Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 104


__ADS_3

"Siapa kamu??!"


"Hah.....". kaget sandra.


Ternyata bukan suami Dini.


'Kenapa bisa bukan sih?!. kan ini mobilnya suami si Dini'?! gumam sandra


"Siapa kamu, keluar dari mobil saya". teriak orang itu.


Sandra bingung, kenapa bisa salah sih. Atau ini memang bukan mobilnya suami dini. Bisa jadi suaminya dini menyewa mobil, pikir sandra.


Atau orang ini yang nemakai mobil suaminya Dini.


"Cepat keluar dari mobilku!!".teriak orang itu.


"Tidak mau, aku mau tanya. ini apa mobil suaminya Dini, sepupuku?!. aku pernah melihat mobil ini dikendarai oleh suaminya.


Atau kamu menyewa mobil ini. Aku ingin tahu dimana tempat tinggal yang punya mobil ini. Aku ada perlu dengan yang punya mobil ini". ucap Dini memberanikan diri, dengan cara mebebak saja.


"Aku tidak kenal siapa sepupumu itu. ini adalah mobil punyaku. Hey.. memangnya mobil seperti ini hanya satu di kota ini. Banyak yang punya mobil seperti ini. Lihat dululah dengan pasti, baru naik.


Sana keluar, bikin kotor mobilku saja. Mengaku saja ini mobil punya sepupu mu. kalau benar ini mobil punya suami sepupumu.Harusnya kamu tahu ciri mobilnya. Paling tidak plat nomor nya.


Tidak asal naik dan asal terka saja. memalukan. Sana keluar". usir orang yang duduk di kemudi mobil itu mendorong sandra keluar.


Sandra merasa malu, karena telah salah nak mobil.


Dia melihat dari depan mobil, memastian. apa benar bukan mobil suami Dini.


Dia mengingat-ingatnya. memang Dia melihat mobil aldi sekitar dua tahun yang lalu, saat Dini baru menikah. dan beberapa bulan kemudian, saat dia sengaja mejatuhkan motornya di depan mobil suaminya Dini.


Dan semalam dia tidak melihat mobil suami Dini saat mengantar ibunya dini.


Sekarang sandra masih penasaran dengan mobil ini. makanya dari tadi dia melihat terus kearah mobil. Dia duduk di teras disudut mini market ini. tidak jauh dari mobil.


Dia Ingin tahu, apa benar ini mobil orang lain, atau mobil suami Dini. Dia masih yakin itu mobil suaminya Dini.


Tidak berapa lama seseorang naik kemobil yang terus di pandangi sandra. Orang itu membawa dua kantong besar belanjaan dari mini market itu.


Sandra berdiri saat orang itu akan naik kemobil, dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang yang menaiki mobil.


Sandra mendekat, untuk memastikan apakah orang itu suami Dini. Saat hampir dekat, otang itu melihat kearah Sandra.


Sandra berhenti, ternyata bukan suaminya Dini. berarti memang bukan mobil suaminya Dini.

__ADS_1


Sandra berkesimpulan, kalau suaminya dini menyewa mobil ini dari seseorang, supaya terlihat kaya dan keren.


'Ternyata suami dini tidak sekaya yang terlihat'. gumam Sandra melihat mobil itu pergi dari oarkiran mini market.


Dia menuju parkiran motor di samping mini market itu. kembali berkeliling mencari informasi dimana rumah orang tua suaminya dini tinggal.


Agar bisa mendekatinya. dan bisa mengaet suaminya dini itu.


Sementara di mobil yang tadi di naiki Sandra dan di duga mobil suaminya Dini.


"Siapa yang tadi bro, melototin terus ke arah mobil?!". tanya orang yang duduk di samping.


"Yang bos Aldi bilang, untung bos aldi mengirim foto dia dan ayahnya beberapa hari yang lalu. agar aku hati-hati". jawab yang membawa mobil.


Ternyata memang mobil Aldi yang dicurigai sandra sebagai mobil suaminya Dini.


"Iya... aku paham. jadi itu alasan kamu membawaku tadi, untuk jaga- jaga jika mereka mendekati bos Aldi". tanya yang di samping.


"Bos aldi yang minta, agar aku membawa kamu. katanya jaga-jaga saja, kalau tiba-tiba sepupu dan ayah sepupu istri bos Aldi ingin mencelakai istri dan anaknya.


Sebab mereka yang pernah mencelakai istri bos dan ayah mertua bos Aldi. Makanya kita harus hati-hati memberi info tentang bos Aldi pada siapapun". jelas yang mengemudi.


"Aku paham sekarang. Tadi saat antri di kasir, aku melihat dia naik ke mobil. Apa yang dia tanya?!"


"Pintar kamu, kita memang harus waspada. sepertinya dia memang nekat orangnya".


"Itu harus. tugas kamu melindungi istri dan dua bos kecil, aku akan mengemudikan mobil.


kita mau menjemput bos Aldi dan keluarga kecilnya. dan juga akan mampir sebentar di rumah kakek istrinya.


Disini kita tidak boleh jauh berdiri dari mereka. sebab keluarga penganggu tadi masih disana tinggal".


"Hhmm... seperti bodyguard ya kerjanya. Tapi aku suka".


"Kan kamu memang bodyguard biasanya. Bodyguard di depan pagar mami.. hehe...".


"Sesukamu lah". ucapnya mengambil minuman dingin dari kantong mini market yang dia bawa tadi. Yang terletak di jok belakang.


"Aku juga mau minumannya. Apa semua pesanan Bos Aldi sudah semua kamu beli?!". tanya yang mengemudi menerima minuman dari temannya.


"Sudah. yang di kantong besar buat dibawa ke rumah nenek ibu bos, dan yang satu perlengkapan. si kembar". jawabnya.


"Si jek kok belum kelihatan ya?!". tanya sopir.


"Tadi katanya langsung kerumah mertua bos Aldi. mungkin sudah sampai mereka di sana". jawab yang di samping.

__ADS_1


Mereka adalah para sopir mami dan papi, mereka merangkap sopir pribadi dan sopir untuk membawa barang dagangan dari gudang ke toko.


Meskipun supir, pakaian mereka tidaklah seperti supir kebanyakan. mereka berpakaian seperti anak muda umumnya. Karena umur mereka juga belum tiga puluh tahun.


Karena selain supir, mereka juga sering ikut bekerja di toko. mereka harus selalu jaga-jaga di toko, jika tidak ada pekerjaan antar jemput barang.


Semua pekerja mami memang sudah seperti keluarga. hingga mereka pun sangat mengerti dengan pekerjaan yang di berikan.


Aldi memang menyuruh mereka dua mobil, karena nanti ada ibu dan ayah juga. putri dan ilham juga akan ikut jika mereka cepat pulang sekolahdan kuliah.


Kampung Orang tua ibu hanya sekitar lima menit dari rumah pakai motor, kalau pakai mobil agak lebih, jalan pintas melewati persawahan. karena jalannya tidak begitu mulus.


Tapi cukup besar jalannya, dan bisa untuk dua mobil jika berpapasan.


Kalau melewati jalan besar, memutar dan makan waktu lima belas menit lebih.


Saat mobil supir Aldi sampai di rumah mertuanya, ternyata mobil yang satu lagi sudah sampai duluan.


Supir dan temannya tadi turun membawa kantong belanjaan tadi kerumah mertua bosnya. dan memberikannya.


Dini dan ibu membawa buah tangan kerumah orang tua ibu. ibu sudah mempersiapkan. dan juga tadi pagi Aldi menyuruh supir mami membeli beberapa kue kaleng dan buah.


Juga membeli beberapa kebutuhan si kembar, karena selama empat hari mereka berkurung di rumah ayah, dan persediaan buat si kembar telah menipis.


Setelah bersiap-siap sekitar sepuluh menit, Aldi membawa tas keperluan si kembar keluar kamar. dan di bantu oleh supir membawa ke mobil.


Putri dan ilham pun juga sudah sampai di rumah, mereka bersemangat untuk ikut kerumah nenek mereka.


Padahal mereka sering kesana, paling tidak dua atau tiga hari sekali datang.


Tapi sekarang beda rasanya, karena berkunjung membawa si kembar.


Ayah mrngunci pintu rumah. Dan Mereka menuju mobil yang sudah di siapkan. Aldi, Dini, putri beserta si kembar di mobil aldi. yang dikemudi sopir mami, dan di dampingi temannya tadi.


Sementara Ayah, ibu dan ilham di mobil yang dikemudi si jek, dan didampingi juga oleh temannya.


"Hey calon suami... ternyata kamu disini..."..


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2