
Aldiansyah pov
Aku pagi itu di ajak mami menghadiri akad nikah karyawan mami, tidak biasanya mami mengajakku menghadiri kondangan , apalagi karyawan mami. padahal aku baru sampai di kota ini, hampir tengah malam baru tiba dirumah.
Mami mengatakan kalai dini yang menikah, aku kenal dia. Aku baru beberapa kali bertemu dengannya, tapi aku senang,dia karyawan mami yang ceria, punya semangat kerja yang tinggi.
Kata mami dia rajin, di juga jualan online dengan adiknya dan ikut kuliah kelas karyawan malam hari. Sangat bersemangat sekali dia itu.
Sesampai di rumahnya aku melihat kepanikikan, aku tidak tahu karena aku di tinggal mami di luar. Aku pun duduk saja di kursi yang ada di samping rumahnya dekat dinding pagar.
Aku membuka pekerjaan onlineku, bisnis aku dan temanku ada bekerja sama dengan pemerintah provinsi tetangga merancang sebuah rumah sakit daerah. Makanya aku pulang beberapa hari untuk santai sejenak.
Tiba- tiba mami datang sambil menefon
" Pi, bawa mahar lengkap, kerumah Dini, Aldi yang akan menikah dengan dini sekarang. telfon semua kerabat yang ada suruh datang kesini mami share loc, setengah jam lagi akad ". telfon mami tanpa jeda.
" Ada apa mi". tanyaku masih duduk santai.
" Ambil jas kamu di atas mobil , setengah jam lagi kamu menikah degan Dini, cepat".
" Hah.....". kagetku " Menikah?? dengan Dini??".
" Iya... cepat, bersiap- siap!". perintah mami.
" Emang calon suami......".
" Kamu.... kamu yang calon suaminya Dini , cepat ambil jas kamu". perintah mami.
Aku pun mengambil jasku ke mobil, jas itu tadi memang aku pakai, tapi melihat tidak ada pesta di akadnya dini aku buka saja. tinggal aku memakai kemeja krem dan celana dasar hitam.
Apa- apaan sih mami, orang punya calon kok aku yang di suruh, memangnya pernikahan itu mainan. gerutuku sepanjang jalan menuju mobil dan ....
" Aldi..... cepat". pangil mami.
huffff.... mami
" Ayo masuk". Ajak mami membawaku ke meja akad, aku bertemu dengan pak kua tetangga komplek kami. Ya penghulu yang akan menikahkan kami adalah tetangga kami.
" Aldi, berikan ktp kamu dan foto kopinya sekalian, kalau ada foto juga biar lengkap ". Ucap mami.
" Mi..... Ini beneran mau nikah?!". tanyaku.
" Iyalah, memangnya mami lagi bercanda, mami tidak pandai ngeprank kamu. cepat kasih semua ke pak penghulunya ". perintah mami.
Aku mengambil ktp dan fotokopinya serta foto yang memang selalu ada di dompetku pada pak kua tetanggaku.
" Ini beneran pak, apa mami mau ngprenk aku?!" tanyaku kepada pak kua.
__ADS_1
" Iya nak aldi, nak aldi hafal kan ucapan ijab ini, lima belas menit lagi akad akan dilaksanakan, menunggu pak haji Rahmad dan rombongan saja lagi". jelas pak kua sambil menulis dan menempel poto ku pada kertas .
Kudengar mami sibuk memerintah, menyuruh, mengomandoi semua keperluan.
" Itu.... disana.... iya... ganti itu..... iya..... pas......."
Terdengar suara mami, aku yang di berikan tulisan hafalan akad hanya fokus membacanya, tidak melihat kekiri dan kekanan.
Tidak berapa lama datang papi, kakek, paman, tante, abang dan istrinya , kakakku dan suaminya, para keponakanku dan banyak lagi keluarga besarku yang berada di kota ini datang.
" Gila kami Al, bikin heboh dan panik!!". ucap abangku.
" Au ah ". jawabku.
" Siap.... sudah bisa di laksanakan pak penghulu !". ucap mami.
" Mi...". panggilku.
" Iya... sudah hafal kan akadnya?!". tanya mami. " Ayo.. mami jemput pengantin perempuannya ". ucap mami tanpa bisa di bantah.
Tidak sampai lima menit, aku melihat mami membimbing Dini ke meja akad, dan........
" Sah....
" Sah.....
" Sah.....
Yang membuatku kaget hampir tertawa lepas, ternyata Dini tidak tahu namaku, padahal dia itu cepat akrab, suka berteman,dan usil, aku pun pernah diusili oleh dini.
Ah.... istriku , eh.... iya kan sudah sah jadi istriku.
Pov Aldi end.
Aku melihat sudah pukul setengah dua, mau tidur pun aku malas, lebih baik aku keluar saja. aku memakai gamis pink lembut berfariasi biru lembut, dan memakai pasmina biru lembut sewarna fariasi bajuku.
Aku keluar dari kamar, kulihat bang Aldi sedang duduk bercerita dengan ayah, kakek ,om dan beberapa kerabat dekatku di tengah rumah bagian depan.
Nenek dan ibu serta kerabat perempuan duduk di tengah rumah arah ke dapur. memang rumahku masih lapang, karena semua meja dan pernak- pernik tengah rumah di ungsikan ke luar dan ruang samping. Hanya gelaran tikar permadani yang terhampar dari depan sampai belakang.
" Ayo gabung di sini Din, kita mau rapat intern sedikit, duduk di dekat suamimu". ucap ayah. " semua yang duduk disana merapat kesini dulu, biar tidak merasa di anak tirikan, karena mojok dekat dapur ". seloroh ayah.
Aku tahu ayah sedang sakit hati, tapi ayah tidak mau memperlihatkan pada kami dan semua kerabat. Tetnyata hanya kerabat inti saja yang tinggal.
" Begini, semua sudah tahukan, dini sekarang sudah menikah, seperti yang kita lihat ini. Suaminya Dini nak Aldi, mungkin semua masih bertanya, kenapa yang jadi suami dini nak Aldi?.
Kita semua mendapat rezeki yang tidak terfikirkan dan terkirakan, semua datang karena ini yang direncanakan allah yang terbaik untuk Dini. Inilah jodoh yang dikirimkan oleh allah untuk Dini.
__ADS_1
Mungkin semua bertanya- tanya, kenapa mendadak diganti, semua sudah tahukan, yang terjadi tadi pagi. Maka mulai saat ini kita tidak perlu bertanya mengapa, kenapa, dan ada apa. karena akan membuat banyak lagi pertanyaan
Menantu kita adalah nak Aldi.. bukan yang lain. Aku harap semua paham, karena kita saling dukung dan saling menjaga". ucap ayah.
Semua mendengar cerita ayah , tapi tidak menjelaskan secara rinci, mungkin semua tahu kejadian tadi pagi.
" Kakek hanya berpesan, kalau ada yang bertemu dengan keluarga haji faisal, jangan berubah, seperti biasa saja seolah tidak ada masalah, karena masalah sudah selesai ". ucap kakek abinya ibu.
" Aku setuju, mungkin mereka sedang di pengaruhi oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab". ucap kakek ayah nya ayah.
Semua setuju dengan ucapan dan alasan ayah. Aku dan bang Aldi hanya mendengarkan saja.
" Buat Dini dan nak Aldi, kalian harus saling melengkapi dan saling menjaga, ayah berharap kalian menjalani pernikahan ini dengan ikhlas, jangan merasa terpaksa.
Memang kalian baru kenal, tapi ayah sangat berharap kalian saling menyayangi, ayah tidak mengurui kalian ayah hanya ingin kalian bahagia dunia akhirat". ucap ayah kepada kami.
" Baik yah.. insyaallah menerima nya ayah ". jawab bang Aldi
" Kamu Din?!" tanya ayah.
" Insyaallah yah.. dini juga menerimanya ". ucapku
" Alhamdulillah ...". ucap semua ketabat ku semua.
Dari sore sampai malam ada juga ketabat ayah dan ibu yang datang. Kami menyambut silaturrurahmi dari kerabat yang datang dengan senang, karena jarang sekali bertemu, bahkan saat lebaran pun tidak bertemu, kareba punya jadwal masing- masing. hanya ketika acara kondangan atau selamatan lah waktu bertemu.
Sorenya kursi dan pelengkapan yang biasa di tengah rumah sudah di masukan oleh ayah, ilham dan paman serta om ku. Hanya diruang tengah seperti biasa karpet di gelar. Kerabat pun sudah ada yang berangsur pulang.
Selesai makan malam bersama semua berbincang- bincang santai, kakek dan nenek juga sudah pulang bersama om umar selesai makan tadi, kakek dan nenek orang tua ibu pun sudah pulang dengan om amir.
" Dini, ajak suamimu istirahat, sudah larut". ucap ayah.
kami hanya saling pandang, diam.
" Dini... sudah pukul sepuluh, istirahat sana ". ulang ayah.
" Ah ... i.. iya yah". jawabku gugu. Aku berjalan masuk kamar tanpa melihat bang Aldi, pasti dia mengikutiku masuk kamar pikirku.
Saat bang aldi menutup pintu dia terdengar mengunci pintu kamar. Aku melihatnya .
" Apa....".
.
.
.
__ADS_1
like & coment ya temans 🙏