Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 54.


__ADS_3

Tiga bulan sudah semenjak kejadian yang menimpa ayah, dan tiga bulan juga umur anaknya kak sandra. Tapi aku belum pernah melihatnya, karena ayah belum membolehkannya. Entah apa alasannya, aku tidak tahu. Aku juga tidak mau menanyakannya.


Besok Om umar akan mengadakan selamatan rumah baru yang dibelinya beberapa bulan lalu, dan rumah ini juga baru selesai renovasi. karena disini juga akan di jadikan tempat les privat bagi murid- murid ante fatma.


Di rumah lama yang didiami om umar di samping rumah kakek tidaklah besar, tidak banyak murid bisa ditampung untuk belajar, dan rumah baru ini akan bisa menampung lebih, yang biasanya dua atau tiga orang sekali belajar, sekarang bisa lima atau enam orang sekali belajar, karena ruangan saat ini lebih besar.


Maka hari ini semua keluarga besar sudah mulai berkumpul di rumah baru om umar, dari pagi sudah ada yang datang untuk membantu memasak, baik dari keluarga Om umar maupun keluarga Ante Fatma


sudah datang.


Ada yang pergi berbelanja, ada yang membersihkan rumah dan memasak bersama. Aku dan putri datang selepas zuhur, karena aku bekerja di toko setengah hari minta izin sama mami bos untuk cepat pulang, dan putri juga sekolah pagi.


Setelah sholat zuhur dan makan siang, aku dan putri menuju rumah baru om umar, tempatnya tidak jauh dari rumah, hanya berada di jalan utama , dakat dengan sma dan kampus stikes. kami hanya berjalan kaki saja memakan waktu lima belas menit jalan kaki kalau santai jalannya.


Disana sudah ramai semua keluarga besar ante fatma dan om umar, membantu bergotong royong dengan ceria dan cekatan.


Acara selamatannya melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan mendatangkan ustad, dan selesai sholat dilanjutkan dengan makan bersama.


Acara pertama selamatan akan di mulai, para keluarga dan para tamu sudah datang. Mereka mengobrol, berbasa- basi, dan bergurau sambil menunggu azan magrib, ada yang duduk di kursi luar rumah, ada juga yang di dalam rumah.


Pas azan magrib semua bersiap- siap, ada yang mengelar sajadah, dan ada yang pergi berwudhu. Para laki- laki memenuhi ruangan , dan di tambah ibu- ibu di ruangan samping dan kamar depan.


Selesai sholat berjamaah dan berdo'a , semua keluarga makan bersama. sama seperti tadi, para perempuan makan di ruang samping dan dekat ruang makan.


Sepanjang acara aku tidak melihat kak sandra dan orang tuanya, tapi aku tidak bertanya, mungkin mereka ada keperluan, pikirku.


Semua keluarga dan menikmati hidangan yang mereka buat bersama- sama.


Selesai acara, para tamu dan bererapa keluarga sudah pulang, ayah dan ilham pun sudah duluan pulang dengan motor ayah. Aku putri dan ibu menolong bersih- bersih di rumah ante fatma ada juga beberapa saudara onte dan om umar membantu.


Hampir jam sepuluh Kami di antar om umar pulang kerumah, keluarga ante fatma ada juga yang menginap di sana dan ada juga yang pulang karena membawa kendaraan atau mobil online.

__ADS_1


" Bang samsul dan kak sam tidak bisa datang karena sedang memarahi sandra ". ucap om umar membuka pembicaraan, padahal kami tidak menanyakannya.


" Kenapa memarahi sandra?!". tanya ibu.


" Sandra... dia mulai membuat masalah lagi, sering pergi, bahkan dari pagi sampai malam, membiarkan anaknya bersama pengasuh. padahal anaknya masih butuh asinya, baru tiga bulan an umurnya ". jelas om umar seperti kesal.


" Aku tidak habis fikir, padahal masalah kemaren saja belum selesai, kasihan anaknya. belum jelas statusnya". tambah om umar.


" Memangnya kak sandra tidak menemui ayah dari anaknya ?". tanyaku.


" Bagaimana mau mencari, mereka buat ramai- ramai, siapa yang mau tanggung jawab ". ucap om umar sambil memukul stir mobilnya.


" Astaghfirullahalaazim...". ucapku bersamaan dengan ibu dan putri.


" Bagaimana ceritanya kok ramai- ramai ? memang sandra itu di perk*** beramai- ramai !?". tanya ibu panasaran. Akupun sebenarnya juga penasaran, tapi malu untuk bertanya.


" Bukan.... mereka semua teman- teman kuliah sandra, awalnya mereka berkumpul untuk rapat reuni, sering liburan menginap di pulau****** bersama, dan pesta s** dan mabuk- mabukan, bertukar pasangan, sandra dan temannya tiga orang perempuan. tapi setelah reuni selesai mereka masih melanjutkan nya, bahkan dengan temanya teman yang tidak di kenal.


Pantas saja saat bertemu dengam orang tua bang rizal waktu itu di rumah perut kak sandra sudah besar, padahal belum dua bulan menikah.


Aku hanya mendengar cerita om umar tentang kak sandra. kami telah sampai di depan rumah. tapi ibu masih bertanya.


" Anaknya sekarang di mana?". tanya ibu.


" Dirumah kak sam, ada orang yang mengasuh anaknya, itu yang membuat kak sam marah, kak sam membawa pengasuh untuk membantu sandra, tapi sandra malah lepas tangan. waktu itu ada yang mau merawat tidak diizinkannya ". jelas om umar.


" Kalau ada kak sam bercerita, atau minta pendapat, usahakan jangan terlalu ikut campur, nanti akan jadi masalah lagi, apalagi bang samsul sekarang semenjak sandra melahirkan tanpa suami emosinya makin menjadi- jadi. sekarang sering berantem, kalau ada orang yang dirasa mencari masalah atau mendebatnya orang itu langsung saja di pukuli ". jelas om umar.


Aku jadi was- was saja mendengar cerita om umar. Mudah- mudahan kami tidak di datangi mak sam dan keluarganya untuk minta pendapat.


Kami turun dari mobil om umar dan mengucapkan terima kasih. Saat masuk kedalam rumah kami dikejutkan dengan adanya mak sam sedang berbicara dengan ayah. lah.. panjang umur mak sam, baru saja di bicarakan sudah ada disini.

__ADS_1


" Assalamualaikum...". Ucap kami


" Waalaikummussalam.. ". jawab ayah. Hanya ayah yang menjawab salam kami.


" Sudah lama sampai kak...". ucap ibu. Aku tahu ibu hsnya basa basi.


" Ya...". jawabnya ketus.


Aku dan putri hanya diam, berjalan ke arah dapur membawa makanan yang di bungkuskan ante fatma tadi, ada dua bungkusan yang di berikan ante fayna tadi.


Sesampai di dapur ibu membuatkan minum buat ayah dan mak sam, tadi memang belum ada minuman di meja tamu. meja kaca yang baru di beli ayah


Aku membuka bungkusan tadi, bungkusan yang pertama ternyata berisi kue- kue , banyak kue yang diberi ante fatma, satu kotak. Sedangkan bungkusan yang kedua berisi aneka lauk , banyak juga isinnya.


Aku mamasukan semua nya ke dalam kulkas karena tidak sempat memanaskannya malam ini. Setelah selesai ibu membuatkan minuman aku membantu ibu membawa kedepan, lengkap dengan kue yang di bawa tadi. Ibu membawa baki minuman, aku membawa kue dan kerupuk.


Saat sampai di depan dan kami meletakkannya di meja tamu, tapi mak sam buru- buru berdiri.


" Aku mau pulang saja". ucapnya


.


.


.


.


Like dan komennya jangan lupa ya temans 🙏🙏


Terima kasih sudah mampir untuk membaca coretan ottor ini 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2