. Dia masih malu untuk bertemu.


Walaupun rizal masih belum bisa melupakan Dini. tapi dia tidak ingin menganggu dini dan keluarga kecilnya. Dia juga bahagia melihat dini yang juga bahagia.


Walaupun rizal tahu, Dini tidak akan menanggapinya jikapun bertemu. Rizal tahu sifat dini, yang lebih suka diam dan lebih memilih untuk menghindar.


Tapi dengan diamnya dini itu yang membuat hatinya tidak tenang. Sebab orang diam itu punya rencana atau ada hal yang akan dilakukan.


Sesampai di bandara bandung, Aldi di jemput oleh teman kerjanya. Dan Mereka langsung keapartemen yang sudah dipesankan oleh teman aldi.


Apartemennya masih sekitaran kantor kontraktor Aldi dan temannya. Aldi berpesan pada temannya, agar apartemennya dekat dengan kantor. karena dia akan membawa istri dan anak.


Sampai di apartemen masih sore. Dini mengajak suami anaknya untuk istirahat sejenak sambil minum dan ngemil. Dini memberikan asi bergantian. karena sepanjang perjalanan tadi sikembar hanya minum susu botol.


Setelah setengah jam istirahat, Aldi mengajak putra kembarnya mandi. Aldi hanya memakai celana pendek tanpa atasan untuk mandi. mereka berendan dan main air hangat di bathtub yang airnya hanya diisi sedikit saja. cuma terendam bokong si kembar.


Dini membongkar koper serta menyusun kelemari. dan menyiapkan pakaian ganti untuk si kembar dan suaminya setelah mandi nanti.

__ADS_1


Terdengar tawa Aldi dan sikembar saat bermain-main air. Aldi sengaja mengajak mereka berendam air hanggat agar badan sikembar jadi rileks, karena sudah hampir seharian di perjalanan, lebih banyak di gendong dan di pangku.


"Abang, udah ya berendamnya, nanti abang dan adek masuk angin". ucap Dini masuk kamar mandi, membawa handuk untuk si kembar dan juga handuk suaminya.


Dini memasukan baju kotor yang dipakai suami dan anak krmbarnya tadi kekeranjang kain kotor.


"Sayang. kita sekalian berendam bersama. kamu masuk saja sini, biar nanti sama-sama selesai dan cepat untuk istirahat". ucap Aldi mengajak dini untuk mandi bersama.


Awalnya dini ragu untuk mandi bersama, tapi Aldi terus mengajaknya. Akhirnya Dini ikut masuk dan berendam kedalam bathtub. memakai basahan sedada.


Aldi menambah air hanggat, biar berendamnya puas. Sikembar malah semakin senang bermain- main air.


Aldi dan dini memegang anak kembarnya satu-satu, sambil menyabuni dan mengosok. dan bershampo. Abang Ahsan bersama dini dan adek Ihsan bersama Aldi.


Dini membilas rambut dan tubuhnya terlebih dahulu, Anaknya yang dia pegang dikepitnya diantara kedua pahanya. agar anaknya tidak jatuh saat berdiri di dalam air yang mulai surut dari bathtub


selesai membilas rambut dan tubuhnya dini membilas tubuh anaknya yang dia pegang, dan keluar dari bathtub. mengulung anaknya dengan handuk. dan meletakannya di atas meja wastafel, bersandar pada cermin wastafel. dinipun mengulung rambutnya dan memakai bathrobe panjang atau baju handuk.


Dini mengendong abang Ahsan untuk keluar kamar mandi, dan memasangkan baju untuk anaknya. lalu dini merebahkan Abang Ahsan di box bayi yang ternyata sudah ada dikamar mereka. dua malah.


Dini juga memberikan susu botol sepertiga botol, agar anaknya hangat tubuhnya karena agak lama berendam. Anaknya memegang botol sambil meyesap susu botol.


Lalu kembali masuk kamar mandi mengambil adek Ihsan. setelah adek ihsan di bilas oleh Aldi, dinipun mengulung adek Ihsan dengan handuk. Dan memberikan bathrobe untuk Aldi.


Sama seperti abang Ahsan tadi, adek Ihsanpun di tidurkan dalam box dan di beri susu sepertiga botol. dan menyusu sambil tiduran.

__ADS_1


Ternyata abang Ahsan sudah tertidur, dan botol susunya sudah berada dalam genggamnya.


Dini mengambil botol susu, menyelimuti Anaknya, dan menutup kelambu box abang Ahsan.


Lalu dini duduk di kursi depan meja rias. untuk mengeringkan rambutnya.


Tiba-tiba Aldi berdiri dibelakang dini duduk, Dini melihat dari cermin meja rias didepannya. dengan tubuh masih bertelanjang dada, nampak dari bathrobe yang aldi pakai, yang tidak menutupi tubuh aldi rapat.


Aldi membantu dini mengeringkan rambutnya. dengan bantuan jari tangannya. karena rambut dini tidak panjang seperti dulu.


Setelah umur anak kembarnya masuk usia empat bulan, rambut dini dipotong sebahu. karena disuruh aldi untuk memotongnya.


Aldi sering melihat dini kerepotan mengurus rambutnya saat menjaga anaknya. Bahkan sering lupa untuk menyisir. ketika anaknya menagis saat selesai keramas.


"Sudah bang. Abang berpakaian saja dulu. bajunya sudah di letakan disana". Tunjuk dini kearah tempat tidur. setelah beberapa saat aldi mengusap rambut Dini.


"Kamu juga lekas berpakaian". ucap Aldi mengecup ubun-ubun Dini. lalu berjalan ketempat dini meletakkan baju.


Dinipun menyudahi menyisir rambutnya. dan juga mengenakan pakaiannya.


Melihat kedua anak kembarnya tidur. Aldi mengajak dini untuk istirahat saja sebentar. Karena sebentar lagi magrib.


.


.

__ADS_1


__ADS_2