Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
Bab 98


__ADS_3

Selesai sholat subuh mami mengiringi Aldi kekamar, mami ingin mengambil cucunya untuk dimandikan di kamar bayi.


Dini mengiringi mami yang juga membawa salah satu sikembar ke kamar bayi yang ada didepan kamarnya.


Mereka berdua sibuk memandikan sikembar dan mengantikan baju yang bagus untuk si kembar.


Selesai si kembar berpakaian, mereka membawa keruang keluarga, untuk menyuapi si kembar makanan tambahan. Bubur buatan mami.


"Dini, kamu ajak aldi sarapan dulu, sudah setengah tujuh. nanti kelamaan sarapannya". perintah mami.


"Aku nanti saja mi, bersama saja nanti, biar bang aldi saja duluan sarapannya". jawab dini yang akan menyuapi anaknya.


" Kelamaan dini.. semua kerabat nemang diundang makan pagi, dan belum tentu juga jam delapan pas makan bersamanya nanti. Lagian kamu masih menyusui, bisa kurang asi kamu nanti". ucap mami panjang.


"Iya dini, biar ibu yang bantu menyuapi si kembar". ucap kerabat mami yang ada disana yang sedang batu bersih-bersih.


"Mami dan yang lain bagaimana?bapa sudah sarapan". tanya dini sambil menyerahkan makanan sikembar kepada ibu kerabat mami.


"Sudah, mami dan papi tadi selesai sholat subuh sudah makan cemilan dan teh manis". jawah mami


"Ibu juga sudah sarapan nadi tadi didapur, nyambi memanaskan nasakan". ucap ibu yang menyuapi si kembar.


"Hm.. baik Mi, bu dini ssrapan dulu ya". ucap dini.


Mami menyuapi si kembar dan yang satu lagi disuapi oleh kerabat mami yang membatu mami bersih- bersih dan masak.


Dini yang disuruh mami untuk sarapan dengan Aldi suaminya, membuat kopi untuk suaminya, dan membawa sepiring nasi lengkap porsi jumbo dengan lauk dan dibawa kedalam kamar. karena Aldi masih didalam kamar.


"Abang sarapan dulu". ucap Dini saat melihat suaminya sibuk di depan laptopnya.


"Iya sebentar, sedikit lagi". ucap aldi tanpa melihat Dini.


Dini berinisiatif untuk menyuapi suaminya, karena kalau di biarkan, sebentar itu kadang sampai satu jam, bahkan lebih.


Dini duduk di kursi samping Aldi. Dia menyuap bergatian untuknya dan untuk aldi bergantian.


Selesai makan Dini dan Aldi berganti pakaian, karena sudah ada beberapa saudara yang datang. Bahkan kakek dan nenek Dini sudah datang, karena ingin menemui cicit mereka yang belum pernah bertemu dengan mereka.

__ADS_1


Itu terdengar suara mereka yang heboh kekamar Aldi dan Dini.


Aldi dan Dini keluar bersamaan, mereka memakai baju coupel, bukan Aldi dan dini saja yang coupelan. tapi si kembar juga sama bajunya dengan Aldi dan dini.


Mereka menemui kakek dan nenek Dini, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah. Semua sudah datang.


Kerabat dan saudara aldipun juga sudah banyak yang datang kerumah mami.


Mendekati jam delapan rumah mami sudah banyak kedatangan keluarga. Baik dari pihak Aldi maupun Dini. Untung rumah mami besar.


Ruang tamu dan ruang tengah rumah mami sudah terbentabg seprah makan, yang dikerjakan oleh kerabat yang bantu mami dari semalam.


Lauk yang dimasak di tepat nenek Aldi dan adik ayah aldi juga sudah datang tadi pagi.


Bahkan saudara dan ipar mami dan ayah turun tangan membantu menghidangkan makanan di seprah makan.


Tidak lama datanglah keluarga Dini, semua juga lengkap datang, ada kakak, adik dan ipar ibu dan ayah. bahkan juga sepupu dini. Semua datang dengan beberapa mobil, bahkan ada juga angkot yang membawa saudara dan barang bawaan keluarga.


Keluarga dini membawa beberapa bungkusan yang di bungkus kain, dan di tarok diatas kepala.


Hal ini biasa dilakukan di adat minang, bawaan dari bako, mertua, ipar dari ibu atau ayah dan kerabat dekat yang masih satu kekerabatan dekat.


Biasanya kalau adat minang selamatan ini diadakan dirumah orang tua wanita. Tapi karena dini yang sejak awal ikut suaminya tinggal diluar kota, dan sering tingal di rumah orang tua suami, mereka sepakat untuk melaksanakan di rumah orang tua Aldi.


Semua keluarga besar sudah berkumpul, mereka berebut mengendong si kembar, si kembarpun terlihat senang saja saat mereka di perebutkan.


Setelah semua berkumpul, maka mereka saling mengajak untuk makan bersama. karena sudah terhidang.


Yang laki-laki makan di seprah ruang depan, dan yang perempuan di seprah yang di ruang tengah. semua menikmati jamuan yang terhidang.


Acara makan pagi yang direncanakan mami pukul delapan, tidaklah begitu telat. dan dapat dilaksanakan jam delapan lewat dua puluh.


Keluarga besar Aldi dan Dini saja sudah memenuhi rumah mami. Sudah ramai dan muat di rumah mami.


Semua mengelilingi seprah makan yang membentang ditengah rumah mami.


Bahkan bawaan dari keluarga dinipun juga di hidangkan, ikut dinikmati para saudara dan kerabat.

__ADS_1


Semua saudara dan kerabat datang, bahkan om dan tante Dini yang diluar kota juga datang. sepupu dinipun tidak ketingalan.


Mereka sangat senang, karena momen berkumpul ini disertai dengan adanya cucu kembar, anaknya Dini dan Aldi.


Selesai makan semua kembali berebut mengendong si kembar.


mereka berkumpul di taman samping dan taman belakang.


Para kakek berbincang di taman samping, dan para bapak-bapak di taman belakang. ibu-ibu dan perempuan yang lain membantu menganti, hidangan yang di seprah.


Karena sebentar lagi undangan dan tetangga mami datang, karena mami mengundang mulai pukul sepuluh.


Menjelang Sholat zuhur, beberapa saudara mami dan Keluarga dini izin untuk pulang. Dan juga ada akan kembali ibukota atau provinsi tetangga. Bahkan tante Dini yang di jakarta juga akan kembali sore nanti.


Seharian ini ibu dan putri juga membantu di rumah mami menjamu tamu yang datang. ayah dan ilham pulang menjelang ashar.


Begitu juga kakek dan nenek, mereka juga sudah pulang menjelang sore.


Setelah ashar sudah mulai berkurang tamu yang datang. Dan seorah makan hanya di isi di ruang tengah saja. ruang depan digunakan untuk duduk-duduk saja.


menjelang pukul setengah enam, tamu undangan mami yang dari pasar juga datang bersamaan. tidak banyak juga, karena tadi siang juga ada yang datang. mereka gantian untuk datang.


Menjelang magrib tamu sudah tidak ada, dan semua kembali membersihkan rumah mami. membersihkan seprah makan dan membawa kembali lauk yang akan di panaskan dan mencuci piring.


Semua kembali bergotong royong didapur. hingga semua selesai. Menjelang pukul delapan semua sudah selesai.


Kerabat mami yang akan pulang di suruh mami untuk membawa lauk yang mereka ingini. mereka di antar pulang oleh anak sulung mami. dan juga ada yang menginap disini. Karena besok Membantu menyimpan perkakas yang sudah dicuci tadi.


Ibu dan putri pun akan pulang, karena putri besok kuliah pagi. ya putri sudah lulus sma dan sudah kuliah. putri kuliah di kota ini saja, kuliah di bagian kesehatan.


Aku berfikir dari pagi sampai hari, hanya mak sam dan kak sandra yang tidak datang.Tadi aku sempat bertanya pada ibu saat memandikan sikembar. Ibu bilang kalau kakek yang melarang ayah dan ibu mengundang mak sam dan kak sandra.


Dan aku tidak bertanya lagi alasannya. Kalau kakek yang melarang pasti ada sesuatu yang membuat kakek marah. Entah masalah yang lalu atau ada yang lain. entahlah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2