
"Baju ini cocok tidak dengan postur tubuh bang Rizal ?!".
Ini benar- benar nanya atau mau cari kesalahan ku atau membat aku malu....pikirku. aku melihat kak sandra saja tanpa berkutik.
Mana tahu aku, dengan tipe pakaian laki- laki, kan tidak pernah membeli baju laki- laki, buat ayah saja ibu yang memilihkan, walaupun aku sering di ajak ibu pergi membeli.
lagian kan aku tidak tahu ukuran dan selera bang Rizal. Kenapa bertanya padaku?.
" Cocok tidaknya tergantung kak, selera yang membeli dan selera yang memakai kadang tidak sejalan, apalagi kita tidak tahu dengan ukuran yang biasa di pakai, akan lebih sulit ". jelasku.
" Sebagai penjual kami hanya bisa memberi patokan bahwa baju mana yang lagi tren dan laku di pasaran, jadi untuk selera dan ukuran hanya pembeli yang tahu, dan itu pilihan pembeli yang menyesuaikan dengan keinginan mereka ". tambahku. karena memang itu yang biasa kami lakukan untuk pembeli.
" Jangan mengelak kamu , kamu pasti tahu selera dan ukuran baju bang rizal ". teriak kak sandra tidak terima dengan alasanku.
" kamu pasti iri denganku karena aku akan membelikan bang rizal baju ini, sedangkan kamu tidak mampu membelikannya, karena harga baju copel ini mungkin sama dengan gajimu sebulan, makanya tidak mau memberi tahuku !". Ejeknya sinis pada ku.
" Lho.. Sandra..
katanya Rizal calon tunangan kamu !?. kok kamu nanya sama dia ukuran dan selera calon tunangan kamu sih !?. Apa jangan- jangan kamu itu merebut pacar atau calon tunangan dia !?. makanya tidak tahu apa-apa tentang Rizal!?". tanya teman kak sandra heran sambil memandangku dan kak sandra betgantian.
"Jangan bilang kamu mau jadi perebut pacar orang lagi seperti kamu merebut tunangan si Ratna dulu, sampai ratna tidak jadi nikah sama yudha !! "
" Tid.... tidak seperti itu mel... Aku hanya menanyakan pada dia karena dia itu kan pelayan toko, tentu saja dia tahu selera orang- orang yang berbelanja pakaian disini.. itu saja ". elak kak sandra sambil melotot kesal padaku.
Aku super kaget... Kak sandra juga pernah merebut pacar orang tepatnya tunangan orang. Aku ternganga mendengarnya. kukira kak sandra itu baik diluar sana, ternyata tidak.
Sampai kak nova melemparkan sebuah pakaian yang masih dalam plastik di depanku berdiri untuk mengurai keterkejutanku. dan iya bener... aku rerkejut juga karena terlalu lama mengangga memandang kak sandra.
Aku melihat kearah kak nova, ternyata dia berdiri dekat meja kasir mami bos, dan sama-sama melihat kearahku.
Kak nova mengangakan mulutnya sambil melonggo, mungkin seperti memperagakan keterkejutan ku tadi. Aku kembali melemparkan baju tadi pada kak nova dan di balas tawa cekikikan kak nova dan mami bos.
Aku cemberut sambil memanyunkan bibirku. Tambah terdengar cekikikan mereka... ih kesal aku. aku kaget malah jadi bahan tertawaan.
"Kalau kamu lebih tahu dengan ukuran dan selera Rizalmu, aku tantang kamu untuk membeli saja yang kamu mau, coba berikan padanya, kalau dia suka dan pas ukurannya pasti di terima , itu betarti kamu cocok". tantang teman kak sandra.
" Ok.... akan aku buktikan ... ". jawab kak sandra menerima tantangan dari temannya percaya diri. "aku akan ambil copel ini dan warnanya tolong carikan yang warna hijau army". kata kak sandra padaku.
Aku mengambilkannya di rak samping kak nova berdiri.
__ADS_1
" Jangan cemberut gitu Din... kelihatan kalau sedang cemburu ". bisik kak nova senyum- senyum sambil ikut memilihkan warna baju yang di pesan kak sandra, ada lima tingkatan warna hijau army, aku membawa semua agar dipilih sesuai seleranya.
" sssttt diam saja lah kak ". bisikku. kesalku terpancing dengan ledekan kak nova.
" Mau berperang agaknya dia Din, milih warna army".
"Asal jangan berperang denganku kak..! capek.. dihina terus dan diancam ". jawabku kesal.
Aku membawa semua ke arah kak sandra. " ini kak... ada lima tingkatan warna army, kakak mau yang mana ?. semua ukuran ada tersedia ". promosi seorang pedagang kepada pembeli ramah.
Ramah... Ya harus ramah walau hati gondok tetap harus ramah.
" Ambil yang mana Sandra?!". tanya teman kak sandra.
" Mmm.... mmmm. . yang ini bagai mana din ?!" tanya kak sandra padaku menunjuk warna army tua.
" Kok nanya lagi ?.. kan selera kamu!?". potong teman kak sandra.
" Nanya pendapat kan boleh mel..." . ucak kak sandra memelas.
" Iya boleh sih ... tapi nanti kalau rizalnya tidak terima dengan warna itu kamu malah menyalahkan orang yang mengasih saran warna dan model pakaiannya, aku tahu sifat kamu Sandra !!. suka melempar kesalahan.!!". ucap teman kak sandra tegas.
Yup.. itu betul-betul sifat kak sandra. sering menyalahkan orang lain dan selalu merasa dia yang paling benar. Kok teman kak sandra itu tahu banyak sikap kak sandra ya?? pikirku. teman dimana ya???.
" ukurannya kak ?". tanyaku
" kan tadi sudah kukatakan. Aku ukuran M dan bang Rizal ukuran L ". jelasnya lagi.
Akupun mengambilkan pakaian copel ukuran yang di pesan kak sandra karena satu ikat warna terdiri dari berbagai ukuran. kuberikan yang sesuai ukuran pesanannya. Dan membuka plastik nya untuk di cek,
" Silahkan di cek dulu kak ?". ucapku.
Kak sandra dan temannya menerima dan mencek setiap jahitan dan mecoba meletakkan baju di depan badan untuk melihat apa pas dalam baju dan lebarnya.
" Bisa di coba kok kak, disana ruang gantinya, kan kalau kecil nanti bisa di coba ukuran lebih besar". tawarku.
"Heh... jangan menghina kamu... kamu mau bilang aku gendut dan berbadan besar, ini pasti pas dengan ku biasa aku pakai ukuran M". belanya marah.
"Ooohhh... terserah kakak saja... Tapi kita di sini tidak menerima penukaran barang, karena sudah di bawa pulang dan pasti telah di coba - coba ". jelasku , agar nanti dia seenaknya saja main tukar- tukar.
__ADS_1
" Tidak masalah... aku mau ini saja... berapa harganya??" tanya kak sandra sombong.
" Langsung ke kasir saja kak ". ucapku sambil membawa ke kasir , tempat mami. Aku malas saja karena dia selalu mendebat setiap ucapanku. Apalagi tentang harga, nanti dikira aku memberi harga mahal. lebih baik langsung dengan mami, yang punya toko.
Aku menyibukkan diri dengan kembali mengemas pakaian yang aku bawa tadi untuk diperlihatkan dan dipilih kak sandra.
Mereka menuju kasir dengan membawa pilihan nya. Aku sibuk... dengan sibuk adalah cara menghindar yang halus... iya kan?.
" Sudah cocok ukuran dan pilihannya nanda ?". tanya mami sambil menerima belanjaan pilihan kak sandra.
" Iya... aku ambil ini, berapa total harga keduanya ". jawab kak sandra.
" Haganya copelnya Rp ****** ya nanda ". jawab bu bos
" Apa tidak kemahalan bu? ". kaget kak sandra.
" Sudah harga grosir itu nanda ". jawab bu bos ramah.
" Sudah murah itu sandra, kalau kamu beli di toko eceran akan lebih mahal lagi, bahkan bisa dua kali lipat ..!". jelas teman kak sandra. " ini aku lihat bahan dan model terbaru, mewah dan elegan, apalagi ada bordir dan batu- batu mengkilap, cocok untuk kondangan ".
" Tapi aku tidak bawa uang segitu mel..!". bisik kak sandra tapi masih bisa ku dengar. Aku tersenyum mendengar jawaban kak sandra, gaya tapi tidak punya modal.. kalau mau shoping isi dulu dompet mu kakak...
" Lho... mau belanja kok tidak bawa uang?!. atau memang tidak punya uang!?". telak teman kak sandra. "
Tul.... aku, bu bos dan kak nova saling pandang. Aduh kak sandra.... malu-maluin saja. bikin tepuk jidat aku .
" Mel... aku pakai uang yang untuk reuni itu dulu ya.. nanti di rumah aku ganti".....
.
.
.
Kok belanja pakai uang orang sih kak sandra.....
..
🙏🙏
__ADS_1
terima kasih sudah mampir di karya otor ya temans...
ditunggu like & comentnya