
"Sandra, kamu buat malu saja. Teryata kamu bikin ulah lagi. Bahkan vidio kamu itu viral, dan banyak yang menghujatmu".
Ayah sandra mendatangi ruangan rawat sandra, yang rawat di sebuah klinik kecil. Karena polisi tidak ingin merawat di rumah sakit besar, nanti akan di datangi warga yang ingin membulinya dari kemaren.
"Aku sakit hati yah, Dini itu selalu mendapat lebih. Kan aku juga ingin punya suami kaya yah". Ucap Sandra pada ayahnya memelas.
"Iya, tapi tidak mencederai diri sendiri. Kamu saja yang tidak pandai main halus. Sekarang ayah tidak akan ikut permainan kamu lagi, ayah capek.
Setiap membantu kamu dan ingin membuat anak si Husein itu sial, selalu berakhir di kantor polisi. Dan kamu? selalu sial dan sekarang malah cedera".Ucap ayah Sandra sambil duduk di kursi plastik yang ada di sudut ruangan inap klinik yang kecil.
"Tidak bisa begitu lah bang, abang tidak bisa lepas tangan, abang harus carikan sandra suami, agar dia bisa menikah. dan anaknya punya status orang tua lengkap". Ucap mak sam.
"Iya yah, carikan saja aku orang kaya, seperti suami dini itu. Dan aku tidak mau yang tua. Biar duda, tapi kaya dan tidak punya anak". Ucap Sandra.
"Itu poin pertama, Aku juga ingin punya menantu kaya". ucap Ayah Sandra.
"Iya, aku juga ingin punya menantu kaya". ucap ibu sandra.
"Setelah kamu sembuh, kita akan ke kampung kakek. Kita akan mencari yang punya keramba banyak, biar kamu jadi istri juragan keramba saja di kampung". ucap ayah.
Sandra dan ibunya hanya diam, mengikuti saja rencana ayahnya.. Dia sudah capek, bertualang mencari orang yang mau dengannnya.
Bahkan dengan keadaanya yang sekarang, tidak mungkin dia mendapat suami yang mau menerima dia apa adanya.
Dia yang punya anak tanpa suami, pernah hanya teman tidur saja. Bahkan sekarang, mungkin saja dia akan sedikit pincang entah sampai kapan.
Karena ternyata lututnya retak, saat dia menjatuhkan motornya, dan juga tulang keringnya juga retak.
__ADS_1
Pasti akan lama sembuhnya, sandra yakin. Tidak akan ada yang mau dengannya lagi. Bahkan yang duda saja mungkin akan engan menikah dengannya, apalagi yang masih muda. karena apa??. tahu sendirilah.
Sekarang yang dia fikirkan, bagaimana dia bisa menikah dan mempunyai keluarga lengkap untuk anaknya yang masih kecil.
Anaknya butuh nama orang tua saat dia sekolah kelak. Serta yang pasti adalah status dan biaya.
Mengalah sedikitlah, demi anak agar mereka berdua terjamin.
Ayah dan ibunya pun mendukung keinginan sandra ini. mereka jera menganggu Dini, ternyata setiap keberuntungan Dini, menjadi pemicu mereka untuk tidak menganggu lagi.
Bukannya dini sial malah menang banyak dan keluarganya yang selalu ketiban sial, nyerah deh.. pikir sandra dan ayahnya.
....
lima bulan berikutnya...
Aldi yang tidak ingin jauh dari istrinya, dia mengusullan istrinya melahirkan di kota ini saja. Karena itu dia semakin menjaga kehamilan istrinya dengan siaga. bahkan Aldi juga lebih sering bekerja di aparemen.
Jika dia harus datang ke proyek, selalu mengajak dini, atau membawa sekalian jalan atau berkeliling taman rumah sakit yang baru akan di resmikan.
Bahkan Dini menikmati masa kehamilannya bersama suami ya, di perantauan.
Mereka tidak sering pulang ke kota kelahiran mereka. karena Aldi mengejar proyeknya, agar pas istrinya melahirkan dia bisa menjaga istrinya. Dia mulai siaga menjaga bumil yang semakin manja dan semakin berat saja.
Maklum, Dini diprediksi hamil anak kembar, papi sangat senang. karena dia akan punya cucu kembar, karena papi Aldi juga kembar.
Semoga laki- laki, ucap papi. dan mami mendo'a kan kembar sepasang. Sedangkan Aldi dan Dini menerima dengan senang hati apapun kelamin anak mereka. Yang penting sehat. ucap mereka.
__ADS_1
Orang tua mereka bahkan bergantian datang kekota mereka tinggal sampai proyek Aldi selesai. Para orang tua juga tidak memaksa, agar dini melahirkan dimana saja mereka inginkan.
yang penting cucu mereka sehat, serta ibunya juga sehat. dan semoga proses bersalinnya lancar-lancar saja.
Aldi pun juga sudah menemukan dokter yang akan membantu persalinan istrinya. Seorang dokter kandungan wanita, saudara dari teman kontraktornya di kota ini.
Dinipun sangat suka dan senang di periksa oleh dokter itu. Dokter yang sudah mempunyai pengalaman dalam bidangnya, dan juga sudah seperti kakak tertua mereka.
selepas makan siang Dini yang dari tadi pagi sudah sakit-sakit perut dan pinggangnya merasa akan melahirkan. Tapi dia tidak memberitahu suaminya, dia hanya konsultasi saja dengan dokter yang menanganinya
Dini masih saja pergi ke proyek bersama suaminya, bahkan Dini lebih banyak jalan. meskipun santai. dan pulang saat makan siang.
Tapi selesai makan malam, sakitnya semakin sering. dia mulai mules dan mengajak suaminya ke rumah sakit tempat dia periksa, tidak jauh dari apartemannya. hanya lima menit.
dan mereka sudah di nanti dokter. Para orang tua mereka katanya sore tadi juga mau kekota ini. Karena predikisi dini melahirkan besok atau lusa. Ternyata dini sudah terasa akan melahirkan hari ini.
Dini sudah konsultasi dengan dokternya agar melahirkan normal, dan dokter pun menyemangatinya agar bisa normal, karena semenjak kandungan Dini lima bulan sudah sering ikut latihan senam ibu hamil agar bisa melahirkan normal.
Kurang lebih tujuh jam dari semalam, akhirnya Dini melahirkan bayi kembarnya secara normal. menjelang subuh.
Para orang tua juga sudah sampai sebelum tengah malam. jadi mereka bersama-sama menunggui dini di rumah sakit.
Dan bayi kembar Aldi dan Dini lahir laki-laki, di bantu oleh dokter yang selalu memeriksa Dini selama hamil.
Dan Aldi selalu mendampingi istrinya itu dari awal proses sampai kelahiran putra mereka.
Para kakek dan nenek juga tidak ketinggalan mendampingi Anak menantu mereka, menanti kelahiran cucu mereka.
__ADS_1
TAMAT...