
Hah... kok ... memangnya aku akan di bawa tinggal disini, kan kalau di adat minang suami yang ikut tinggal kerumah istri, selama mereka mau. Atau sampai mereka bisa membeli rumah.
" Mami menyediakan keperluan kamu semua jika kamu menginap disini, jadi tidak repot bawa ganti". Jelas Bang aldi sebelum aku bertanya.
Oooo... begitu, aku jadi paham sekarang.
" Ayo pakai mukenamu, kita sholat magrib di mushola ". ajak bang Aldi. " jemur dulu jelbabmu di gatungan sana". tambah bang aldi menunjuk gantungan handuk di arah sisi lemari.
Aku dan bang Aldi keluar kamar menuju musholla di rumah ini dengan memakai mukena yang di berikan mami tadi. ternyata mushollanya ada di ujung samping berseberangan dengan kamar bang Aldi.
Kamar bang aldi sebelah kanan ruang tengah dan musholla berada di sebelah kiri ruang tengah.
Sekesai sholat magrib, papi dan kakek berbincang santai di musholla rumah, ada yang kembali ruang tengah, ada yang ke kamar. dan akan kembali ke musholla pas azan isya.
Aku di ajak bang aldi kekamar. Dikamar bang aldi mengerjakan pekerjaanya sebentar dari komputer, katanya cuma mengirim gambat. tidak lama, cuma sekitar sepuluh menit.
Aku di suruh rebahan sebetar di kasur. katanya sampai azan isya. Akupun rebahan, karena memang badanku pegal rasanya.
Tidak berapa lama bang aldi menyusulku ke tempat tidur dan rebahan di sampingku.
"Dini, bagaimana kalau kita menginap disini malam ini? Aku banyak pekerjaan yang akan aku kerjakan. lusa harus aku serahkan dan akan berangkat ke provinsi sebelah.
Kalau kamu tidak keberatan aku mau mengajak kamu kesana. Kamu kan masih libur bekerja dan kuliahmu juga masih libur". ucap bang aldi sambil miring kearahku. Dia mungkin meminta pendapatku.
"Baik bang, kita akan menginap. Aku akan ikut abang kalau abang membutuhkanku kemanapun abang pergi, karena aku sudah tanggung jawab abang sepenuhnya". Jawabku juga sambil miring kearah bang aldi.
"Ok istriku ". Ucap bang aldi sambil mengosok kepalaku yang memakai jelbab instan, karena mami bembelikan kebutuhanku, yang sudah tertata di lemari yang kata bang Aldi buat ku.
Aku Tersenyum saja menerima perlakuan suami terhadap istri.
" Hm.... bang. Apakah aku masih boleh bekerja dan melanjutkan kuliahku?!". tanyaku hati- hati.
Takut akan membuatnya tersingung karena minta masih bekerja atau ingin kuliah.
" Kalau kuliah kamu harus melanjutkan sampai tamat. Kalau bisa kamu ikut kelas biasa saja biar kamu kuliah siang hari.
Kata mami kamu kuliah kelas karyawan, dan malam hari. Aku khawatir kalau aku sedang di luar kota siapa yang akan antar jemput". ucapnya.
__ADS_1
"Aku rasa tidak apa- apa masih kelas karyawan bang. aku bisa pulang jalan kaki saja. kan lokasi kampusya ada di depan perumahan ini. tinggal menyebrang jalan". ucapku memberi solusi , tapi kalau masih tidak diizinkan maka aku ikut yang terbaik saja.
Kan kampusku memang dekat dengan perumahan mami ini.Dan aku juga tidak mau akan menganggu pekerjaanku. itu kalau masih di bolehkan mami untuk bekerja di toko.
" Ooo.. kami kuliah di kampus stie depan?. Boleh saja, dekat itu. Kalau kamu nyaman". ucapnya.
"Terus bang, apa aku masih boleh bekerja di toko?!". tanyaku ragu- ragu.
"Kamu masih boleh kok bekerja di toko, karena toko masih membutuhkan kamu". ucapnya
Aku senang mendengarnya, ternyata masih boleh bekerja.
"Tapi kalau aku di rumah kamu bisa datang setengah hari saja atau tidak usah datang ketoko. Dan kalau aku ke luar kota disaat kamu kosong kuliah kamu harus ikut aku". ucapnya lagi.
"Kan tidak enak sama mami dan karyawan lain bang, masuk sesuka hati?". ucapku.
" Kamu bukan karyawan tetap lagi di toko, kamu akan jadi penanggung jawab saja seperti mami. Dan mami bisa istirahat saja, tidak perlu ke toko tiap hari ". jela bang aldi.
Lah.... kan aku belum bisa.
Dan malam kedua pengantinku Aku menemaninya bang aldi bekerja, ternyata memang banyak pekerjaannya.
Bahkan sampai pukul dua malam dia masih mengerjakannya, dia duduk di meja kerja membuat gambar merancang bangunan.
Sampai Pukul sebalas aku menemaninya, walau hanya duduk di meja kerja yang tempat menulis, seperti meja kantor. Aku di suruh tidur saja dulu kalau mengantuk.
Ternyata bang aldi sesibuk ini dia bekerja. Aku terakhir bertemu dengannya hampir setahun yang lalu, saat dia dan mami mengantarku pulang dari toko. Dan tidak pernah bertemu lag, sampai kemaren pas akad nikah.
Besoknya kami pulang kerumah ayah hampir sore, menjelang ashar. Bang aldi masih menyelesaikan berkas bekerjanya sampai menjelang zuhur.
Karena besok subuh harus berangkat kekota privinsi sebelah. bang aldi menyuruhku mengemas pakaiannya dan pakaianku yang dibelikan mami, karena Aku di minta ikut menemaninya.
katanya hanya dua atau tiga hari di sana. Semua keperluan pekerjaanya sudah di kemas dan di letakan mobil. Begitu juga dengan pakaian kami selama di sana.
...
Sandra pov.
__ADS_1
Hahahaaa.... ternyata aku kembali mengagalkan Dini untuk menikah, siapa suruh main- main denganku dan ayahku. Ayah mendapatkan fotonya dengan yang kukira pacar barunya.
Ternyata hanya untuk mengecoh kami dengan rencana pernikahannya dengan bang rizal. Dan untung ayah mendengar saat mereka berbicara di taman hotel, mungkin mereka menghadiri pesta di sana. Ayah juga mengadiri pesta saat itu.
Ayah diam- diam memoto kebersamaan mereka. Sesampai di rumah ayah menceritakan semua kepada ibu dan aku. Ayah menyuruh ibu mengorek informasi kapan dilaksanakan pernikahan tersebut.
Dan waw... ternyata hari minggu besok mereka menikah, aku harus bergerak cepat. Dan ayah mengasih ide yang sangat berlian.
Setengah jam menjelang acara akad, ayah menyuruh anak buahnya mengirim foto keponsel bang Rizal. Dan.....
Pernikahan mereka gagal, aku sangat senang. Aku mendapat kabar dari sepupuku yang hadir. Aku pura- pura menelfonnya dan menanyakan keadaan di rumah dini. Apakah sudah selesai acara akadnya.
Aku dan ayah sangat senang, ibu yang akan menghadiri acara kerumah dini, sengaja di suruh ayah datang terlambat. Seolah, kami baru tahu kalau akad nikah hari ini dilaksanakan hari ini.
Tapi.... siangnya saat ibu pulang kerumah kebahagiaan kami lenyap. Ternyata ada seorang telah mengantikan bang Rizal menikahi nya.
Sial... sangat sial... Ternyata keberuntungan masih berpihak padanya. Rencana kami ingin mempermalukannya malah tidak terjadi. Aku dan ayah sangat kesal.
Keesokan harinya selepas magrib ayah menerima telfon dari anak buahnya yang mengirim foto ke bang rizal. Mengabarkan, kalau dia sekarang di intimidasi oleh orang suruhan ayah bang rizal.
Aku dan ayah panik, ayah ingin pergi kabur ke kampung saudara tirinya malam ini juga.
Tapi, sebelum ayah bersiap- siap berangkat rombongan orang suruhan orang tua bang rizal datang menciduk ayah.
Yang membuat kami kaget. Ternyata kakek dan para om dan pamanku ikut bersama mereka. Mereka memukuli ayah bersama- sama, ibu panik dan berteriak histeris .
Aku.......
.
.
.
like dan koment ya temans
Terima kasih sudah mampir🙏🙏
__ADS_1