
Selesai sarapan mereka masih duduk selonjoran di karpet kamar. Dini yang masih sedikit lemas, malas untuk bergerak. Selain kaki nya masih sakit, itunya juga masih sakit, untuk bergerak saja masih perih.
"Kamu tiduran saja, aku mau menyelesaikan pekerjaanku. Lusa kita berangkat ke provinsi sebelah". ucap Aldi sambil menuju meja kerjanya, untuk menyelesaikan pekerjaanya.
Dini hanya mengangguk saja duduk di karpet, bergerakpun malas, malah pengen rebahan saja. Dia hanya duduk tanpa mengeejakan apa-apa.
Dini mengambil majalah yang diletakan suaminya tadi di dekat mereka duduk, dengan ada beberapa majalah dan novel. Dini memang belum membawa ponselnya dari rumahnya, bahkan dia tidak mengaktifkan ponselnya tersebut.
Lama Dini duduk membaca novel hingga rebahan di karpet tebal di dekat tempat tidur. Malah dia sudah tidak membaca lagi, karena tertidur di sana.
Entah berapa lama Dini tertidur. Saat dia terbangun tubuhnya sudah di selimuti dengan selimut tebal. Pasti suaminya yang menyelimuti tubuhnya. Dini melihat jam didinding kamar, sudah setengah sebelas siang. Lama juga dia tertidur di karpet.
Dia bangun dari tidurnya, karena mau kekamar kecil. Di melihat kesekeliling kamar, tidak ada suaminya di kamar. kemana dia? pikir Dini.
Dini berjalan pelan kekamar mandi, dia masih merasakan sedikit nyeri dibkaki dan punyanya. meski tidak begitu sakit lagi, hanya nyeri. Dini bisa kekamar mandi dengan berjalan pelan saja.
Setelah selesai dia keluar kamar mandi, dan menuju tempat dia tidur tadi. Dini melipat selimut dan meletakannya di tempat tidur, ternyata seprainya sudah diganti. kapan suaminya menganti? pikirnya.
Lalu menyusun majalah dan novel pada rak buku. Dini membuka kain gorden kamar, mungkin tadi Aldi suaminya sengaja tidak membuka kain gorden, katena Dini masih tidur.
Dini ingin keluar kamar, tapi dia malu, karena dua berjalan masih mengangkang karena masih perih dibawa berjalan lama.
Akhirnya dia duduk saja di sofa kecil dekat jendela. Di melihat keluar, jalan samping rumah mami mertua.
Lama Dini duduk disana. Dan terdengar pintu kamar terbuka dari luar, dan masuklah Aldi membawa makan siang dan cemilan. Aldi meletakan di atas karpet seperti sarapan tadi pagi.
"Kamu sudah bangun?! Ayo makan siang dulu". ucapnya.
Dini bangun dari duduknya dan berjalan menuju Aldi duduk di atas karpet.
__ADS_1
Aldi tersenyum melihat cara jalan Dini, tapi dia tidak mau tertawa, takut dini marah. Aldi pasti tahu penyebabnya.
"Abang dari mana?!". tanya dini saat sudah duduk di samping Aldi.
"Abang tadi menyuci seprai, tidak enak menyuruh mak mencucinya. Kan malu kalau beliau melihat tanda malam pertama kita". Jawab Aldi jujur. "Kamu kenapa sudah bangun?! apa sudah baikan itunya". tanya Aldi melihat kearah bawah Dini.
Dini mengangguk lalu menggeleng, aldi bingung. Apa yang di anggukan? dan apa yang di gelengkan?.
"kok?!". Tanya Aldi.
"Masih sakitlah". jawab dini.
"Oooo.. Ayo makan, aku suap in ya. kamu harus selalu sehat karena kamu akan menemaniku selama aku survei ke proyek". ucap Aldi menyuapi dini makan.
Mereka makan dengan sepiring berdua lagi. Dini menerima saja, karena dia lapar juga. Sampai sore Dini berkurung di kamar. Aldipun sibuk dengan pekerjaanya, karena lusa akan berangkat untuk bekerja.
Selama masa pekerjaan ini Aldi mengajak Dini di provinsi tetangga, untuk menemaninya bekerja. Disana Aldi menyewa sebuah apartemen, agar Dini nyaman jika ditinggal sendiri. Dan pastinya dia akan mengajak serta dini untuk bertugas di provinsi ini.
Aldi akan sering bekerja di sini, karena dia menangani langsung sebagai penanggung jawab pembangunan rumah sakit ini. Dari mulai pembangunan sampai selesai. Akan ada dua periode kontrak kerja.
kontrak kerjanya untuk pembangunan tahap satu ini selama enam bulan. Dari peletakan batu pertama sampai berdirinya rangka rumah sakit. Bangunan ini dirancang langsung oleh aldi dan ada masukan dari teman dan seniornya yang punya perusahaan kontraktor besar. hasil rancangan inilah pemenang tender dari pemerintah provinsi.
Rumah sakitnya besar. dan akan ada sambungan pembangunan ketahap dua untuk penyelesaian dalam pembangunan rumah sakit ini.
Jadi selama enam bulan ini dia akan sering ada di sini bersama temanya yang kontraktornya. juga teman satu perusahaan akan sering datang untuk survey pembangunan dan kebutuhan lainnya.
Karena kantor pusat Aldi berada di bandung. Jadi mereka akan bekerja jarak jauh dan akan datang sesekali untuk mensurvey. Aldi juga akan banyak belajar pada teman seniornya yang sudah berpengalaman.
Dini akan menemani aldi bekerja disini selama enam bulan. Tentang perkuliahan dini, Aldi mengusulkan ikut kelas online saja, apalagi salah satu dosen Dini masih kerabat papinya Aldi, dia bisa membantunya. sehingga semester ini dini ikut kuliah jarak jauh saja. Mungkin sampai pekerjaan di kota provinsi tetangga ini selesai.
__ADS_1
Dini menjalani hari-harinya sebagai seorang istri bagi Aldi di perantauan. bahkan kedua orang tua mereka berjanji akan sering berkunjung kesini. Dan mereka pun akan pulang sesempatnya ke kota mereka jika ada libur, di akhir pekan atau tanggal merah.
Aldi yang bekerja sebagai arsitek sekaligus pengawas pembangunan rumah sakit ini, tidak akan tiap hari datang bekerja dari pagi sampai sore. Tapi harus siaga dan sering melihat proyek ini. Akan datang terus, kalau tidak pagi , siang atau sore. Dia harus melihat semua pekerjaan para pekerja, agar sesuai standar.
Sementara itu sandra dan ayahnya ditahan karena pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Ayahnya ditahan selama lima bulan dan sandra tiga bulan.
Saat keluar dari tahanan sadra kembali kerumahnya, mengasuh anaknya berdua dengan ibunya. Ibunya tidak begitu sering datang kerumahorang tuanya, kakek dan nenek sandra, Karena malu.
Selama tiga bulan, sendiri mengasuh cucunya, ibu sandra membuka warung sembako di rumahnya. Dia menjadikan garase mobilnya menjadi warung. Dibantu oleh adik suaminya mengerjakan garase menjadi warung.
Memang uang mereka banyak, tapi ibunya sandra tidak bisa diam saja menghabiskan uang tersebut. Maka dia membuka warung sambil mengasuh cucu, karena pekerjaan ini tidak akan menganggu dia. mengasuh sambil menjaga warung.
Sandra saat keluar dari rutan umur anaknya sudahlebih enam bulan. Anaknya sedang lucu-lucunya, bahkan sangat pintar untuk ukuran umur segitu. Tapi sandra agak kurang bersemangat mengasuhnya. bahkan sekedar bercanda saja dia engan.
Membuat Ibunya sedih, tapi sandra tidak menangapinya. Sandra mempunyai sifat sama dengan ayahnya. Maunya menang sendiri dan egois. Tidak mau mendengar masukan atau masukan dari orang lain. Hanya mementingkan diri sendiri.
Kakek dan nenek serta saudara ibunya hanya membantu menenangkan mak sam, meskipun mak sam tidak terlalu sering berkunjung kerumah orang tuanya. Tapi kedua orang tuanya sering mampir, walau hanya sebentar, hanya untuk memberi dukungan dan semangat.
Walau bagaimanapun mereka masih memikirkan anaknya yang sedang susah. Mungkin dalam hal keuangan mak sam tidak ada kesusahan, tapi dalam fikiran mak sam pasti memikirkan keadaan suami dan anaknya, bahkan sekarang ada cucu juga yang akan di jaga..
.
.
.
Like dan koment ya temans ottor
🙏🙏 Terima kasih sudah mampir di sini.
__ADS_1