
Mami menyuruh bang Aldi yang mengantarkan ibu dan putri pulang. Dan keponakan bang Aldi, anak kakak perempuannya yang masih berumur berumur tujuh tahun minta ikut pergi dengan bang Aldi yang akan pergi mengantar mertuanya.
Mami dan kakak Aldi melarangnya, nanti dia mengantuk. karena sudah lewat jam sembilan malam. Pasti baliknya hampir jam sebelas. tapi keponakan aldi bersikeras ikut. Terpaksalah Ayah dari anak itu ikut juga. Katanya untuk menemani aldi saat pulang nanti tidak sendirian.
Juga Untuk menjaga yang si kecil. karena untuk pulang pergi akan memakan waktu satu setengah jam. karena untuk kerumah orang tua Dini lebih kurang empat puluh menit kalau jalan siang hari, karena ada beberapa titik lampu merah.
Ibu dan putri duduk di jok tengah dan suami kakak Aldi duduk di jok depan, disamping aldi yang sedang mengemudi.
Sikembar sudah di mandikan oleh ibu dan mami tadi, agar tidurnya nyenyak. seharian ini tidak banyak tidur, karena di perebutkan semua kerabat untuk mengendong.
Selesai menyusui sikembar dan si kembar tidur, akhirnya Dini yang akan bersih-bersih badan.
Sebelum masuk kamar mandi Dini di panggil mami, ternyata mami menyerahkan kotak amplop yang berisi amplop dibawa tamu tadi. Ya, semua tamu tadi memberi si kembar dengan amplop, maupun bingkisan.
Banyak kado dan amplop yang diterima, tadi semua kado dan kotak amplop sudah dibawa ke kamar si kembar oleh kerabat yang membantu bersih- bersih rumah. Tapi mami memberikan kota amplop ini kekamar Dini.
"Dini, kamu buka dan simpan saja uang yang di amplop ini, karena ini buat si kembar". ucap mami.
"Mami, kita buka sama-sama saja besok mi". ucap dini.
"Ini adalah untuk si kembar, kamu yang menyimpannya". ucap mami menyerahkannya ke Dini.
"Mm, baik mi. akan aku bicarakan dengan bang aldi". jawab dini menerimanya.
"kamu istirahatlah, nanti kalau si kembar bangun pangil saja mami. mami akan bantu". ucap mami yang akan menutup pintu kamar dini.
"Baik mi". jawab dini.
Dini melaksanakan niatnya untuk bersih-bersih, mandi air hangat untuk menghilangkan rasa lelah seharian sibuk di acara selamatan.
Setelah berganti pakaian Dini melihat anaknya yang tidur di box sebentar. Baru menuju tempat tidurnya, untuk istirahat.
Aldi datang sudah lewat tengah malam. Karena tadi ada masalah sedikit di rumah orang tua Dini.
Waktu Aldi sampai dirumah orang tua dini saat mengantar ibu dan putri, terlihat pintu rumah masih terbuka. padahal sudah hampir jam sepuluh.
Aldi juga melihat ada sebuah mobil pickup berdiri di depan gerbang masuk rumah. dan mobil Aldi terpaksa di parkir tepat di pagar bagian depan rumah.
__ADS_1
Saat mobil berhenti, terdengar suara perdebatan yang sengit. Ibu dan putri buru-buru turun dari mobil. Begitu juga dengan Aldi. dia sangat penasaran, apa yang sedang terjadi.
"Bang aku turun sebentar ya. mau lihat yang terjadi di rumah ibu". ucap aldi kepada suami kakaknya yang duduk memangku anaknya yang ternyata belum tidur.
"Baik Al, nanti kalau perlu aku, kamu panggil saja". jawab suami kajak aldi.
"Baik bang". ucap aldi. lalu turun mengikuti ibu mertuanya menuju pintu rumah yang terbuka.
"Ternyata kamu sudah tidak menganggab kami ini saudara kamu lagi Sein. hingga kamu tidak mengajak kami di acara selamatan cucu kamu.
Dasar adik tidak punya hati. Orang kampung kalian undang kesana. sedangkan aku, kakak kamu! saudara kamu!. tidak terbersit untuk mengabarkan dan mengajak kami!". ucap mak sam sambil menangis.
"Kamu jangan bangga mempunyai menantu kaya Sein. bisa jadi suatu saat suaminya dini akan berpaling kewanita yang cantik dan berpendidikan seperti Sandra.
Dini itu tidak pantas untuk punya suami kaya. karena tidak ada yang akan dibanggakan ". ucap pak Samsul, suaminya mak sam.
Ibu tertegun berdiri di depan pintu, ibu masih berdiri di luar, diteras. Aldi dan putri juga diam berdiri di belakang ibu.
"Maaf kak sam, samsul. aku hanya mengikuti ucapan ayah. siapa yang diajak itu keputusan ayah. Karena aku menyerahkan semua kepada ibu dan ayah siapa yang akan mereka ajak". jawab Ayah Dini.
"Halah... bilang saja kamu takut, kalau suaminya dini akan tertarik pada sandra. sandra kan lebih cantik dari Dini". jawab pak samsul mengejek.
"Dini pasti sudah jekek dan tidak bisa mengurus badannya lagi, karena sibuk mengurus anak. pasti suaminya akan berpaling padaku, jika suaminya melihatku". ucap sandra percaya diri.
Aldi yang mendengar hanya tersenyum saja, belum tahu dia, bagaimana Dini sekarang. kalau dia bertemu tentu mulut mereka akan langsung ternganga lebar.
Secantik apasih si sandra itu sekarang? sebegitu percaya dirinya dia membandingan istriku. pikir Aldi.
Karena Aldi sudah lebih setahun tidak bertemu sandra, dan bertemu pun baru dua kali. waktu kejadian saat dia menjatuhkan sepeda motornya didepan mobil aldi. dan malam saat membeli buah di pondok buah.
"Iya, pasti badannya sudah melar dan bau susu bayi, amis. hingga suaminya malas mendekatinya lagi. Beda dengan sandra, yang tiap hari wangi dan suka dandan". tambah ayah sandra.
"Betul itu...". mak sam menyetujui ucapan suaminya.
"Betul yah, sangat beda jauhlah. kan pendidikan kita juga beda yah. Dini pasti dibawah ku standar kecantikan dan pendidikannya". jawab sandra membanggakan diri.
"Wajah Cantik dan pendidikan tinggi tidak akan ada artinya jika tidak ada atitutnya. Apalagi yang punya mulut hanya untuk merendahkan orang". ucap ibu masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Semua terkejut melihat kedatangan ibu.
"Jaga mulutmu Nur! anakku sangat tinggi pendidikannya, tentu tau cara berbicara yang baik". marah pak samsul ayah sandra.
"Apa seperti itu cara seseorang yang berpendidikan tinggi berbicara. dan bahasa yang dipakainya sangat tidak pantas untuk seorang yang berpendidikan". jawab ibu memandang sandra.
"Memang kenyataan yang aku ucapkan bu, Dini tidak bisa menandingiku. dia sudah jelek karena...".
"Assalamualaikum..". potong Aldi masuk kedalam rumah mertuanya.
Semua terkejut melihat Aldi yang dengan gagahnya masuk kedalam rumah, menuju kearah ayah mertuanya dan menyalami sambil mencium tangan ayah mertuanya.
"Duduk nak". ucap ayah mertuanya menunjuk kursi sofa singel di sampingnya, disebelah istrinya.
Aldipun duduk ditempat yang di tunjuk mertuanya. Di depan mereka duduk Sandra bertiga dengan orang tuanya di sofa panjang.
sedangkan ibu duduk di sofa singel sebelah di ujung , dan aldi di sofa singel kanan disamping ayah mertua. hingga aldi diduk diantara ibu dan ayah mertua.
Putri juga mengikuti masuk kedalam rumah, dan terus keruang tengah. dan ternyata ilham sedang duduk di ruangan itu. sambil memandang foto berfigura besar. putri mendekati ilham, untuk melihatnya.
Ternyata foto mereka tadi. Mereka tadi melakukan foto keluarga bersama saat acara di rumah mami.
Ada ayah dan ibu ditengah duduk di kursi sambil memangku cucu kembar mereka. Disamping kiri Aldi dan Dini berdiri. Disamping kanan Ilham dan putri. Mereka tersenyum bahagia difoto itu.
Ada juga beberapa foto kebersamaan semua keluarga besar dan si kembar. yang belum di masukan kedalam album foto.
"Aku tadi pulang dari rumah bang Aldi mampir di studio foto. dan mencucinya". jelas ilham tanpa putri bertanya.
Putri hanya mengangguk, dan mengambil beberapa foto kebersamaan mereka dan juga figura besar.
"Ayah... aku mau dia jadi suamiku". tunjuk sandra pada Aldi yang duduk di sofa samping mertuanya.
"dia itu tidak pantas untuk Dini. ayah harus jadikan dua suamiku ". rengek Sandra pada ayahnya.
"Ayah setuju, Dini itu pasti sudah jelek, badan melar dan tidak terurus.tidak pantas untuk....".
"Yah...". ucap putri memberikan figura dan beberapa foto pada ayahnya.
__ADS_1
Dan ayah meletakan di atas meja tamu menghadapkan ke mereka, hingga Sandra dan kedua orang tuanya melotot memandang foto keluarga.
Mereka bersamaan menelan ludah mereka, karena tidak menyangka dengan