
Sandra dan kedua orang tuanya ternganga melihat foto keluarga Dini dan orang tuanya, bahkan Dini punya anak kembar laki-laki yang gagah.
"Dini..". geram Sandra.
Dia tidak terima, dini yang tadi dia hina bersama orang tuanya, ternyata sangat bahagia. punya suami ganteng dan kaya, punya anak kembar dan juga ganteng.
"Aku tidak terima, kalau dini melebihiku. aku akan mengambil semuanya dari dia". ucap sandra berdiri dari duduknya.
"Dan kamu, kamu akan menjadi suamiku, kamu tidak pantas dengan dini. ceraikan dia... ceraikan dia.. ". ucap sandra berteriak.
Sandra dipengani oleh ayah dan ibunya. Sandra memberontak untuk mendekati Aldi.
"Aku inginkan kamu. aku ingin kamu jadi suamiku.. ". berontak Sandra.
Aldi dan ayah mertuanya saling pandang. Ayah Dini menarik nafasnya.
"Sandra, kamu mengapa terlalu berambisi ingin menyaingi Dini. padahal dari dulu dini tidak pernah merasa menyaingi kamu. Bahkan lebih sering mengalah dengan mu.
Kamu selalu ingin menghancurkan Dini, mengangu Mainan yang dini punya, menganggu buku dan tas sekolah, pekerjaan dini. bahkan tunangan Dini.
Sekarang kamu ingin menganggu rumah tangga dini. Kamu itu harus sadar sandra, setiap kamu menganggu dini, dini selalu mendapat petunjuk dari allah.
Jadi kamu harus sadar. dengan menganggu orang itu akan membuat kehidupan dan fikiran jadi sempit".ucap ayah.
"Husein...Kamu jangan mengajari kami. karena kami lebih tau dari kamu". teriak ayah sandra tidak terima.
"Kalau kamu lebih tau dari kami, tolong ajari anakmu kesopanan dan tata krama. jangan hanya bilang semua yang ada adalah hak miliknya". tegas ayah dengan suara lantang
"Selalu mengatakan kalau Dini merampas punya dia. apa yang pernah aku dan anakku serta sekeluarga merampas punya kalian. Apa yang pernah kami ambil dari punya kalian. tidak ada kan?!". ucap ayah keras.
Semua terdiam, hanya sandra yang tergugu menangis di pelukan ibunya.
"Husein, sandra itu keponakan kamu. coba kamu bicarakan pada Dini, manatau dini...."
"Tidak akan pernah terjadi". potong Ayah, seolah tahu kemana arah perkataan mak sam.
"Kamu harus usahakan Sein. Apa kamu tidak kasihan dengan Sandra". bujuk Mak sam lagi.
"Mengapa kalian masih punya muka untuk menemui husein!!!".
Tiba-tiba kakek datang bersama om umar. Kakek melotot kepada mak sam dan pak samsul.
"Apa masih belum puas kalian menganggu Husein dan keluarganya?! Sudah berapa kali kalian menganggu husein dan anak sampai cedera.
Hingga Dini hampir meninggal karena perbuatanmu. Apa kamu ingin hidup di penjara seumur hidupmu". tegas kakek.
Semua diam, om umar menuntun kakek ketempat ayah duduk tadi, karena ayah berdiri saat kakek datang. Dan Aldi pindah ketempat duduk ibu tadi, karena ibu pergi ke ruangan tengah.
__ADS_1
Ternyata Ibu masuk kedalam, mengambikan air minum. Ibu mengambilkan air putih hangat saja. Lalu meletak baki yang berisi gelas minuman di atas meja. tanpa membagikan kedepan yang duduk.
"Kalau kalian masih ada niat untuk menganggu Husein dan anaknya, aku tidak akan diam. akan kubuat kalian mendekam di penjara seumur hidup". Ancam kakek tidak main-main.
Semua terdiam.
"Kakek... kenapa kakek membela Dini?. dulu kakek selalu membela aku. selalu memberikan apa yang aku mau.
Sekarang aku hanya minta, agar dia, suami dini menjadi suamiku". ucap Sandra memelas sambil menunjuk Aldi.
Aldi melotot mendengar ucapan sandra, dia tidak habis fikir. Apa yang membuat sandra sangat berambisi dengan yang Dini punya.
Aldi banyak mendengar cerita tentang sandra dari dini, saat sandra menjatuhkan motornya di depan mobil Aldi. bukan dia membela dini karena Dini adalah istrinya. Tapi baru dia tahu bagaimana sifat sandra dan keluarganya, terutama ayahnya.
Pantas Dini berpesan, agar menghindar saja jika kebetulan bertemu dengan Sandra. ternyata ini alasan dini. Sandra akan berusaha mendapatkan yang ada pada dini.
Padahal Sandra tidak begitu kekurangan. bahkan wajah bisa diandalkan. tapi, perangai dan ucapan sangat tidak enak di dengar.
Aldi mengelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis memandang sandra. Ayah dan kakek melihat sekilas kearah Aldi.
"Sandra.. Kamu itu sudah tidak sehat fikiran mu!. kenapa kamu menjadi berambisi yang tidak wajar begini. membuat kamu tidak kakek kenal lagi.
Kembalilah ke sandra yang kakek kenal. jadilah sandra yang dulu". ucap kakek lembut.
Sandra malah menangis tersedu, dia merangkul ibunya. Ibunya membalas memeluknya.
"Sandra... kamu jangan egois!". ucap kakek tegas.
"Tidak semua yang kamu inginkan itu harus kamu miliki !. dan tidak semua keinginan kamu itu harus dilaksanakan". Ucap kakek.
Kakek menarik nafas kasar.
"Aldi.... sekarang kamu boleh pulang. Jika kamu masih disini. tidak akan selesai pembicaraan ini". ucap kakek.
"Baik kek, aku permisi". Ucap Aldi menyalami kakek dan ayah mertuanya.
"Tidak kek... aku mau dia disini". ucap Sandra.
"Sandra...". ucap kakek.
Lalu aldi menuju ruang tengah, tanpa memperdulikan sandra dan keluarganya. Aldi menuju tempat menonton, karena ibu mertua sedang duduk disana bersama putri dan ilham.
"Bu, aku balik dulu ya". ucap Aldi menyalami mertuanya.
"Hati-hati nak, jangan ngebut bawa mobilnya, sudah tengah malam". pesan ibu mertua aldi.
"Baik bu". jawab Aldi.
__ADS_1
"Ilham, putri kamu juga harus istirahat, abang balik dulu ya". ucap Aldi ke adik iparnya.
"Iya bang, hati-hati di jalan". jawab ilham dan putri.
"Assalamualaikum..". ucap Aldi keluar dari rumah mertuanya.
"Jangan pergi...". teriak Sandra berontak dari pelukan ibunya, dan dipegangi oleh ayahnya.
"Aldi, apa perlu om temani?". ucap om umar, mengiringi Aldi keluar.
"Tidak usah om, ada kakak iparku dimobil". jawab Aldi.
"Oo.. hati-hati dijalan". ucap om umar melepas Aldi naik kemobilnya.
"Baik om, aku balik dulu". ucap aldi.
"Maaf bang, lama abang menunggu. hingga si bocil tertidur jadinya". ucap aldi saat mobilnya melaju meningalkan rumah mertuanya.
Aldi pergi dari rumah mertuanya, untuk pulang menuju rumahnya.
"Ada apa Al?! kenapa tadi aku lihat ada seorang kakek datang". tanya abang ipar Aldi yang dari tadi menunggu di mobil.
"Ada konflik keluarga sedikit. itu masih berdebat". jawab Aldi.
"konflik keluarga?. masalah apa yang dihadapi oleh mertuamu?". tanya abang iparnya.
"Sepupu istriku dan ayahnya yang bikin masalah, hingga kakek istriku turun tangan". jawab ipul sambil mengemudi.
"Apa ada hubungannya denganmu?". Tanya abang ipar aldi.
"kemaren-kemaren tidak, karena konflik ini aku dengar memang sudah dari dulu. semenjak istriku kecil. Sepupunya itu selalu menganggu segala hal yang ada pada istriku.
Bahkan sepupunya itu yang mengagalkan pernikakan kemaren, dan akhirnya aku yang menikahinya waktu itu". terang Aldi.
Aldi menarik nafas pelan.
"Dan sekarang... sepupunya itu menganggu istriku lagi. dan itu juga berhubangan denganku.
Dia tidak terima kalau istriku lebih darinya.
Dan menginginkan Aku untuk menikahinya. Parahkan bang?".
.
.
.
__ADS_1