Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 89.


__ADS_3

Dini dan Aldi pergi dari sana, sandra hanya memandang kepergian mobil itu. Dua sangat kesal melihat sandra yang punya suami kaya, punya mobil mewah.


Hanya orang kaya yang punya mobil mewah itu. Bahkan pejabat kota saja tidak begitu banyak yang memakai mobil merek itu.


"Sayang, Siapa dia?. apa kamu kenal dengan dia?". tanya Aldi pada istrinya saat mereka menjauh dari kedai buah itu.


"Dia kak sandra, sepupuku yang selalu meninginkan apa yang aku punya. Bahkan dia dan ayahnya yang membuat aku gagal menikah dengan bang rizal dua kali. Sekarang sepertinya dia juga mengiginkan abang. Abang harus hati-hati. Mereka keluarga yang sangat nekat". ucap Dini.


"Mereka yang mengagalkan pernikahan mu?, dan untung ada aku ya". ucap Aldi tersenyum mengoda Dini.


" Iya. Abang adalah penyelamat keluarga kami. Aku sangat berterima kasih pada mami".


"Kok bisa mereka mengagalkan pernikahanmu?. dua kali lagi?". tanya Aldi.


"Yang kedua pasti abang tahu kan? abang sudah baca surat dari orang tua bang rizal. Yang pertama ayah kak sandra sengaja menabrak angkot yang aku tumpang, saat akan turun, hingga kepalaku terbentur di trotoar dan koma beberapa hari. dan saat aku koma mereka malah menjebak bang rizal untuk menikahi kak sandra karena hamil anak orang lain.


Makanya bang rizal membatalkan pernikahan tersebut, dan kami balik lagi. karena orang tua bang rizal masih mengiginkan ku untuk jadi menantu. Tapi?. begitulah kejadian nya". jelas Dini.


"Aku ikut prihatin". ucap Aldi memegang tangan istrinya sambil mengemudi.


"Makanya abang harus hati-hati jika bertemu kak sandra dan ayahnya. mungkin ayahnya sudah keluar dari penjara, karena mereka ditutut keluarga bang rizal karena perbuatan tidak menyenangkan". jawab Dini.


"Kita harus selalu pergi bersama, agar mereka tidak berbuat nekat padamu dan aku. Kita harus memberi mereka pelajaran agar mereka tidak berniat lagi menganggumu". ucap Aldi mencium punggung tangan Dini.


Mereka sampai di rumah orang tua Dini, dan aldi membuka pagar rumah mertuanya itu.


Karena terdengar pintu pagar dibuka ayah dini keluar melihat siapa yang datang.


"Oo alah... kenapa tidak telfon ayah membuka pagar?" tanya ayah dini menolong mendorong pagar yang hampir terbuka semua.


"Tidak apa-apa yah". jawab aldi masuk kembali kemobilnya. dan memasuki pagar.


Setelah mobil Aldi masuk ayah dini kembali menutup pintu pagar dan menguncinya. Dia tahu, pasti anak dan menantunya akan menginap disini, karena sudah hampir jam sembilan malam.


Ibu dan putri menyambut kedatangan mereka, mereka bergatian memeluk Dini, dini sangat senang bertemu dengan keluarganya, yang sudah dua bulan tidak bertemu.


Bulan kemaren hanya ibunya yang datang ke provinsi sebelah bersama mami dan papi.


Mereka masuk kerumah, dan ibu membimbing Dini dengan pelan.


Ayah membantu menantunya membawa buah tangan yang di bawa. Mereka tidak membawa pakaian, karena baju mereka banyak di sini, maupun di rumah mami.


"Sehat semua kan?". ucap ibu mengelus perut Dini yang masih datar.


"Alhamdulillah bu". jawab Dini

__ADS_1


Mereka duduk di ruang menonton selonjoran, mengobrol santai sambil menikmati kue dan buah bawaan Aldi dan dini.


Aldi memijit kaki dini dengan santai di depan mertua dan adik iparnya. Dia tahu, mungkin kaki istrinya itu pegal, selama duduk di mobil.


Setelah berbicang-bincang cukup lama, Aldi dan dini istirahat memasuki kamar mereka. Kamar yang selalu di bersihkan ibu.


Mereka menganti pakaian mereka dengan pakaian tidur. Dan langsung merebahkan tubuh di kasur. Mereka tadi sudah sholat Isya di rumah mami sebelum berangkat kesini.


Aldi mendekap istrinya tidur, menjadikan lengannya bantal. Dia mencium kening istrinya itu.


"Apa kamu merasa lelah?". tanya Aldi mengelus perut istrinya yang masih datar.


"Tidak terlalu lelah, cuma kaki saja agak ngilu". jawab Dini.


Aldi bangkit, mengambil minyak urut dan duduk di dekat kaki istrinya.


"Tidak usah pakai minyak bang, aku lagi malas baunya. lebih baik pakai handbody saja". usul Dini.


"Baik sayang". ucap Aldi menganti minyak gosok dengan handbody.


Lalu dia memijit telapak kaki, betis, lutut sampai paha. Dini merasa nyaman di pijit suaminya, hingga dia tertidur.


Setelah istrinya tertidur Aldipun tidur disamping istrinya.


Pagi-pagi mereka sarapan ketupat mi khas kapau, dini ingin makan ketupat itu. dan dibeli ibu di warung tetangga. Meskipun Dini mual tiap pagi dan tidak mau makan, Aldi selalu menyemagati Dini untuk makan.


Seharian ini Aldi dan dini dirumah saja, mereka menghabiskan waktu mengobrol dengan orang tua, melepas kangen dini dengan orang tuanya, dan juga akan istirahat saja, karena lusa akan balik lagi ke provinsi sebelah.


Mereka tidur di rumah orang tua dini dua malam. Siangnya mereka berangkat kerumah mami.


"Jaga kesehatan kamu dan calon anakmu ya Din". pesan ibu dan ayah.


Mereka berpelukan sebelum berangkat. Dan merekapun berangkat dari rumah orang tua dini menuju rumah mami.


Saat mereka berbelok dari persimpangan rumah oran tua dini, mereka di kejutkan dengan seseorang yang memotong mobil yang di kendarai Aldi, dan berhenti mendadak di depan mobil mereka.


Dini kaget, ketika melihat siapa yang menghadang mobil mereka. Ternyata Sandra.


Sandra turun dari motornya yang berdiri di tengah jalan menuju tempat aldi mengemudi.


"Kak Sandra bang, ada apa dia menghentikan kita?". tanya Dini.


"Vidio kan Din!. buat bukti jika dia membuat masalah, kita bisa menuntut dia". Suruh Aldi.


Dini membuka hpnya dan memvidiokan Sandra yang berusaha membuka pintu kemudi Aldi, tapi aldi tidak menanggapinya.

__ADS_1


Dia sangat kesal dengan Sandra, mendengar cerita istrinya semalam tentang perlakuan Sandra dan ayahnya. Yang sedari kecil suka merampas kepunyaan Dini. Bahkan pernah mencelakai istri dan ayah mertuanya.


"Dini..... kamu harus kembalikan hak ku. Aku akan mengambil semuanya dari mu!!". teriak Sandra mengedor pintu mobil.


Dini terus memvidiokan kelakuan sandra.


Kalkson mobil dan sepeda motor saling bersahutan menyuruh mereka berjalan. Karena mobil mereka berada di tenggah jalan. Aldipun mengklakson balik, kalau mobilnya juga terhalang.


Untung Ada seseorang membantu meletakan motor sandra, hingga mobil Aldi bisa berjalan. Sandra yang tidak terima berteriak kesal.


"Dasar pelakor!!!". teriaknya.


Lah... stres mungkin.


"Kok dia begitu Din?" tanya Aldi pada istrinya.


"Ya begitulah kak sandra, selalu mengklem yang aku punya dan aku miliki itu adalah punya dia dan hak dia. Dari kecil malah". jawab Dini santai. "Makanya aku malas bertemu dengannya".


"Berarti dia sudah menunggu kita dari tadi, kenapa tiba-tiba saja datang menghadang mobil kita". Ucap Aldi.


"Mungkin saja". jawab Dini.


"Eh kamu vidioin terus deh, mana tahu dia nekat menghadang lagi nanti". usul Aldi.


"Oh iya... aku lupa". jawab Dini kembali mevidiokan menghadap jalan. Dan meletakan di tempat hp di atas dashbord.


Belum tiga menit vidio yang dini rekam, tiba-tiba...


Brakk.....


"Astaghfirullah....". kaget dini dan Aldi.


Tiba-tiba sebuah motor berhenti mendadak di depan mobil mereka dan langsung menjatuhkan motor dan dirinya ke jalan.


Ternyata Sandra berbuat nekad, demi apa dia menjatuhkan dirinya dengan motornya. Apa dia mau mencari perhatian dari warga sekitar.


"Tolong.... tolong... mobil itu menabrakku". teriak Sandra memprovokasi orang sekitar.


.


.


.


.

__ADS_1


Like dan koment ya temans


Terimakasih 🙏


__ADS_2