Di Tikung Keponakan Ayah

Di Tikung Keponakan Ayah
BAB 58


__ADS_3

" Kurang ajar kamu umar, apa kamu tidak ingin melihat keponakanmu bahagia, ".


Tiba- tiba kami mendengar suara ayah kak sandra datang , sepertinya memarahi om umar. ayah ibu dan aku saling pandang saja. Suara mereka saat berbicara terdengar ke ruang samping, meskipun di batasi oleh ruang dapur yang tidak begitu luas.


" Berani- beraninya kamu melarang sandra berhubungan dengan candra, aku tidak terima ".


" Bang .... kan bang samsul yang tidak menyetujui kalau sandra punya hubungan dengan candra?!. Abang sendiri yang minta kepada ku untuk menemui meluarga candra, agar candra tidak lagi menemui sandra. ini mereka sudah datang adik pak mul dan adik istrinya, sekarang aku yang di salahkan.


Kalau tahu begini tidak akan ku turuti keinginan bang samsul, aku juga punya banyak urusan. Seenaknya saja bentak aku ". Terdengar omel om umar.


Aku dan ibu akan melihat kedepan tapi dilarang ayah, " tidak usah mendekat, kecipratan omelan nanti ". kata ayah. akupun duduk kembali.


" Kamu tidak berhak melarang sandra, semua keinginan sandra harus dituruti, sekarang sandra yang ingin menikah dengan candra, dia mau menjadi istri kedua candra, kamu mau apa ". omel ayah kak sandra memarahi om umar.


" Lah... itu yang mengamuk kemaren yang anaknya di tidak mendengar perkataan orang tua siapa?!. yang marah- marah anaknya keluar dari pagi sampai malam padahal umur anak baru tiga bulan siapa ?!. yang melarang sandra dekat dengan candra siapa ?!, yang menyuruh aku untuk menemui orang suruhan pak mul siapa ?!.


Siapa yang membentak- bentak istri di rumah ayah kemaren , karena cucunya tidak terurus


?! jangan selalu melemparkan kesalahan pada orang lain. kalau begini menyesal aku menolong mu bang, sandra memang keponakanku, tapi kalau kamu yang seperti ini malas aku terlibat dengan urusan kalian ". ucap om umar emosi.


" Mulai sekarang kamu tidak usah lagi mengurusi anakku, aku tidak akan meminta bantuan kamu lagi ". ucap ayah kak sandra.


" Baik... aku tidaknakan peduli lagi... Kalau begitu silahkan keluar dari sini, aku tidak menerima tamu seperti mu.


Bapak- bapak, saya mohon maaf, mungkin sebaiknya bapak langsung saja berurusan dengan bang samsul, saya dan bang husein yang punya rumah ini sudah tidak mau lagi mengurus semua, silahkan langsung dengan dia ". ucap om umar kepada orang suruhan pak mul.


" Iya... kami mendengarnya, kami jadi tahu orang seperti apa yang akan kami bawa, terima kasih sudah membantu kami " . terdengar ucapan dari mereka.


" Bapak- apak sudah mendengarkan ucapannya ?. semalam dia yang menolak candra , sekarang malah terbalik , jadi pusing aku ".


" Aku berubah fikiran... aku mengizinkan sandra dengan candra, kamu tidak usah lagi ikut campur ". ucap ayah kak sandra pada om umar, songong.

__ADS_1


" Baik... aku tidak akan ikut campur lagi, urus saja anakmu. apapun yang terjadi jangan libatkan aku dan jangan pernah menyalahkanku, silahkan keluar ". bentak om umar.


Tidak ada terdengar suara lagi, baik dari ayah kak sandra atau orang suruhan itu.


" Masuk !!". suara seseorang, memecah keheningan beberapa menit.


Ada apa?! kok ada suara, dan ucapan seseorang membuat aku dan ayah saling pandang.


" Umar... bisakah kami berbicara dengan yang punya rumah sebentar !. mau mengucap terima kasih ". terdengar permintaan untuk bertemu ayah, mungkin tamu tadi.


" Boleh pak... aku panggil sebentar ". jawab om umar.


Om umar memanggil ayah, dan ayah pun kedepan menemui tamu, mungkin minta izin pulang. sku dan ibu hanya berdiri di ruang tengah dekat pintubdapur.


Mereka basa basi dan mengucapkan terima kasih karena sudah menganggu katanya. ayah hanya mengucapkan tidak apa- apa sebagai basa basi .


" Terima kasih pak Husein, telah mengizinkan kami untuk rembug di sini, meski hasilnya tidak memuaskan, tapi kami merasa senang di jamu dengan iklas oleh istrinya ". ucap salah satu dari mereka


" Sama- sama pak, terima kasih sudah berkunjung ". jawab ayah berbasa basi.


" Begitulah takdir allah swt, tapi itu lebih baik dari pada menikah, tapi tidak diakui, malah punya anak yang tidak jelas bapaknya ". jawab ayah santai.


" Kamu... ".


" Sangat Beruntung ". potong ayah.


Ayah kak sandra sangat emosi, dia mendekat ke arah ayah, mengarahkan tinjunya akan meninju ayah, tapi ditahan oleh ayah, ayah berdiri menantang ayah kak sandra.


" Kamu tidak akan bisa lagi menindasku, aku tidak akan mau mengalah denganmu ". ucap ayah sambil menghentakkan tangan ayah kak sandra.


Bersamaan dengan datangnya beberapa orang .

__ADS_1


" Assalamualaiku...".


" Waalaikummussalam... ". jawab kami bersama.


" Itu dia Ben... bawa dia menemui bang Mul ". ucap bapak yang berbicara dengan ayah, menujuk ayah kak sandra.


" Menemui, pak mul ?!.. oh baik mungkin membicarakan antara sandra dan candra ". ucap ayah kak sandra.


Mereka membawa ayah kak sandra, mengiringnya ke mobil yang di parkir di rumah depan.


Aku dan ibu kaget, kenapa ayah kak sandra dibawa menemui pak mul itu !?. tapi tadi ayah kak sandra sangat senang di ajak bertemu pak mul itu.


" Maaf kan kami pak husein, kami membuat keributan Kami di rumahnya. Kami permisi dulu... assalamualaikum... " . ucap mereka.


"Waalaikummusssalam....".


tinggal Ayah, ibu, om umar dan aku yang melihat keluar, ayah kak sandra mensiki mobil orang suruhan pak mul itu.


" Kenapa mereka membawa ayah kak sandra om ?!" tanyaku.


" Entahlah Din, tadi orang suruhan pak mul itu mencari bang samsul kerumah kakek, karena tidak terima kalau semalam bang samsul memukul candra hingga babak belur, makanya aku bawa kemari saja buat berbicara, takut kakek dengar.


Tapi bang samsul malah percaya diri untuk menemui pak mul itu. Entah apa yang di fikirkannya". ucap om umar.


.


.


.


.

__ADS_1


Like & coment ya temans ottor, 🙏


Terima kasih sudah mampir di tulisan ottor 🙏🙏


__ADS_2