Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 109


__ADS_3

Aku memutuskan untuk pergi dari tempat kejadian itu.


Dan ayah.. dia meningalkanku dalam kebingungan. ditertawakan serta di ejek orang-orang. Yang aku tahu, pasti mereka mengetahui sedikit tentangku dan keluargaku.


Karena beberapa orang yang disana masih ada yang aku kenal, karena masih dekat dengan tempat tinggalku, walau beda kelurahan.


Aku tidak tahu kemana arah ku berjalan. entah berapa lama kuberjalan dalam kebingungan, arah mana aku berjalan.


Sekarang yang aku rasa hanya kakiku yang sakit dan lelah. Aku duduk di bangku dekat pohon di pinggir jalan.


Aku melikat kakiku yang sakit, ternyata diatas tumitku lecet. karena aku memakai sepatu flatshoes, dan melukai kakiku.


Aku beristirahat sejenak. Aku masih bingung bercampur penasaran.


Bingung karena pasti akan berurusan lagi dengan polisi jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada duami dini.


Aku juga penasaran, bagaimana keadaan suaminya dini.


Setelah beristirahat sejenak, aku melihat kejalan.


Astahhfirullah... Sejauh inikah aku berjalan?!. pantas kaki ku sakit dan lecet.


Ternyata aku cukup jauh berjalan, bahkan posisiku sudah berada diluar kota sekitar empat atau lima kilometer dari rumahku. Berarti aku hampir satu jam berjalan atau lebih.


Aku menarik nafas pelan. Bingung membuatku tidak fokus. untung saja sepanjang jalan ada trotoar. hingga aku berjalan di atas trotoar.


Tapi aku baru sadar, banyak persimpangan yang aku lewati tadi. aku memijit keningku, yang benar- benar pusing.

__ADS_1


Aku menyetop ojol yang kebetulan lewat, dan pulang kerumah. untuk merencanakan hal yang akan aku laksanakan.


Aku sampai dirumah. aku sudah melihat motorku, berarti ayah sudah dirumah. Kulihat anakku sedang menonton televisi. Anakku sudah lebih tiga tahun umurnya.


Aku mencari ibu kedalam. dan kulihat ibu sedang di belakang rumah. Ibu menemani seseorang yang sedang memperbaiki mesin air, yang tadi ayah pebaiki.


"Ibu.. ayah mana?!". tanyaku pada ibu.


"Ayah ke danau *******, katanya mencek keramba". jawab ibu.


Ibu masuk kedalam rumah, dan duduk dekat anakku yang sedang menonton.


"Kan ayah baru sampai tadi malam bu?!". tanyaku heran. kenapa ayah cepat balik mencek ke tempat keramba ayah. Apa jangan-jangan ayah.....


Aku panik, jangan-jangan ayah kabur. Aku harus merencanakan sesuatu.


Aku masuk kedalam kamar, dan mengambil beberapa baju, dan memasukannya kedalam tas ransel yang agak besar. Tidak lupa buku tabungan dan beberapa perhiasan yang ada.


Dulu waktu masalah dengan rizal, aku dipenjara karena pencemaran nama baik. Apalagi sekarang, bisa kena pasal penganiayaan.


Aku keluar kamar bertepatan dengan azan magrib, aku tidak melihat ibu. mungkin ibu di kamar mandi.


Aku masuk kekamar ibu, dan mengambil uang pada tempat ayah biasa meletakan uangnya. Ayah biasa meletakan uang penjualan ikannya di kotak yang berada dilaci meja.


Ayah sering menyuruhku untuk mengambil uang disana, untuk membayar ikan atau hasil penjualan ikan.


Setalah mengambil uang dua ikat besar, aku keluar kamar, dan menuju motorku. dan meletakan ransel besarku di gang tempat kaki motor metikku.

__ADS_1


Saat menghidupkan motorku, ibu meneriakiku dari dalam rumah.


"Sandra!!. kemana kamu magrib begini?!". Teriaknya.


"Aku ada acara keluar kota empat hari ini bu!!". teriaku juga. dan melajukan motor metikku dari halaman rumah.


Aku akan pergi kekota sebelah beberapa hari ini. Kalau bisa ke provinsi sebelah. Sampai keadaan aman. Ucapku dalam hati.


Sandra pov end


.


Ayah dan ibu dini saat mendapat kabar dari bang jek sangat terkejut. Padahal mereka baru saja diantar bang jek kerumah, dan belum juga menganti baju.


Tiba-tiba saja saja supir keluarga aldi itu balik lagi, dan mengatakan kalau mobil yang membawa aldi dan dini di berhentikan seseorang.


Yang menambah mereka terkejut, aldi katanya dilarikan kerumah sakit. Tentu saja ayah dan ibu buru- buru ikut supir kerumah sakit.


Dan mereka dirumah sakit sampai Aldi siuman dan sudah dipindahkan keruang rawat inap.


Ayah dan ibu dini pulang kembali diantar supir tadi.


Keesokan harinys Aldi sudah diperbolehkan pulan sore itu dijemput supir mami. Yang menjemput aldi adalah bang yan.


Sesampai dirumah aldi langsung beristirahat. Semua senang Aldi tidak cedera parah, dan sudah bisa beraktifitas


Keluarga Dini tadi hanya melepas aldi dari rumah sakit, tidak ikut mengantar aldi pulang.

__ADS_1


.


.


__ADS_2