Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 120


__ADS_3

Aldi yang gemes melihat isyrinya itu, ******* bibir istrinya. Dini yang awalnya kaget dengan serangan Aldi yang tiba-tiba. mulai membalas ******* Aldi.


Dan, tanpa gangguan si kembar dan tanpa menunggu lagi. Aldi dan Dini melaksanakan malam yang panas, seperti pengantin baru.


Mereka melakukan dengan santai. Walau biasanya masih melakukan sesering mereka bisa dan ada kesempatan. kadang fikiran dan mata masih melihat kearah box bayi saat aktifitas kasur mereka.


Apa anak mereka akan terganggu dengan suara-suara kenikmatan mereka yang sedang berpacu menuju puncak kenikmatan.


Dan malam ini, mereka melakukan dengan perasaan yang tenang, seperti masa masih berdua. masa pengantin baru. Dan mereka melakukan beberapa kali. dan diulang lagi menjelang pagi.


Mereka berdua sungguh menikmati kebersamaan yang jarang mereka temukan.


.


Hari ini adalah hari dimana dilaksanakannya pesta selamatan sandra, yang sudah menikah.


Dini datang bersama datang bersama dengan mami dan papi.


Pesta selamatannya dilakukan di rumah. karena sandra anak satu- satunya, pesta selamatan ini sangat meriah.


Tenda besar berdiri kokoh di halaman rumah, dengan hiasan bunga dimana-mana. meja bundar ber jejer dibawah tenda besar.


Pelaminan besar yang mewah terpasang diujung tenda, dan di huni oleh Sandra dan suaminya yang sedang bersanding. pentas orgen tungal juga tidak lupa ikut memeriahkan acara pesta, dengan musiknya.


Kedatangan Dini dan suami beserta mertuanya disambut disambut hangat oleh Mak sam dan pak samsul, orang tua sandra.


"Selamat datang bapak dan ibu, dirumah kami. juga buat dini dan suami, terimakasih sudah datang di acara selamatan sandra". ucap pak samsul menyalami papi, mami, aldi dan dini. Mak sam juga ikut menyalami mereka.


"Terima kasih juga sudah mengundang kami". ucap papi ber basa basi.


Abang Ahsan dan adek Ihsan langsung dibawa Putri adik dini dan sepupu dini yang lain. menuju keluarga besar duduk. ditenda yang berada dibagian samping rumah.


"Kita duduk dirumah ya besan!". ajak mak sam.


Karena mertua dini juga besan dari keluarga sandra, karena mak sam adalah adik ayah sandra.


Ibu dan mak sam mengajak dini serta suami dan mertuanya untuk duduk di dalam rumah. Tidak makan di tenda besar yang berada di luar. tapi di hidangan seprah makan yang di gelar di tengah rumah.


Mereka dihidang dengan berbagai macam menu makanan minang khas kota ini. Bahkan mereka menjamu mertua dini dengan sangat ramah.

__ADS_1


Beberapa saudara dan kerabat ayah dini juga datang menyilakan mertua dini untuk makan. Sebab sebagai saudara dan kerabat dan ayah mereka juga wajib untuk melayani mertua dari anak saudara dan kerabat mereka.


Seharusnya dini ikut membantu dirumah sandra, karena tali persaudaraan yang dekat. tapi dini tidak bisa membantu, karena baru sampai di kota ini beberapa hari yang lalu, dan juga mempunyai anak kembar.


Selesai makan dan berbincang sejenak, mami dan papi mohon izin untuk pulang duluan. Sebelum pulang mami dan papi menyalami penganten dan berfoto bersama.


Tinggallah Aldi, dini dan si kembar di rumah mak sam. Dini ikut bantu- bantu menukar hidangan yang di seprah makan. Ibu juga sibuk membatu di dapur, dan sesekali datang ke depan untuk menyambut tamu yang kerabat ibu atau teman ibu yang datang.


Acara pesta dikampung tempat dini tinggal memang tidak semua memakai jasa katering, karena masih banyaknya ketabat dan saudara yang membantu memasak atau menjamu tamu yang datang.


Kadang hanya mengambil beberapa anak sekolah smk jurusan tata boga atau perhotelan untuk membantu menata atau menganti makanan yang habis di piring seprah makan, untuk bantu- bantu.


Sementara Aldi ikut bergabung duduk dekat keluarga besar ayah dini. yang sibuk mengerubuti si kembar. Sikembar malah senang dikerubuti ramai-ramai.


Ada kakek, ayah dini, adik ayah dini, juga saudara dan kerabat ayah dini, yang ikut bergabung.


"Sehat kamu din?!. anak kembarmu lucu-lucu. semua senang melihat". ucap salah satu kerabat ayahnya saat dini membawa piring kotor dari seprah makan.


"Alhamdulillah.. terima kasih mak". jawab dini.


"Kapan sampai kamu dari bandung din?!" tanya yang lain.


"Alhamdulillah sandra sudah menikah. tidak akan menganggu kamu lagi dini". ucap yang lain.


"Tapi suami sandra kalah ganteng dari suami Dini. lihat saja perbandingannya".


"Juga kalah kaya".


"Yang penting bertanggung jawab, dan sayang sama sandra dan anaknya".


"Iya alhamdulillah. itu yang penting. dan juga punya pekerjaan tetap". tambahnya.


"Kita juga bersyukur, sandra juga sepertinya sudah baik sekarang. bisa dilihat dari cara bicaranya saat bertemu dengan saudara dan kerabat. tidak sombong dan arogan lagi". tambah yang lain.


Banyak lagi obrolan yang dini dengar dari ibu-ibu yang dini tahu, semua masih kerabat dekat maupun kerabat jauh ayah dan juga mak sam.


Jadi mereka sangat tahu, bagaimana hubungan sandra dan para saudara dan sepupunya. terutama dengan dini. tidak rahasia lagi, karena kakek dan para om saudara ayah sering mendamaikan keluarga mak sam dan keluarga ayah dini jika terjadi konflik.


Dan mereka tahu, yang sering mencari masalah Sandra dan ayahnya.

__ADS_1


Sampai menjelang ashar doni ikut sibuk membantu. banyak tamu bergantian datang silih berganti.


"Dini. Ajaklah suami dan anakmu untuk berfoto dengan Sandra. karena sandra akan ganti baju". ucap mak sam tiba-tiba datang kerumah saat Dini membantu menganti piring lauk di seprah makan.


"Baik mak". jawab Dini.


Dini menuju tempat para kerabat duduk.


"Din, ajak suamimu berfoto. sebelum sandra ganti baju". ucap nenek. ibunya ayah.


"Baik nek. kita juga bisa foto bersama. ayo nek, kek!". ajak Dini.


"Kamu duluan kesana, kita nanti menyusul". ucap nenek. "Ayok semua, kita foto bersama. biar dini dan suaminya duluan". ucap nenek.


Aldi dan Dini berjalan menuju ke pentas pelaminan, untuk memberi selamat kepada Sandra dan suaminya.


Mereka sama-sama mengendong si kembar. Dan mereka menjadi pusat perhatian dari semua tamu dan para undangan yang sedang makan di meja bundar di tenda depan pelaminan.


Aldi dan dini memakai baju coupel dengan kedua anak kembarnya. Dini memakai sarung songket jadi dengan atasan borkat. Sementara Aldi dan si kembar memakai kemeja yang sewarna dengan baju borkat dini. bahkan kemeja aldi dan si kembar juga memakai kombinasi rok songket yang Dini pakai.


Apalagi saat mereka berjalan menuju pelaminan. Aldi yang mengendong abang Ahsan dengan tangan kirinya merangkul bahu Dini yang sedang mengendong adek Ihsan.


Bahkan Aldi membantu membimbing dini menaiki pentas pelaminan, dan merapikan baju dan jilbab dini saat sudah berdiri di depan pelaminan. karena tertarik tangan adek Ihsan saat di gendong.


Sandra yang sedang duduk bersanding di pelaminan hanya melihat saja kearah dini dan aldi yang terlihat sangat mesra.


Ada wajah kesal pada dini dan Aldi yang sangat serasi. apalagi melihat si kembar yang tidak kalah keren dan ganteng dari ayahnya Aldi.


"Selamat kak sandra, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah". ucap Dini menyalami sandra dan suaminya.


"Selamat ya". ucap aldi juga menyalami sandra dan suaminya.


"Terima kasih". ucap sandra dan suaminya.


Sandra masih terlihat kesal pada dini. Dan melihat terus pada aldi. tapi aldi terlihat cuek. tidak melihat sandra sedikitpun.


"Berfoto dulu ya kak!". ucap fotografer saat Aldi dan dini selesai salaman dengan kedua pengantin.


.

__ADS_1


.


__ADS_2