
Pagi itu Dini dan Aldi sholat subuh dengan sedikit mengantuk, karena mereka baru sampai di rumah pukul tiga tadi subuh. tiga hari mereka di ibu kota provinsi tetangga menangani pekerjaan Aldi dan kawan- kawan.
Dini menemani Aldi suaminya bekerja, bahkan dini di ajak Aldi mengunjungi lokasi proyek rumah sakit yang akan di bangun. Lokasinya satu jam dari hotel tempat mereka menginap. Lokasinya masih di tengah kota, tapi tidak di pusat kota, tapi dekat dengan perumahan dan komplek pemerintah.
Aldi tidak mau meninggalkan Dini sendiri dihotel, takut dini bosan. Dia berkilah pada temannya ' Bekerja sambil di temani istri itu punya mood buster tersendiri'.
Terserah pengantin barulah , ucap temannya.
" Dini... Kita pagi ini kerumah mami ya, ada kerjaan yang akan di perbaiki ". ucap Aldi saat melipat sarungnya dan memberikan pada Dini.
" Baik Bang ". jawab dini.
Ya.. mereka tadi pagi pulang ke rumah orang tua Dini. Selama tiga hari menemani Aldi, Dini tahu kesibukan Aldi di proyek. Itu masih menijau lokasi, belum di bangun. Apalagi kalau sedang di bangun, pasti lebih sibuk lagi.
Aldi mendirikan perusahaan kontraktor ini dengan para temannya. Ibra merupakan sarjana ekononi merupakan pimpinan perusahaan yang sekalian bertugas mencari peluang tempat yang akan di bangun.
Soni adalah sarjana hukum, dia yang menangani tentang seluk beluk perizinan. Sedangkan Sandi dan Aldi merupakan arsiteknya, mereka yang merancang bangunan yang di pesan klien.
Mereka sama- sama mencari peluang pada para kontraktor besar atau kecil yang mendapat tender proyek. Dan sekarang mereka mendapat tender proyek rumah sakit daerah dari pemerintah salah satu kota madya di provinsi tetangga ini.
Ini adalah proyek kedua terbesar mereka, proyek terbesar yang pertama mereka membangun sebuah mall besar di kota bandung.
Ada beberapa kontraktor dari berbagai daerah teman kuliah bahkan teman kos mereka yang dari daerah. Mereka saling memberi kabar, kalau ada proyek besar mereka akan bekerja sama.
Mereka sarapan bersama dengan ayah, ibu dan adik- adik dini, ini kedua kalinya Aldi sarapan pagi bersama, yang pertama lima hari yang lalu. ya... sekarang baru seminggu mereka menjadi pengantin baru.
" Bagaimana bulan madunya kak?!" tanya Putri.
" Siapa yang bulan madu??. kan Bang aldi bekerja!". jawab Dini.
" Kan bekerjanya siang hari kak . malam kan tidak!". jawab putri nyengir sambil manaik turunkan alis matanya.
Plak...
" Aduh .. ibu.. sakit.. ". jawab putri mengusap pahanya.
Ya.. putri sedang duduk di samping kiri ibu. biasanya dini yang duduk di samping ibu, sekarang duduk di seberang ibu dan ayah bersama suaminya Aldi.
" Anak kecil... jangan kepo". ucap ibu melotot.
" Kepo...". ucapku sambil menjulurkan lidahku kepada putri, dan tersenyum menang. Putri cemberut.
" Itu pertanyaan Ayah dan ibu.. mengapa kamu yang menanyakan terlebih dahulu?!. Curi star kamu itu. Aa.. Bagaimana Din?? ". ucap ibu balik bertanya.
Lah... sama saja itu namanya pikir ku.
__ADS_1
Putri dan Ilham tertawa, pasti menertawakanku yang merasa di bela ibu. ternyata malah ibu menanya balik. Aku yang cemberut balik pada ibu.
" Mm.. Alhamdulillah lancar bu. Bekerja lancar dan bulan madu juga lancar, walau nyambi. Cuma waktunya kurang. Mungkin akhir bulan ini bisa nyambi lagi nulan madu sambil bekerja ". jawab bang Aldi tersenyum senang.
Aku melotot melihat kearah bang Aldi, dia malah tersenyum saja melihatku kesal.
Aku berangkat kerumah mami jam delapan lewat, setelah aku mencuci pakaian yang kami bawa kemaren. banyak juga, karena tiga hari tidak mencuci disana.
Aku membawa buah tangan kerupuk singkong pakai cabe buatan ibu kerumah mami. ternyata mami akan berangkat ke pasar, jarak pasar dari rumah mami hanya sepuluh menit.
Mami menyambutku sambil memelukku erat, dan mencium pipi kiri dan kananku.
" Kangen kami Din.. tiga hari tidak bertemub!". ucap mami. " Mami kepasar dulu ya, nanti mami lekas pulang kok ". ucap mami lagi sambil menuju mobil yang kendarai supir yang biasa menjemput barang sekalian supir pribadi mami.
" Hati- hati mi". ucapku.
Aku dan mami saling daa daa melambaikan tangan.
" Ayok...". ajak bang Aldi merangkul bahuku masuk kedalam rumah.
Di rumah mami tidak punya pembantu khusus, cuma ada dua orang bekerja, satu tukang masak sekalian bersih- bersih, selesai memasak dan di ambil pekerja yang akan membawa ketoko dia melanjutkan bersih- bersih rumah.
Dan satu lagi mencuci dan mengosok. mereka bisa pulang setelah pekerjaan mereka selesai. Mereka tidak menginap, karena mereka sudah berkeluarga dan rumah mereka tidak jauh dari rumah mami.
Aku mengikuti bang Aldi menuju kamar kami, lebih tepatnya kamar bang aldi. Dia langsung duduk di meja kerjanya, aku yang tidak mau menganggu aku duduk saja di sofa dekat tempat tidur sambil membaca majalah yang ada di rak.
Lama aku membolak balik majalah, aku bodan juga. Lebih baik aku keluar, Aku mau ambil minum. Aku tidak mau mengannggu bang Aldi sedang bekerja, aku diam saja berjalan keluar.
" Kemana?!". tanya bang aldi Saat aku melewati meja kerja bang Aldi tanpa melihatku.
" Mau keluar mengambil minum, abang mau ku buatkan kopi atau teh?!". jawabku.
" Kopi saja, kopi hitam tidak pakai gula ". ucapnya.
" Baik ". ucapku sambil berlalu keluar.
Aku menuju kedapur, yang berada di belakang ruang keluarga, untuk mengambil minum dan membuat kopi unruk bang aldi.
" Ada yang bisa mak bantu nak Dini?!". tanya tukang masak di rumah mami, saat aku memasuki ruangan dapur.
" Tidak mak, aku cuma bikin kopi untuk bang Aldi". jawabku tersenyum
" Mak bantu ya?".
" Tidak usah mak, mak lanjut saja memasak". ucapku. " Aku pangil mak siapa ya namanya?!" tanyaku. Karena aku belum tahu nama beliau, aku hanya bertemu sekali saat aku bermalam disini pas hari kedua selesai menikah.
__ADS_1
" Pangil saja mak Isah ". ucapnya.
" Baik nak, kopi dan gula ada rak sana". tunjuknya kearah samping kulkas. "Kalau mau cemilsn ada di lemari sebelah kiri". tambah mak
" Baik mak isah, terima kasih". ucapku.
Aku membuat kopi pesanan suaminya, kopi tanpa gula. Aku melihat cemilan di lrmari yang di tunjuk mak isah tadi. Ada banyak makanan, ada roti, biskuit berupuk, aneka kacang dan coklat.
Aku mengambil biskuit coklat dan kerupuk, juga kacang salut tepung.
Aku membawa kekamar kopi buat bang aldi dan air putih satu teko serta gelas dua buah.
" Taro di mana bang, dimeja kerja atau di meja sana?". Tunjukku pada meja kecil di samping sofa dekat jendela.
" Disana saja, nanti aku minum ". ucapnya " Eh tunggu.. bawa kesini dulu, aku minum sedikit ". ucapnya.
Aku membawa baki berisi minuman dan cemilan mendekat kearah bang Aldi. Dia mau mengambil gelas kopi untuk di minum.
" Eh tunggu ... minum air putih terlebih dahulu". ucapku meletakan baki di meja kerja bang Aldi dan mengisi air putih kedalam gelas.
" kelamaan ". ucapnya masih mau mengambil gelas kopi.
" Eep... Minum..! ". ucapku memberikan gelas air putih sambil melotot. " Habiskan..".
" Rese.. ". ucapnya, tapi masih meminum air putihnya. " Nanti kopinya tidak enak lagi". ucapnya.
" Tidak usah minum kopi ". Jawabku sambil akan membawa kembali baki dan cemilan kembali.
" Eeh... mau dibawa kemana?!".
" Kan taroh di sana". ucapku menunjuk dengan mulut. Sambil terus berjalan menuju sofa...
" Dini...."
" Selesaikan dulu kerjanya, baru minum kopi ". jawabku sambil duduk, minum air putih dan mengambil kacang salut tepung.
Bang Aldi melotot padaku, aku menjulurkan lidahku. Dia terlihat kesal. Berdiri, Dan......
.
.
.
. like dan koment ya temans
__ADS_1
terima kasih sudah mampir 🙏🙏