Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 56


__ADS_3

"Wah..... sudah berani keluar malam buat pacaran kamu din .... keren juga gaetanmu, setelah gagal menikah pintar kamu mencari mangsa ...." oceh kak sandra sambil memutari aku dan bang satria.


Kulihat bang satria kaget dan melihat kearahku, seolah bertanya. Aku melihat saja kearah kak sandra, kesal , malu, dan naik darahku mendengar.


Tapi aku tidak gentar, aku melihat terus kak sandra yang masih memutari kami, bahkan sampai melotot.


" Kenapa.... mau marah... kan memang begitu ceritanya, gagal menikah karena calon suami di rampas orang..... hahahah.... ". ejek kak sandra.


Aku tetap diam dan terus memandang kak sandra. Aku bisa saja menghinanya langsung, tapi aku tidak mau, aku mau dia sendiri yang membuka aibnya sendiri. Kami saling bertatapan berhadapan dengan jarak sekitar satu meter, karena mengiringi kak sandra memutari kami, jadinya aku membelakagi bang satria.


" Gara- gara kamu aku gagal melegalkan pernikahan kami, gara- gara kamu anakku tidak punya ayah, gara- gara kamu aku begini, kacau... aku tidak terima, aku akan....".


" Silahkan.... apapun yang kak sandra lakukan aku tidak peduli, dari dulu aku tidak pernah menganggu kak sandra, kak sandralah yang selalu menganggu ku, dengan menjebak calon suamiku, aku batal menikah karena kak sandra, aku.......".


Tiba- tiba bang Satria menarikku, yang membuat aku kaget, bang satria merangkulku ke pelukannya, aku berdiri menyamping di dada bang Satria.


" Jangan pernah ganggu Dini lagi... kalau kamu menganggunya kamu akan bethadapan dengannku ". ucap bang satria . " Ayo... ! ". ditariknya tanganku oleh bang satria menuju motornya.


" Tidak jadi beli bang !?". tanyaku


" Tidak !". jawabnya terus berjalan.


Kutahan tangannya agar berhenti.


" Ada apa !". tanya bang satria.


" Beli saja...". bang satria memandang ku . " Bang... beli saja, aku akan menunggu ". ucapku.


" Kamu tidak apa- apa?!, nanti..."


" Tidak apa- apa bang ". potongku. dia kembali menarik tanganku menuju warung tenda nasi goreng.


" Tok... bungkus tiga, aku tunggu di sana". ucap bang satria sambil menunjuk ke arah bangku di luar tenda, kami akan menunggu diluar tenda di bangku- bangku plastik.


" Kok tiga... biasa dua bungkus !". ucap pedagang yang akan membungkus pesanannya. bang satria tidak menanggapi, dia tetap menarikku, lalu kami duduk di bangku yang ada.


Kulihat kak sandra juga sedang berada di warung tenda itu, dia bersama seorang laki- laki, bermanja- manja, dasar tidak punya malu. Dia juga memandangku sinis sambil memeluk tangan laki- laki itu. Aku tidak peduli, masa bodohlah.


" Siapa dia...!". tanya bang Satria sambil melihat kak sandra.


" Sepupuku ".


" Kayak perang dingin !".


" Iya ".


" kenapa?!. apa karena yang di katanya tadi ".


" Tidak juga... tapi itu puncaknya ". jawabku jujur.


" Apa laki- laki yang bersamanya itu calon suamimu ".


" Bukan.. yang itu aku tidak kenal ".


" Oooo....". " Terus, katanya tadi dia gagal melegalkan pernikahannya, apa hubungannya sama kamu?!, kan mereka yang menikah !?". tanya bang satria kepo.


" Kerena dia hamil anak orang lain, makanya suami nya tidak mau pulang , dan dia menyalah kan aku di curigai menghasut suaminya untuk tidak pulang ".jelasku.


" Suami dia, calon suami kamu begitu ?!". ucap bang satria sambil memandangku . Aku megangguk.


" Terus.... ".

__ADS_1


" Kepo....". potongku, bersamaan pesanannya datang di antar oleh padagang itu.


" Pacar kamu sat...?!".tanya orang iti.


" Bukan... teman kuliah ". jawabnya sambil memberikan uang seratus ribu, dan orang itu memberikan kembaliannya.


" Kalau bukan pacar kenapa bareng ?!".


" Kepo.." . jewabnya, sambil berlalu menarik kembali tanganku menuju motornya.


" Katanya tidak pacaran, kok pegangan tangan!?". teriak nya sambil tertawa.


" Berisik kamu anto ". ucap bang satria, tapi masih memegang tanganku menuju motornya.


Kami pergi dari parkiran menuju pulang. sampai di pertigaan aku mengarahkan bang satria menuju rumahku.


" Rumah kamu yg mana ". tanya bang satria saat memasuki jalan kampung menuju rumahku.


" gang kedua lewat dua rumah ". jawabku.


" Dekat rumah si tomy ya ". ucapnya.


" Iya ... depan- depanan, rumahku sebelah kanan, dan rumah bang tomy sebelah kiri ". jawabku. " Kok kenal sama bang tomy bang ?!". tanyaku lagi.


" Ibu kami kakak beradik, ibuku yang kecil ". jelas bang satria.


" Oooo..". jawabnya.


Kami sampai di depan rumahku, dan pas juga ayah baru sampai tapi sudah masuk ke halaman rumah.


" Lekas kamu pulang din ?! apa tidak kuliah kamu ". todong ayah menuju kearah kami mungkin karena aku pulang cepat dan di antar pula, bukan pulang dengan kang ojol karena tidak ada tanda- tanda ojol. sebab bang satria kan memang bukan ojol.


" Pulangnya cepat tadi yah, dan ini bang satria, dia teman kuliahku, kebetulan dia juga pulangnya lewat sini jadi aku numpang sama bang satria ". jelasku.


" Tinggal dimana ??".


" Di jalan pemuda yah ". ucapnya.


" Mmm.. ".


" woy satria, ngapain kamu malam- malam kemari ?!" . Tiba- tiba bang tomy datang dari rumahnya, sepertinya dia mau berangkat kerja, mungkin dia dinas malam, bang tomy kerja di hotel, bagian masak.


" Baru pulang kuliah tom, sekalian ngatar dini, tadi kelas cepat selesai karena mau ujian ". jelas bang satria.


" Ooo, kamu sama dini satu kelas ?!". tanya bang tomy.


" Iya..". jawab bang satria


" Kamu kenal dia Tomy?!" tanya ayah.


" Kenal yah, dia adikku, mamanya adik bungsu mama ku yah ". ucap bang tomy.


"Ooo... ya sudah ayah masuk dulu ". ucap ayah. " jangan lama- lama di luar din, sudah malam ".


" Baik yah, dini juga akan masuk ". ucapku.


" Kamu dinas malam tom?!". tanya bang satria.


" Iya lagi siap- siap".


" Kok kamu tahu tadi aku disini, atau kamu lagi ngintip dini pulang kuliah ya ?!". tebak bang satria.

__ADS_1


" Siapa yang ngintip, setiap dini pulang kuliah aku juga bertemu terus kok, terus kamu kok yang mengantar dini?!". tanya bang tomy.


" Ayah tadi tidak bisa jemput bang, nrbeng deh sama bang satria pulangnya ". jelasku.


" Din... aku mau balik dulu ya. Tomy aku pulang salam sama mama ".


" Mampir dulu sat, mama pasti marah kalau kamu tidak mampir ". ucap bang tomy.


" Tidak usah, nanti aku di ajak makan, padahal sudah beli nasi goreng... Eh dini.. ini buat kamu satu ". ucap bang satria.


" Tidak usah bang, kan tadi sudah aku bilang ". tolakku.


" Tidak apa- apa, memang aku beli buat kamu kok, kan tadi si anto nanya kok lebih belinya, biasa aku beli dua, ini ..". ucapnya sambil memberikannya padaku. " aku langsung balik ya, dini... tomy..".


" Terimakasih ya bang, nasi gorengnya dan sudah mengantarkan dini ". ucapku.


" Ya... bay ...". ucapnya dan pergi.


" Bang tomy... dini masuk dulu ya ". ucapku.


" Iya din ". jawab bang tomy.


Kami sama- sama menuju rumah masing- masing. Saat aku masuk ayah sedang berbicara serius dengan ibu.


" Terus bagaimana kak sam ?" tanya ibu.


" Itu lah di samsul marah- marah di rumah, karena ulah sandra ".ucap ayah. " Kak sam, menangis mengadu ke ayah, itu makanya tadi kumpul di rumah ayah, membahas bagaimana cara menindak sandra ". tambahnya lagi.


" Yah... tadi aku ada bertemu dengan kak sandra di warung tenda, di dekat mini market dekat kampusku ". ucapku.


" Dengan siapa dia disana ?! ". tanya ayah kaget.


" Laki- laki , aku sih tidak kenal , malah tadi marah- marah sama aku, untung bang satria membantu membelaku ".


" Warung jual apa?!". tanya ayah, sambil mengeluarkan hpnya, " ayah akan kabarkan umar, biar samsul menjemputnya ". ucap ayah.


" Yah... jangan bilang aku yang memberitahukan keberadaan kak sandra, nanti dia marah, tadi saja dia marah sama aku ". pintaku pada ayah.


" Iya... ayah tidak akan bilang, kamu tenang saja ". ucap ayah.


" Waalaikummussalam... kamu coba ajak samsul keliling ke jalan veteran "


" iya...disana kan banyak warung makan tempat nongkrong , mana tahu dia nongkrong di sana dengan temannya "


" daerah pasar pagi.... ya kearah sana kan banyak.... jangan lupa ajak samsul sekalian biar dia tidak marah- marah saja di rumah... "


" Waalaikumsalam...".


" Umar akan pergi dengan samsul, semoga dia masih di sana, agar bisa selesai malam ini ". jelas ayah.


" Memang kenapa kak sandra yah ?!". tanyaku.


" Kata samsul dia pacaran dengan suami orang, istrinya mengamuk di rumah kak sam ".


.


.


.


.

__ADS_1


like dan koment ottor tunggu ya temans ottor.


Dan terima kasih sudah mampir di tulisan ottor 🙏🙏


__ADS_2