Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
siapa


__ADS_3

Pulang dari tarawih aku dan putri mulai mengemas paket.


jam sebelas malam kami masih membungkusnya.


" Kalau sudah mengantuk kamu tidur saja lsh put, besok saj siap sahur di lanjutkan". suruh ku pada putri.


" nangung kak , tinggal 5 paket, paling lama 10 menit siap". ujar putri.


" Baiklah put" ucapku mengalah.


" untuk yang akan di bungkus besok masih banyak ngak put". tanyaku karena masih ada kantong kresek dekat pintu.


" ngak kak.. cuma yang kakak bawa sore tadi saja yang tinggal. yang ku ambil di toko siang tadi sudah selesai , tadi dibantu ilham. makanya selesai semua dengan yang ini. yang di bungkus siang sampai ashar sudah ku antar ke conter j*e tempat kak res." jelas putri.


"Paket yang ini biar aku yang mengantar ke connter pagi kakak langsung kerja saja. Dan yang dibawa sore tadi aku dan ilham yang mengemas nya besok , biar sore di kirim , di usahakan besok selesai semua terkirim semua". jelas putri lagi.


" Cepat juga kamu mengerjakannya . siap lebaran kamu boleh ikut mengelola jualan online ini put. Kita perbayak variasi jualan kita. tidak sebatas baju muslim mukena jelbab dan sepatu . tidak untuk wanita saja, Kita coba juga pakaian pria atau pakaian anak- anak, tapi sekolah jangan lalai ". ingatku


" Boleh kak" jawab putri semangat ".. " Aku juga mau jual kosmetik kak, banyak temanku yang belanja online kosmetik". jawab Putri.


" Ide yang bagus tu... "


" modalnya bagaimana kak?" tanya putri


" Besok setelah kamu setor bayar bon yang hari ini sama mami dan toko sebelah kita bisa lihat berapa saldo atm kakak, kamu bisa buat modalin untuk kosmetik. Kalau buat baju kita masih bisa ambil dulu dari mami dan bayar setelah di tranfer pembeli. jadi masih bisa lah" Jelasku." Ooo ya put, kemaren ada mukena putih bordiran stelan dimana ya? di dalamnya ada juga sarung tiga.?" tanyaku


"Itu kak, dekat kotak diatas rak buku, kantong kuning .." jawab putri.


" itu mukena buat ibu, sarung buat ayah dan ilham. yang satu rencana aku kasih buat pak sutan, teman ayah yang sering bantu ayah di kebun". jelasku "kamu mau beli mukena ngak put?:.


" Ngak usah kak, kan mukena ku baru tahun kemaren beli sama drngan kakak". jawab putri. Kami memang baru lebaran tahun kemaren baru beli mukena.


...


Seperti biasa Bang Rizal menjemputku untuk berangkat kerja aku masih bekerja . Tapi hari terakhir puasa toko buka sampai sebelum Zuhur dan pas zuhur tutup, ini tiga hari menjelang lebaran. dan bang Rizal hari ini terakhir kerja.


Toko semakin sibuk, karena masih bayak yang belanja. Sampai sore.


Setelah ashar menjelang toko tutup ku lihat bang rizal sudah ada di depan toko, duduk di atas motornya. Ia menungguku sampai toko tutup.


"Sudah ditungguin ya Din!? " tanya mami .ternyata mami sudah ada juga yang menjemput. karena mobilnya ada di depan toko.


"Iya Mi..." jawabku tersenyum sambil mengambil helm yang diberikan bang Rizal.


Aku merasa diperhatikan oleh orang yang mengemudikan mobil yang menjemput mami. kulihat.. tapi aku tidak kenal, tidak pernah bertemu rasanya.


" Aku duluan ya mi.. semua" kataku saat menaiki motor bang rizal sambil daa daa. yang membuat ku terkejut yang mengemudikan mobil mami juga ikut mengangkat tanggan membalas ... siapa dia..


Dua puluh menit perjalanan dari pasar ke rumah kami isi dengan mengobrol tentang pekerjaan.

__ADS_1


" Terimakasih bang!". ucapku saat turun dari motor bang rizal sambil memberikan helm.


"Besok aku antar ketoko ya!."


" Abang kan libur, aku naik ojol saja besok bang, abang istirahat saja mumpung sudah libur". tolak ku.


"Aku besok mau belanja keperluan buat sholat idul fitri , juga mau kepasar jadi kita sama berangkat besok." ucap bNg rizal..


"Ok deh.. " jawabku sambil melihat kearah kanan, Kulihat di samping rumah buk may yang jarak rumah ku sekitar 4 rumah terlihat seperti kak sandra dengan motornya melihat ke arahku. Ada apa kak sandra memperhatikan ku?? fikirku.


"Aku jalan ya Dini!" ucap bang rizal aku agak kaget dengan ucapannya, karena masih memperhatikan kak sandra.


" I.. iya bang" jawabku." Hati-hati"


setelah bang rizal pergi, kulihat kak sandra juga menjalan kan motornya. Saat melewatiku dia mengklason dengan senyum sinis. Kenapa kak sandra ya? aneh.


saat aku naik keteras tiba- tiba aku teringat perkataan kak sandra tentang dia akan mencari tahu tentang bang rizal, kulihat kearah jalan yang banyak orang jalan sore ,mungkin pergi ngabuburit atau mau beli takjil.


Aku masih melihat kearah jalan dengan pikiran tak menentu, entah mikirin bang rizal yang dikejar kak sandra atau perkataan kak sandra kemaren. Atau lihat orang yang lalu lalang di jalan.. entahlah , aku juga bingung.


" lihat apa kak?!" ucap Ilham sambil memegang bahuku.


"Oo tidak ada il.." ucapku tegagap karena kaget.


" Ooooo.. ". jawabnya sambil masuk lagi kedalam rumah.


Mungkin ilham tadi saat memasang gorden jendela keluar melihat ku bengong lama di teras menghapap jalan kampung, karena dia ternyata berada di balik kaca yang juga menghadap ke depan.


Semenjak aku bekerja di pasar delapan bulan yang lalu aku bisa dikatakan tidak pernah membantu ibu di rumah. aku berangkat setengah tujuh pagi karena toko buka jan tujuh. Dan sampai di rumah sekitar setengah enam karena toko tutup jam lima.


Aku dan teman- teman karyawan toko boleh libur satu kali lima belas hari, jadi dua kali sebulan. bergantian dan tidak boleh hari pasar besar liburnya, disini biasa di sebut hari pakan. hari minggu boleh.


"Masih bengong kak?"


Aku senyum papsodent saja, dan masuk ke kamar bersiap- siap untuk mandi.


karena aku cepat bebersih maka aku bisa bantu- bantu ibu dan putri munyiapkan untuk berbuka.


Kami berbuka seperti biasa dan pergi tarawih. Malam ini sudah tidak ada paket yang akan dikemas karena sudah tidak menerima orderan lagi sampai 3 atau 4 hari siap lebaran.


Sampai dirumah saat pulang tarawih kumelihat hp yang tadi ada bergetar, karena hp ku mode silent. ternyata ada dari kak sandra dan juga bang rizal.


Kubuka pesan bang Rizal terlebih dahulu.


Bang Rizal πŸ™Žβ€β™‚οΈ:


Assalamualikum Dini, tadi aku di cegat perempuan yang di rumahmu kemaren. siapa sih dia Din? risih aku ! tau-tau dia berentikan motornya di depan motor ku. sok akrab lagi, mangil namaku dan langsung pegang tanganku .


17: 40

__ADS_1


Bang rizal πŸ™Žβ€β™‚οΈ:


Dia maksa minta no WA ku , ya ngak aku kasih lah .. risih saja melihatnya.


yang lucunya lagi dia bilang aku polisi dan dinas dimana. apa dia ngak bisa bedakan seragam polisi dan satpam. kan aku lagi ngak pakai jaket. parah.. parah... kemana saja dia selama ini .


^^^17:43^^^


Bang Rizal πŸ™Žβ€β™‚οΈ:


Dia bilang aku lebih cocok jalan dengannya, ngak akan malu- maluin.


parah ngak din, kenal saja tidak..


aku sudah bilang kalau aku itu satpam, bukan polisi. dia ngak percaya... gila...


baru turun gunung dia sepertinya .


17:52


Bang rizalπŸ™Žβ€β™‚οΈ:


Dini....


18:40


Bang rizalπŸ™Žβ€β™‚οΈ:


Siapa kamu dia itu Din ?


18:45


Bang rizalπŸ™Žβ€β™‚οΈ:


Dini... sudah pulang tarawihnya ??


21:10


Panjang sekali chatnya bang rizal, cerita apa curhat dia. pikirku.. Ya curhat lah..


ternyata kak sandra mulai melancarkan aksinya, seperti yang dia bilang kemaren.


.


.


.


Temans otor semua, dukung otor ya.. otor masih tahap belajar ..

__ADS_1


__ADS_2