
Aku tidak tahu, tapi yang aku tahu itu mobil orang tuanya bang Rizal. Biar ayah saja yang menghadapi mereka ". jawabku
" Oooo..". Ucapnya sambil kembali menjalanka mobilnya.
Kamipun melanjutkan perjalanan kami, kerumah orang tua bang Aldi, bosku, sekarang jadi mertuaku.
RIZAL POV.
Aku senang, besok aku akan menikah dengan pujaan hatiku, Dini. Aku yang pernah batal menikah dengannya setahun yang lalu, akibat ulah sepupunya dan orang tua sepupunya itu. Aku di jebak untuk menikahinya.
Tapi sekarang, setelah perjuangan orang tuaku yang sangat mengiginkannya sabagai menantu, menerimaku kembali lamaranku dan bersedia menikah.
Pagi- pagi kami sudah berangkat dari kota provinsi untuk acara akadku yang rencana dilaksanakan pukul sembilan.
Tapi... setengah jam menjelang sampai di tempat tujuan aku menerima pesan dan sebuah foto dari nomor tidak di kenal, aku sangat kaget. Aku menyuruh abangku memberhentikan mobil terlebih dahulu.
Aku memperlihatkan pesan itu pada ayah, ya di mobil itu ada ayah dan ibuku, serta abangku dan istrinya. Ayah sangat marah, dia merasa telah dibohongi oleh keluarga dini terlebih kepada dini.
ayah mengatakan kebih baik batalkan saja pernikahan ini, tapi ibu melarangnya, ibu mengasih saran agar kami bertanya dulu pada dinindan keluarganya tentang foto tersebut, mana tahu ada orang yang tidak suka melihat kebahagiaan dini atau aku.
Tapi ayah tidak setuju dan bersikeras membatalkan, akupun yang terbawa emosi juga setuju dengan ayah. kami merasa di permainkan. ibu tetap bersikeras untuk menemui dan meminta penjelasan dulu dari mereka, abangku dan istrinya setuju dengan pendapat ibu.
Tapi aku dan ayah tidak, aku merasa terhina sekali, dini yang ku sanjung berani bermain belakang. Dia selingkuh di belakangku. untung aku belum menikahinya, sudah ketahuan sifat jeleknya pikirku.
Maka ayah membatalkan melalui surat. Ayah menulis surat dengan rasa sangat kecewa kepada keluarga dini, akupun menulis pesan dengan kata-kata kekecewaan ku pada dini dan juga mengirim foto yang kudapat kepada dini.
Kami yang hampir sampai itu tidak berniat untuk melanjutkan perjalanan, karena sudah sangat kecewa.
__ADS_1
Mobil iring- iringan tadi di berhentikan ayah, ya kami ada sekitar tujuh mobil iring- iringan, karena kerabat dekat ikut mengantar ku yang akan menikah.
Setelah semua berhenti di jalan akan memasuki kota tempat tinggal dini, di ujung jalan bay pass. Mereka menanyakan ada apa ayah berbicara dengan semua kerabat yang ikut dengan memperlihatkan pesan dan foto di hpku.
Kembali disini terjadi per debatan, ada yang sependapat dengan ibu dan ada yang menyetujui pendapat ayah. Kakek dan om tanteku banyak yang setuju degan pendapat ibu, banyak sebenarnya yang setuju dengan pendapat ibu.
Tapi ayah bersikeras.
Akupun tidak mau melanjutkan pernikahan ini protesku setelah kakek dan kerabat membujukku untuk bertanya terlebih dahulu. Hingga kakek berkata ' kami tidak akan menerima kata- kata penyesalanmu setelah tahu kebenaran atau kesalahan dari semua yang telah terjadi'. Aku hanya diam tidak menanggapi ucapan kakek.
Hingga terjadi dua perpecahan, yang tidak mau melanjutkan perjalanan kerumah dini putar balik ke kota provinsi, sedangkan yang ingin minta penjelasan melanjutkan ke dalam kota, kata mereka mau cari makan saja atau jalan- jalan, dan jika ada waktu mereka akan mampir ke rumah dini.
Ibu ingin pergi dengan rombongan yang akan masuk kota tapi dilarang ayah, hingga ibu menangis sepanjang perjalanan pulang ke kota provinsi.
Akupun hanya diam sepanjang perjalanan, aku sangat kesal dan sakit hati pada dini yang telah selingkuh. padahal kami sudah sepakat akan menikah. aku tidak mrnyangka dini akan serendah itu.
Aku berkurung saja di kamar, aku merenungi nasibku, Nasib yang sudah dua kali akan menikah tapi selalu gagal. sampai malam aku berkurung diri, tidak makan, aku hanya diam dan diam di atas sajadah.
Aku membiarkan hpku yang sesekali berbunyi, mungkin dari temanku memberi selamat, karena meteka tahu aku menikah hari ini. Aku malas membuka hp.
Entah aku ada tidur atau tidak, karena aku hanya duduk di atas sajadah dan bersandar di kaki tempat tidur, aku mendengar azan subuh. Dan aku melaksanakan sholat subuh dengan mata yang berat.
Karena aku lapar aku keluar kamar untuk makan, tidak ada ayah atau ibu, kemana mereka?. ayah tidak mungkin bekerja, karena ayah minta libur kerja tiga hari.
Kulihat sudah pukul sepuluh. kuselesaikan makanku yang dari tengah hari kemaren belum makan. Dan masuk ke kamar lagi. kulihat hpku. ternyata mati, aku mencas hpku.
Sambil menunggu batrai hpku terisi aku merenung duduk di dekat jendela kamarku sambil merokok. Ya aku merokok, walau tidak terlalu berlebihan menurutku, karena aku menghabiskan rokok dalam tiga hari menghabiskan dua bungkus.
__ADS_1
Aku melihat keluar jendela kamar, kamarku yang berada di samping jendelanya langsung mengarah ke gang samping. Ya, karena rumahku paling pinggir, jadi depan dan samping jalan, hanya yang di samping jalanya gang, hanya jalan satu arah mobil.
Aku memandang gang sepi, karena hari masih pagi menjelang siang, jadi tidak terlalu ramai orang berlalu lalang.
Entah betapa lama aku bermenung di sini, entah betapa batang rokok yang aku habiskan, entahlah. Kulihat sudah hampir jam dua belas, akupun mengambil hpku yang sudah setengah lebih isi batrainya.
Aku mengidupkannya hp ku , banyak pesan dari temanku, aku tidak membukanya, aku mau lihat apa ada pesan dari dini dan keluarganya.
Aku membuka pesan dari dini, ada dua buah foto yang dia kirimkan, kulihat di foto itu baju yang di pakai dini sama dengan baju di foto di yang di kirim seseorang yang tidak kukenal.
Disana juga ada foto laki- laki tersebut, tapi dia tidak duduk di dekat Dini, malah di belakang ibu- ibu yang duduk di meja seperti meja pesta. Dan juga ada foto bersama di pelaminan, tapi tidak ada laki- laki itu.
Akupun membaca pesan dari Dini, panjang pesan yang di tulis dini, menjelaskan semua tentang foto dan kapan foto itu, dan siapa laki- laki itu....
" Aaaaaaaaa siaallllll ". teriakku kencang sambil melempar kaca didinding dengan asbak rikok yang terbuat dari kaca.
Brakkk.....
Kaca pacah berantakan..
Diniiiiiiiii..........
.
.
.
__ADS_1
. like & coment 🙏🙏