
Braakkkk.....
Mataku langsung kabur.. kepalaku pusing.. dadaku terasa sakit..
"Dini.......!!!". banyak suara terdengar memangilku. tapi mataku tidak bisa ku buka, badanku kaku, berat, tidak bisa ku gerakkan, bahkan jariku saja tidak bisa ku gerakkan .
...
Yang ku ingat sore itu hari minggu, aku pulang bekerja dari pasar naik angkot, karena aku tidak di jemput bang rizal. karena hari minggu bang rizal libur bekerja, dan juga dia sedang ke rumah orang tuanya di kota provinsi.
Mempersiapkan berkas- berkas untuk pernikahan kami di sana, memang masih lima belas hari lagi, dan bang rizal cutinya mulai minggu depan. aku juga akan ambil libur minggu depan.
Aku sebenarnya tadi pulang dari pasar naik ojek, tapi tiba- tiba ban ojek yang ku tumpangi itu bocor, dan bocornya pas di dekat pangkalan angkot makanya aku pindah saja ke atas angkot, dan tetap memberikan ongkos ojek sepuluh ribu. Karena ini di luar rencana. awalnya pengemudi ojol tidak mau, tapi aku yang maksa.
Aku naik angkot yang menuju rumahku, saat hampir sampai tujuanku di atas angkot hanya tinggal aku berdua, yang satunya seorang anak sekolah yang masih memakai baju sma , orang tinggal di kampung sebelah.
Saat akan turun dari angkot tiba- tiba angkot yang ku tumpangi di tabrak dari belakang dengan keras, aku yang kakiku masih setengah tergantung langsung terjatuh ke atas aspal dan kepalaku membentur trotoar, untung kakiku tidak terlindas roda mobil ,karena aku jatuh memajang searah badan mobil.
Itu yang kudengar dari cerita ibu, ibu tahu dari orang- orang yang menolongku, karena aku kecelakaan di persimpangan dekat rumahku. tempat biasa aku menunggu angkot sebelum pergi dan pulang diantar bang rizal.
Kata ibu aku tidak sadarkan diri atau koma tiga hari lamanya, karena kepalaku yang terbentur maka aku di bawa ke rumah sakit di ibukota provinsi, karena hanya disana ada dokter untuk operasi kepala yang pendarahan.
Kata ibu aku langsung dirujuk rumah sakit dikotaku kerumah sakit kota provinsi malam itu juga, dan langsung di operasi.
Ayah dan ibu menungguku di rumah sakit provinsi selama aku koma, tiga hari. Setelah aku sadar dan di pindah ke kamar rawat baru ayah pulang.
Dikota ini juga ada kakak ibu makanya ayah pulang telebih dahulu, dan juga ada orang tuanya bang rizal. Bang rizal hanya datang di akhir pekan , karena bekerja.
Seminggu sesudah operasi aku dibolehkan rawat jalan, maka ayah dan ibu membawaku pulang kekotaku. Katanya akan kontrol di rumah sakit di kotaku saja dengan dokter yang di tunjuk oleh dokter rumah sakit sini. dan aku dirawat di sini selama sepuluh hari, karena tiga hari di ruangan intensif dan tujuh hari di kamar rawat.
Tidak ada yang parah saat kecelakaan itu, kepala yang terbentur yang harus dioperasi akibat pendarahan, hanya terdapat luka luar lainnya akibat gesekan dengan trotoar dan aspal.
Saat aku sampai di rumah aku di sambut semua keluarga besarku, kakek, nenek , om, paman, tante dan juga adik- adiku, ada juga anak paman, om dan tanteku bahkan juga tetanggaku juga datang menyambutku memberikan semangat.
__ADS_1
Aku bersyukur masih di beri kesempatan untuk berkumpul dengan keluargaku.
Semua memberikan semangat dan ucapan lekas sembuh untukku. aku pun jadi bersemangat untuk sembuh. aku memang sudah bisa jalan, walau pelan.
Saat aku masuk ke kamar dengan di tuntun oleh putri, aku melihat kamarku sudah di isi kamar set yang di pesan ayah.
Aku berdiri memandang sekeliling kamar, kamar yang tidak begitu besar telah di isi kamar set, walau tak semewah yang di pajang di toko.
" Ayo kak. istirahat dulu ". ucap putri. aku berjalan ke arah tempat tidur.dan merebahkan badanku, aku merasa lelah lelah hati dan fikiran. kenapa tidak lelah ternyata aku kecelakaan di sengaja, cerita ayahku saat di mobil tadi.
Dua jam perjalanan dari kota provinsi kalau perjalanan normal, tapi karena aku baru keluar dari rumah sakit maka paman Amir membawa mobil santai saja, jadi perjalanan memakan waktu tiga setengah jam , tiap setengah jam berhenti di tempat yang sejuk dan nyaman. aku tiduran saja tidak boleh duduk.
Flashback ..
" Kenapa mobilnya bang?!". tanya om umar. saat melihat mobil ayah kak sandra ringsek di depan sebelah kiri. lampu dan depan mobil peot dan pecah.
" Menabrak mobil yang berhenti mendadak ". jawab ayah kak sandra. lalu dia masuk rumah nenek memanggil mak sam, dan keluar rumah langsung pergi. ternyata menjemput mak sam yang sedang berada di rumah nenek.
Om umar tidak memperpanjang pertanyaan lagi karena juga baru sampai di rumah. Diapun sibuk dengan bermain dengan anaknya, karena istrinya yang juga pulang mengajar sibuk di dapur.
Om umar buru-buru mencari kakek dan mengabarkan kalau aku kecelakaan . kakek dan om umar pergi ke rumah sakit yang di sebut ayah . nenek dan tante nanti saja menyusul usul tante takut nenek akan terkejut.
Karena om umar pergi kerumah sakit harus melewati simpang pertigaan tempat aku kecelakaan tadi, om umar masih melihat keramaian disana dan bertanya kepada orang yang berada di tempat kejadian.
Ternyata om umar bertanya tepat kepada orang yang melihat dan berada di tempat kejadiannya. saksi mata. disana juga sudah ada beberapa orang polisi, yang sedang menanyakan kejadian.
" Angkot sepertinya sengaja ditabrak dari belakang bang, karena sang supir seperti berteriak ' Biar mati saja sekalian' ucap pengemudi itu". jelas saksi itu.
Om umar penasaran jadinya. dia minta ciri- ciri mobil yang menabrak angkot itu, orang itu menyebutkannya ciri- ciri mobil dan ada stiker di kaca depan. Terkejutlah om umar, ternyata itu seperti mobil ayah kak sandra pakai, dan barusan om umar melihat mobil itu juga ringsek bagian depannya. sesuai ciri- ciri yang disebutkan saksi tadi.
Om umar pun menghubungi ayah dan bertanya, apa sudah tau kejadian sebenarnya, dan ayah mengatakan tidak tahu. yang ayah tahu Aku jatuh dari angkot saat akan turun.
Lalu om umar menemui polisi itu, polisi itupun menceritakan sama persis seperti yang diceritakan saksi tadi, tapi polisi masih belum tahu siapa pemilik mobil dan alamatnya. karena mobil yang menabrak angkot kabur.
__ADS_1
Maka om umar pun memberi tahu polisi pemilik dan alamat pemilik mobil yang menabrak angkot itu. dan polisi pun bertindak cepat.
Orang- orang di pertigaan itu tidak tahu dengan mobil yang menabrak angkot itu dikemudikan oleh ayah kak Sandra. sebab yang dikendarai oleh ayah kak sandra saat menabrak angkot tadi merupakan mobil pick up untuk menjemput barang, mungkin punya teman atau anak buah jemput ikan.
Tapi om umar dapat menyimpulkan karena om umar jelas- jelas melihat mobil yang di pakai ayah kak sandra ringsek, dan saksi menceritakan ciri- ciri mobil dan merek stiker di kaca depan.
Tapi polisi tidak menemukan ayah kak sandra malam itu, entah kemana polisi pun cuma jaga- jaga di dekat rumah keluarga kak sandra, dan rumah kakek kak sandra di kampung sebelah. kalau-kalau kabur ketempat orang tuanya.
Ternyata mereka merencanakan yang lebih hebat, mereka malah menunggu di rumah sakit tempat aku di bawa untuk pertolongan pertama. UGD.
Dan rencana mereka berhasil....
Mereka menunggu bang rizal di parkiran motor ugd. Sebab ayah yang memberitahu kalau aku di bawa ke sana. maka bang rizal langsung ke ugd . dia tadi masih dalam perjalanan kembali dari rumah orang tuanya.
Tapi bang rizal telat datang ke ugd. Setengah jam aku berada di ugd untuk dipriksa aku langsung di rujuk ke rumah sakit di kota provinsi untuk tindakan lebih lanjut, karena kepalaku terbentur, berangkat dengan ambulan diiringi tenaga medis bersama ayah dan ibu.
Ayah mencoba menelfon bang rizal saat berangkat, tapi tidak di angkat, mungkin masih di atas motor jadi tidak terdengar bunyi nada deringnya. Mungkin juga bang rizal ngebut bawa motornya.
Entah tahu dari mana ayah kak sandra kalau bang rizal datang ke ugd . jadi saat aku sudah di bawa ambulan ke kota provinsi dia yang menunggu bang rizal dengan teman- teman nya.
Dan.... menikahkan bang rizal secara paksa dan ancaman dengan kak sandra malam itu.
Mereka menikah di saat aku sedang kritis.......
flashback off
.
.
.
like & Coment ya temans 🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa follow ig otor..
@rd_devii 🙏🙏