
"Ooo.... ini suami penganti si dini, yang di tinggal kabur calon suami saat akad nikah".
Tiba-tiba sandra datang di dekat Dini dan Aldi yang sedang membeli buah di kedai buah pinggir jalan.
"Keren sih kamu, kenapa kamu mau saja menikahi dia yang hanya lulusan smk. Apa kamu tidak malu mempunyai istri seperti dia, yang hanya karyawan toko". Ucap Sandra mendekat kepada Aldi.
Dini hanya diam, tidak mau menjadi bahan perhatian orang sekitar. Yang akan membuat dia malu saja nantinya.
Aldi memperhatikan Sandra yang mendekat, dan juga memperhatikan dini yang berdiri di dekat buah yang sedang dia pilih. Dini bahkan hanya melihat sekilas kepada sandra. Dan kembali menyibukan diri memilih buah.
"Tinggalkan saja si dini itu, dia tidak pantas dengan kamu, lebih baik dengan aku saja". ucap sandra ingin memegang lengan Aldi.
Aldi menepis tangan sandra, dan mendekat keistrinya yang sedang memilih buah-buahan.
"Sok jual mahal kamu, pasti kamu dipelet keluarga si dini. Hingga tidak tahu mana yang baik dan cantik". ucap Sandra manarik tangan Aldi.
"Jangan ganggu aku dan istriku". ucap Aldi menyentak tangan Sandra.
Semua yang ada disana memperhatikan perdebatan Sandra dan aldi.
"Alah.. jadi suami penganti saja kamu bangga. Itu merendahkan kamu saja di depan orang- orang". ucap sandra nyaring.
"Ibu-ibu, bapak- bapak. lihat dia, dok jadi pahlawan. jadi suami penganti saja bangga, padahal istrinya belum tentu baik, bahkan dia hanya pelayan toko". Ucap sandta memprofokatori oang yang di sana.
Orang yang berada di sana malah memabdabg sinis sandra. Dini dan Aldi malah cuek saja memilih buah yang meteka inginkan, seperti tidak terjadi apa-apa.
"Pasti dia sudah kena pelet oleh...".
"Memangnya kamu itu lebih baik dari istrinya?! Secara istrinya cantik begitu beda dengan kamu yang seperti bertopeng. Bahkan terlihat tua!". Ucap seorang ibu yang sedang memilih buah juga.
Sandra tertohok dengan ucapan ibu tersebut. Bahkan semua orang yang disana tertawa mengejek sandra.
Aldi dan dini tidak memperdulikan mereka yang menertawakan sandra. seperti tidak terganggu.
"Berkaca dulu sebelum menghina. Mereka sangat serasi kok, yang satu ganteng yang satu cantik. Pasti nanti anaknya juga cantik dan ganteng". ucap seorang ibu.
__ADS_1
"Tapi mereka tidak cocok, mereka menikah karena calon suaminya membatalkan pernikahannya saat akad nikah terjadi. Bahkan dia itu hanya pengantin penganti saja. Pasti dia hanya mau nompang hidup, wajah saja yang ganteng, pekerjaan dia pasti tidak tetap dan hanya pekerja kasar". bela Sandra.
"Berarti mereka itu yang jodoh, karena pernikahan mereka sah menurut hukum dan agama. Kalau pekerjaan seseorang yang penting halal, pasti akan berkah". jawab ibu yang lain.
"Apa hubungannya dengan kamu. ingin menganggu rumah tangga orang, dasar pelakor". teriak ibu-ibu disana.
"Huuu... dasar pelakor" teriak Semua orang yang ada disana mengejek sandra.
Sandra yang diserang ejekan ibu-ibu disana pergi dengan geram dari warung buah itu karena malu.
"Kurang ajar si dini itu". ucapnya mengomel.
"Terimakasih semua, sudah membela kami". ucap Aldi kepada ibu-ibu disana.
"Sama-sama nak, kamu sangat baik, sangat perhatian sama istrinya, apa dia sedang hamil?". tanya seorang ibu.
"Iya bu, alhamdulillah. baru jalan dua bulan".Jawab Aldi tersenyum.
" Selamat ya nak, kamu harus hati- hati dengan pelakor seperti tadi. Mereka akan bersikap nekat dengan keinginan mereka, bahkan sampai menyakiti pasangan kita". Ucap ibu itu mengingatkan Aldi.
Aldi dan Dini membayar buah yang mereka beli, dan keluar dari kedai buah itu. Mereka berjalan menuju ke mobil mereka parkir, di samping kedai buah itu. Karena di depan toko buah juga ada mobil parkir.
"Keren saja yang ada, pulangnya jalan kaki". Ejek sandra yang berdiri di samping kedai buah itu.
Aldi dan dini tidak menanggapinya, mereka terus berjalan melewati sandra. Bahkan drngan sengaja dia menarik dini yang sedang di bimbing oleh aldi.
"Jangan sok kamu Din! Punya suami cuma modal tampang saja. hanya untuk memperbaiki keturunan". tawa sandra menarik tangan Dini.
"Apa urusanmu?!, jangan kamu mendekati istriku lagi. Aku tidak akan segan berbuat kasar". bentak Aldi yang emosi, karena sandra menarik dini hampir jatuh.
Padahal dini sedang hamil muda. Dia memeluk istrinya yang juga kesal, karena masih menganggu dia yang sudah menjauh dari Sandra selama ini.
"Alah .. jangan sombong kamu, kamu pasti mau menumpang hidup di keluarga Dini. kamu pasti hanya buruh pasar, karena dini juga karyawan toko". ejek Sandra.
"Apa urusanmu, terserah apa pekerjaanku, yang penting halal. kami tidak akan meminta padamu, ataupun keluargamu". ucap Aldi membimbing istrinya.
__ADS_1
"Dasar sama-sama pekerja pasar, sombong ka....."
Sandra terkejut, ternyata Aldi membukakan pintu mobil mewah untuk dini. mobil Pa****. dia kalah telak lagi, sementara ayahnya hanya punya mobil kij*** super model lama dan sebuah pik up buat antar jemput ikan ke keramba.
Aldi memposisikan istrinya duduk dengan nyaman, dan memutar kearah kemudi sambil memandang sinis ke arah sandra. Dan pergi dari sana menuju rumah orang tua Dini.
"Brengsek si dini, selalu beruntung dia. Bahkan suaminya punya mobil mewah yang hanya orang kaya di kota ini yang punya". Omel Sandra memandang mobil yang membawa dini pergi.
"Itu karena dia baik, makanya dapat jodoh yang baik pula". Oceh seorang ibu yang baru keluar dari kedai buah.
"Beda sama kamu yang jahat, pasti jodohnya orang jahat pula". Sambung ibu yang lain.
Sandra hanya menghentakan kakinya, lalu pergi dari sana dengan kesal. Padahal tadi dia di suruh ibu membeli buah. dan dia akan membelidi tempat lain saja, karena malu.
Dia memacu motor metiknya ke penjual buah yang ada di jalan besar depan sana. Dia membeli asal karena kesal bertemu dini tadi. Bahkan dini yang sangat beruntung punya suami yang memakai mobil mewah.
Dia buru-buru pulang, karena masih kesal dia membanting pintu masuk saat dia masuk kedalam rumah. Membuat ibu dan anaknya terkejut, dan anaknya menangis keras karena kaget.
"Apa-apaan kamu sandra, baru datang sudah bikin kaget saja. Lihat anakmu itu! dia baru saja tidur, sudah terbangun lagi karwna ulahmu". oceh Mak sam mengomeli sandra sambil mengendong cucunya yang sedang menangis.
"Brengsek si Dini itu bu, dia selalu beruntung terus. Ternyata suaminya punya mobil mewah. hanya orang kaya yang punya". Oceh sandra menghempaskan tubuhnya duduk di sofa ruang tamu.
"Dimana kamu bertemu dia?!". tanya mak sam mengayunkan cucunya untuk di tidurkan kembali.
.
.
.
.
like dan koment ya temans
terima kasih 🙏🙏
__ADS_1