
" Sah..
" Sah...
" Sah....
Semua saksi dan yang datang mengucapkan Alhamdulillah.. penghulu juga membaca do'a yang aku tahu itu do'a untuk pengantin baru.
Dini melihat kearah samping dengan sudut matanya, memperhatikan seseorang yang sudah menjadi suami sahnya semenit yang lalu. Kok......
Flashback
Ayah yang sedang menerima kerabat yang menghadiri penikahan putri sulungnya di kejutkan dengan datangnya seorang kurir memberikan sebuah surat , dengan tulisan di drpan amplop untuk Husein. entah orang suruhan entah ojol. ayah tidak memperhatikan
Waktu sudah menunjukan sembilan lewat lima belas menit, memang telat untuk janji melaksanakan akad yang rencana jan sembilan, tapi masih di terima telat lima belas menit.
Tapi ayah malah menerima surat ini. Ayah membuka dan membacanya.
Untuk Husein....
Mungkin ini keputusan yang berat bagi kami, tapi kami tidak bisa menerimanya. kami kecewa dengan kelakuan anakmu Dini, yang telah mencoreng harga diri anak kami terang- terangan. Dia telah berani selingkuh dan pergi ke hotel dengan selingkuhannya. fotonya kanmu lihat di hp Anakmu, karena anakku mengirimannya pada anakmu.
Kami sangat kecewa dengan pengkhiatan ini, sia- sia kami menunggunya hampir satu tahun, ternyata ini yang kami dapat.
Maaf kami membatalkan pernikahan ini, kami tidak akan kecolongan lagi. ternyata Anakmu sama saja kelakuannya dengan sepupunya, suka jual diri..
Tidak ada kata penutup dari surat itu. Tidak ada kata basa- basi, tidak ada salam. hanya penghinaan.
Begitupun dengan isi pesan di wa Dini dari Rizal dan ada sebuah foto ternyata foto dia dan satria yang berada di hotel dibawah paying jamur beton waktu itu, waktu dia menemani mami bos ke pesta pernikahan anak pak kua tetangga mami.
Siapa yang memoto mereka saat itu, kan di sana ramai tamu pesta dan tamu hotel.
Disaat sedang kacau itu mami bos datang, dia memang berjanji datang untuk melihat acara akad nikahnya dini, tapi keadaan kacau karena pengantin prianya membatalkan pernikahan.
Mami tanpa izin siapapun masuk ke mamar Dini, dia mendengar dini yang sedang mengumpat, dia menanyakan apa yang terjadi. Dini memberikan hp dan surat itu padanya.
Maka terlintas untuk membantu dini, beliau tadi ada melihat satria yang ada di foto itu dan....
Dia membujuk ayah dini untuk menikahkan dini dengan......
ALDIANSYAH Anak kandungnya.
flashbck off
Dini melihat dengan sudut matanya suami yang baru semenit yang lalu sah.
Abang..... Dini lupa namanya, yang dia tahu abang ini anak mami bosnya. Kenapa jadinabang ini yang menjadi suaminya. Pafahal tadi dia mengira kalau pernikahan ini akan batal, dan akan membuat malu keluarganya, serta cemoohan kak sandra dan keluarganya.
Dini tidak fokus mendengarkan do'a yang dibabaca penghulu dia masih memikirkan foto yang dikirim bang rizal. Siapa yang memoto, dan siapa yang membuat pernikahan ini gagal.
Tapi tidak jadi gagal, karena datang pahlawan untuk menyelamatkan dia dari kata- kata miring. Dia akan membuat siapapun yang berencana mengagalkan ini menyesal. semenyesal- menyesalnya hingga nenangis darah. Dia akan....
" Buat kedua mempelai diharapkan berdiri, untuk foto menyerahkan mahar ". ucap pak penghulu mengejutkan lamunan Dini.
Dini di bantu oleh putri untuk berdiri, menerima mahar yang disebutkan oleh suaminya tadi.
Dini menerima tanpa senyum, tanpa melihat suaminya.
__ADS_1
" Dini, senyum dong... kamu mau nanti fotomu manyun begitu". Bisik suaminya.
"Hah...". Dini memandang suaminya itu
" Senyum.... Bikin yang meninggalkan kamu itu menyesal ". bisiknya palan.
Dini masih memandang suaminya itu, lama... Iya ya.... biar Bang rizal dan keluarganya menyesal telah menghina dia dan keluarganya
" Dini.... menghadap sini, senyum..." pangil juru foto, yang masih kerabatnya.
" Ayo beraksi...". Ucap Dini pada suaminya.
Mereka tersenyum sehang, memperlihatkan ekspresi bahagia, biar dikata ditinggal kabur, tapi dini berusaha untuk tidak menampakan kesedihannya.
" Ini baru istri abang ". ucap suaminya.
Mereka berfoto dengan bermacam gaya arahan fotografer, mulai dari yang malu- malu sampai yang berani seperti iklan di tv, kan sudah halal.
Setelah mereka berpose berdua kemudian foto bersama dengan keluarga masing- masing dan keluarga besar. kemudian dengan ketabat dan teman yang datang.
Di rumah Dini memang tidak mengadakan pesta, cuma selamatan akad saja.
Selesai semua berfoto mereka akan menikmati makan siang bersama, belum terlalu siang baru pukul setengah sebelas.
Semua duduk sepenuh rumah, seprah makan yang di gelar sepanjang rumah setelah acara foto- foto barusan telah duduk semua, kerabat dan keluarga juga ikut makan.
Dini dan Suaminya duduk di depan tirai hiasan tempat akad tadi, bersanding, tapi duduk di gelaran tikar di lantai.
" Bang... boleh bertanya?!".
" hm... Apa?!".
" Hah...."
Semua orang yang ada di ruangan itu memandang kedua pengantin baru itu.
" Ada aps Al?!".Tanya mami.
"Tidak ada Mi ". jawabnya tersenyum manis, dan malu- malu.
Dini pun ikut tersenyum malu, malu pada semua yang sedang memandang mereka, juga malu pada suaminya, karena tidak tahu namanya. walaupun mereka sudah beberapa kali bertemu.
" Dini....". pangil suaminya pelan, karena dini tidak mau melihat kearahnya siap ditertawakan tadi.
" Dini...". pangilnya lagi menyenggol lengan istrinya itu.
Dini melihat sedikit saja, tidak mau menatap langsung. Suaminya itu menujuk ke dinding belakang mereka duduk, otomatis Dini melihat ke dinding belakang .
Tulisan kertas mengkilap disana ternyata telah di ganti, kemaren tertera Dini & Rizal. Sekarang sudah berganti menjadi Dini & Aldi.
Kapan bergantinya, secepat itu semua bekerja, sehingga dini tidak memperhatikannya kalau sudah berganti.
Dini kembali melihat ke arah suaminya Aldi. Aldi tersenyum sambil menaik turunkan alisnya, dini kesal, pengen mencubit suaminya itu, tapi malu, karena ramai keluarga dan kerabat.
Dia hanya membesarkan matanya memandang suaminya, dan Aldi hanya tersenyum usil. membuat dini tambah kesal.
Dini dan Aldi juga ikut makan bersama, dini yang memakai songket agak kurang bebas bergerak, untuk mengambil lauk yang agak jauh dari duduknya. Melihat istrinya hanya makan dengan sayur saja Aldi membantu mengambilkan rendang.
__ADS_1
" Mau ini?!". tanya Aldi.
Dini hanya mengangukkan kepala. Aldi mengambilkannya.
" Bang.... " pangil Dini.
" Hm..". jawab Aldi
" Aku mau mihun itu ". bisik Dini .
Aldi mengambilkannya, juga mengambilkan kerupuk udang dan meletakan di piring Dini.
" Terima kasih bang". ucap Dini.
Aldi Mengangguk.
Semua makan dengan lahap dan dan senang. mereka berbicara ringan sambil makan.
Selesai makan semua kembali di sibukan membersihkan seprah makandan kembali ruangan ini kosong. Semua masih duduk berkeliling .
Para ketabat yang perempuan sibuk didapur, ada yang mencuci piring ada yang memindahkan lauk ke tempat yang lebih besar, ada yang membersihkan dapur. semua bekerja sama.
Sebagian dari mereka yang selesai bekerja ada yang kembali bergabung di ruang tengah, ada juga yang duduk- duduk di ruang samping.
" Sekarang kita sudah menjadi keluarga, apapun yang terjadi kedepannya kita harus saling mendukung ". ucap ayah bang Aldi.
" Iya... Kami mengucapkan terima kasih kepada pak haji Rahmad dan ibu Widia, yang telah membantu kami. juga kepada nak Aldi. Sekarang kita keluarga, ayah titip Dini kepadamu , karena sekarang dini sudah menjadi tanggung jawabmu ". ucap ayah.
Semua mengucapkan terima kasih pada papi, mami dan bang aldi, mulai dari para kakek, para nenek pams, om , tante, dan semua kerabatku.
" Aku sangat senang Dini menjadi menantuku, karena kami sudah mengenal Dini sebelumnya". ucap mami Widia, mami bosku.
" Iya, Dini sangat baik anaknya, aku tidak mengira kalau dini akan menjadi menantu kami ". ucap papi Rahmad papi bosku.
" Begini ya ayah, ibu, kakek, nenek dan kerabat dini semua, karena pernikahan ini tidak direncanakan dari pihak kami. maka kami punya rencana untuk mengadakan selamatan di rumah kami dua minggu lagi.
Kami ingin mengenal kan menantu kami kepada keluarga besar, kerabat dan relasi maupun teman kami". ucap papi Rahmad.
" Kami akan mendukung yang terbaik buat semua". jawab ayah.
Merekapun berbincang - bincang tentang rencana selamatan di rumah mami dua minggu lagi.
Kaki ku sudah kesemutan rasannya dari tadi duduk, sudah hampir dua jam.
Menjelang azan zuhur acara basa basi antar keluarga yang baru kenal dan baru berbesan menyudahi pembicaraan.
Rombongan mami mohon izin untuk kembali kerumahnya, aku melihat saudara bang Aldi yang aku kenal juga datang.
Aku dan bang Aldi melepas keluarga mertuaku pulang kerumah mereka, mereka menyalami kami mengucapkan selamat menempuh hidup baru dan ada juga memeluk kami hangat. Mereka.... keluarga mertua baruku, dan ketabat suamiku..
.
.
.
.
__ADS_1
Like & coment....🙏
Terima kasih buat temans ottor yang sudah mampir 🙏🙏